Masih Ungkit Nobel Perdamaian, Trump Kepergok Curhat di Depan Netanyahu
Donald Trump tertangkap mikrofon saat meluapkan kekesalannya karena tidak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Tangkapan layar X @sentdefender)
18:42
1 Januari 2026

Masih Ungkit Nobel Perdamaian, Trump Kepergok Curhat di Depan Netanyahu

Sebuah momen tak terduga terjadi saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di resor Mar-a-Lago, Florida.

Dalam pertemuan yang berlangsung Senin (29/12/2025) itu, Trump tertangkap mikrofon melontarkan keluhan pribadi terkait kegagalannya meraih penghargaan Nobel Perdamaian.

Percakapan tersebut berlangsung santai sebelum Trump menyadari keberadaan kamera di ruangan.

Keluhan Trump tertangkap mikrofon

Keluhan itu muncul ketika Trump berbincang dengan Netanyahu dan rombongan delegasi Israel.

Ia sempat menyinggung soal Nobel Perdamaian sebelum menghentikan kalimatnya.

“Mereka memberi Nob…,” ujar Trump, lalu melanjutkan, “India. Bagaimana dengan India dan Pakistan? Jadi saya mendamaikan delapan di antaranya. Dan nanti akan saya ceritakan sisanya.”

Tak lama kemudian, Trump menyadari ada kamera yang merekam pertemuan tersebut.

Ia langsung menghentikan pembicaraan, berbalik menghadap kamera, dan menyapa singkat.

“Apa kabar? Baik-baik saja?” katanya. Presiden berusia 79 tahun itu lalu meminta orang di balik kamera untuk meninggalkan ruangan dan “menikmati makan siang.”

Setelah itu, Trump melanjutkan pertemuan dengan nada yang lebih formal. Ia memuji delegasi Israel dan menilai diskusi berjalan produktif.

“Ini kelompok yang sangat baik. Kami sudah membuat banyak kemajuan. Kami baru sekitar lima menit bertemu dan sudah menyelesaikan kira-kira tiga kesulitan. Terima kasih banyak sudah hadir,” ucap Trump.

Klaim Trump redam konflik India–Pakistan

Trump kembali mengulang klaimnya mengenai peran besar dalam meredakan konflik antara India dan Pakistan.

“Kami menghentikan potensi perang nuklir antara Pakistan dan India. Dan pemimpin Pakistan, seorang jenderal yang sangat dihormati, dia adalah Marsekal Lapangan dan juga Perdana Menteri Pakistan, mengatakan Presiden Trump menyelamatkan 10 juta nyawa, mungkin lebih,” ujar Trump.

Ia menambahkan, “Kalian tahu, delapan pesawat ditembak jatuh. Perang itu mulai berkobar, dan dia benar-benar mengatakan beberapa hari lalu bahwa Presiden Trump menyelamatkan 10 juta nyawa, mungkin lebih. Jadi kami menyelesaikan semua perang ini. Satu-satunya yang belum saya selesaikan adalah Rusia, Ukraina.”

Trump sangat menginginkan Nobel Perdamaian

Keinginan Trump untuk memperoleh Nobel Perdamaian telah ia sampaikan berulang kali dalam beberapa tahun terakhir.

Ia kerap menyoroti kontribusinya dalam berbagai konflik internasional sebagai alasan layak menerima penghargaan tersebut.

Beberapa negara, termasuk Pakistan dan Israel, bahkan pernah menyatakan dukungan terhadap pencalonannya.

Meski demikian, setelah diumumkan bahwa Maria Corina Machado menjadi penerima Nobel Perdamaian 2025, Trump tidak melontarkan kritik terbuka.

Machado justru menyampaikan terima kasih kepada Trump dan mengatakan rakyat Venezuela bersyukur atas perannya “tidak hanya di kawasan Amerika, tetapi di seluruh dunia untuk perdamaian, kebebasan, dan demokrasi.”

Upaya mendamaikan Rusia–Ukraina belum berhasil

Perhatian Trump kini tertuju pada konflik Rusia dan Ukraina yang ia akui belum menunjukkan kemajuan berarti.

Pada Senin, Trump bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Florida, lalu melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, peluang menuju perdamaian dinilai masih jauh setelah muncul laporan dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman presiden Rusia. Menanggapi laporan tersebut, Trump menyatakan kemarahannya.

“Itu satu hal jika bersikap ofensif,” ujar Trump, seperti dikutip Reuters.

“Hal lain adalah menyerang rumahnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal seperti itu. Dan saya mengetahuinya hari ini dari Presiden Putin. Saya sangat marah soal itu,” tegasnya.

Tag:  #masih #ungkit #nobel #perdamaian #trump #kepergok #curhat #depan #netanyahu

KOMENTAR