Klaim Ramalan Banjir Global Gagal Terbukti, Polisi Ghana Tangkap Nabi Nuh Palsu Ebo Noah
Nabi Palsu Ebo Noah ditangkap polisi Ghana usai ramalan banjir besar pada 25 Desember gagal terbukti. (Platform X).
12:33
1 Januari 2026

Klaim Ramalan Banjir Global Gagal Terbukti, Polisi Ghana Tangkap Nabi Nuh Palsu Ebo Noah

 

 

- Aparat kepolisian Ghana dilaporkan menangkap seorang pria yang mengaku sebagai nabi setelah ramalan kiamat yang disampaikannya gagal terbukti.

Sosok tersebut dikenal dengan nama Evans Eshun, atau lebih populer di media sosial sebagai Prophet Ebo Noah, figur kontroversial yang sempat menghebohkan publik lewat klaim visi ilahi tentang banjir global pada 25 Desember 2025.

Penangkapan Ebo Noah dilakukan pada 31 Desember 2025 oleh Special Cyber Vetting Team dari Ghana Police Service (GPS). Informasi ini mencuat setelah sebuah foto yang memperlihatkan Ebo Noah dalam kondisi diborgol di sebuah fasilitas kepolisian beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial.

Nama Ebo Noah sebelumnya menjadi perbincangan internasional setelah ia mengaku menerima wahyu langsung dari Tuhan, tentang datangnya bencana besar yang akan menenggelamkan dunia, mirip dengan kisah Nabi Nuh dalam Alkitab.

Dalam berbagai unggahan video, Ebo Noah menyebut bahwa hujan deras dan banjir dahsyat akan melanda bumi tepat pada Hari Natal 2025, menghancurkan peradaban manusia.

Tak berhenti pada klaim semata, Ebo Noah juga menarik perhatian publik dengan aksinya membangun apa yang ia sebut sebagai 'bahtera Nuh modern'. Ia mengklaim telah membangun hingga 10 bahtera, yang menurutnya disiapkan untuk menyelamatkan orang-orang yang ingin bertobat dan mencari keselamatan dari bencana akhir zaman.

Dalam sejumlah video yang beredar luas di YouTube, TikTok, dan Facebook, Ebo Noah kerap terlihat memamerkan kapal-kapal dan material bangunan.

Ia menjelaskan bahwa Tuhan memerintahkannya untuk membangun bahtera tersebut sebagai tempat berlindung selama masa hujan yang, menurut visinya, akan berlangsung selama tiga tahun penuh sejak 25 Desember 2025.

Ia bahkan menyatakan siap tinggal di atas bahtera selama periode tersebut.
Salah satu video berjudul 'What Will Happen and How It Will Happen' yang diunggah pada Agustus lalu menjadi sorotan utama.

Dalam video itu, Ebo Noah menjabarkan secara detail skenario kehancuran dunia versi dirinya, termasuk curah hujan ekstrem tanpa henti dan banjir yang akan menenggelamkan kota-kota besar di berbagai belahan dunia.

Klaim sensasional tersebut menuai reaksi beragam. Sebagian pengikutnya mempercayai ramalan itu dan menyebarkannya secara masif, sementara banyak pihak lain menilai Ebo Noah menyebarkan ketakutan publik dan disinformasi.

Video-videonya tercatat meraih jutaan penonton dan interaksi, menandakan besarnya atensi global terhadap narasi kiamat yang ia bangun.

Namun, seiring berlalunya 25 Desember 2025 tanpa adanya hujan ekstrem atau banjir global seperti yang diramalkan, kejanggalan mulai terkuak. Penyelidikan mengungkap bahwa kapal-kapal yang diklaim sebagai bahtera Nuh modern tersebut bukan milik Ebo Noah, melainkan perahu biasa yang kepemilikannya dipertanyakan.

Kegagalan ramalan tersebut, ditambah dugaan penyebaran informasi menyesatkan melalui platform digital, diduga menjadi alasan utama aparat bertindak.

Hingga kini, pihak kepolisian Ghana belum merilis keterangan resmi lengkap terkait pasal yang dikenakan, namun penangkapan ini menandai langkah tegas otoritas terhadap klaim-klaim keagamaan yang berpotensi meresahkan masyarakat.

Kasus Ebo Noah menambah daftar panjang fenomena nabi palsu dan ramalan kiamat yang kerap mencuat, terutama di era media sosial. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan sikap kritis publik dalam menyikapi klaim luar biasa yang tidak disertai bukti kuat.

 

Editor: Kuswandi

Tag:  #klaim #ramalan #banjir #global #gagal #terbukti #polisi #ghana #tangkap #nabi #palsu #noah

KOMENTAR