Israel Serbu RS Nasser di Gaza, Menargetkan Ambulans dan Tenda Pengungsi, Kuburan Massal Dilibas
Penghuni RS Nasser, Gaza 
18:20
15 Februari 2024

Israel Serbu RS Nasser di Gaza, Menargetkan Ambulans dan Tenda Pengungsi, Kuburan Massal Dilibas

Tentara Israel menyerbu kompleks Rumah Sakit Nasser di Gaza sejak Kamis (15/2/2024) pagi waktu setempat.

Para penghuni rumah sakit diminta untuk mengungsi, Aljazeera melaporkan.

Sebelumnya, suara tembakan tank dan senapan mesin terdengar di sekitar rumah sakit.

Bangsal bersalin, unit ortopedi, dan ruang gawat darurat menjadi sasaran IDF.

Belasan orang terluka dalam serangan tersebut, beberapa korban terluka lebih dari satu kali.

RS Nasser adalah fasilitas kesehatan terbesar di Gaza selatan.

Menurut laporan kontributor Aljazeera, hingga siang hari, rumah sakit benar-benar tidak dapat digunakan lagi.

Seluruh staf medis ditangkap, tangan mereka diikat ke belakang.

Pos pemeriksaan militer didirikan di sekitar rumah sakit.

Warga Palestina diminta datang berkelompok 5 orang, yang terdiri dari dokter, perawat, dan pasien yang terluka.

Sejumlah besar anak muda ditahan.

Orang-orang diminta untuk evakuasi, melewati pos pemeriksaan, tetapi beberapa menit kemudian malah ditembaki dengan quadcopter atau senapan mesin.

Pasukan Israel juga melibas pagar selatan rumah sakit dan menyerbu halaman.

Mereka kemudian pindah ke gedung utama dan mengumpulkan dokter dan perawat di dalamnya.

Militer Israel mencegah petugas medis untuk merawat pasien yang terluka.

Aktivis dan jurnalis terluka saat melarikan diri dari Rumah Sakit Nasser

Aktivis bernama Saleh al-Jafarawi dan fotografer Mohammed Salama terluka setelah mereka dievakuasi dari Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza, menuju Rumah Sakit Kuwait di Rafah, menurut rekaman di media sosial yang dirangkum Aljazeera.

Al-Jafarawi mengatakan bahwa mereka terluka, bersama dengan seorang dokter Palestina, saat melintasi jalur yang dianggap aman oleh Israel.

Aktivis Palestina tersebut mengatakan pasukan Israel menargetkan orang-orang yang melintasi jalur tersebut dengan sebuah rudal dari pesawat pengintai.

Serangan itu menyebabkan banyak orang terluka.

Di saat yang sama, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan tentara Israel menyerbu Kompleks Medis Nasser di Khan Younis setelah menghancurkan tembok selatan.

Militer Israel menargetkan garasi ambulans dan tenda-tenda pengungsi Palestina, dan melibas kuburan massal di dalam kompleks tersebut, kata Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian, dalam sebuah pernyataan.

Tentara memerintahkan administrasi rumah sakit untuk memindahkan semua pasien, termasuk yang berada dalam perawatan intensif dan kamar bayi, ke bagian yang lebih tua di kompleks tersebut.

Enam pasien yang menggunakan ventilator turut dipindahkan.

Tentara Israel mengklaim para sandera ditahan di Rumah Sakit Nasser, tanpa memberikan bukti

Tanpa memberikan bukti, tentara Israel mengatakan mereka memiliki informasi bahwa Hamas menahan tawanan di Rumah Sakit Nasser.

Juru bicara militer Daniel Hagari mengatakan bahwa sejak 7 Oktober, IDF (tentara Israel) beroperasi dengan tujuan untuk memberantas Hamas dan membawa pulang sandera.

Nasser, rumah sakit "kunci" untuk seluruh Gaza

PBB mengatakan pekan lalu bahwa tidak ada lagi rumah sakit yang berfungsi penuh di Gaza.

Hanya 13 dari 36 rumah sakit di seluruh wilayah tersebut yang beroperasi pada kapasitas tertentu.

Pada hari Rabu, Ketua Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia terkejur dengan laporan dari Rumah Sakit Nasser, yang dia sebut sebagai tulang punggung sistem kesehatan di Gaza selatan.

Ghebreyesus menambahkan bahwa badan kesehatan PBB ditolak masuk ke rumah sakit dalam beberapa hari terakhir dan kehilangan kontak dengan stafnya di sana.

Utusan WHO untuk wilayah Palestina, Rik Peeperkorn, menggambarkan Nasser sebagai rumah sakit utama bagi seluruh Gaza.

“Kita tidak bisa kehilangan rumah sakit itu, rumah sakit ini sangat penting,” kata Peeperkorn kepada wartawan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha

Tag:  #israel #serbu #nasser #gaza #menargetkan #ambulans #tenda #pengungsi #kuburan #massal #dilibas

KOMENTAR