



Turki Tahan 7 Orang yang Diduga Jual Informasi ke Mata-mata Israel Mossad
Pejabat keamanan Turki mengatakan informasi tersebut berhubungan dengan pelacakan dan pemantauan target lokal.
Sebelumnya Turki telah memberikan ancaman serius kepada Israel apabila mencoba mencari anggota Hamas yang tinggal di luar wilayah Palestina, termasuk Turki.
Apabila nekat, maka Israel akan menanggung konsekuensi yang diberikan oleh Turki, dikutip dari Al Arabiya.
Sejak awal perang pada bulan Oktober, Israel dan Turki saling melontarkan ancaman.
Berbeda dengan sekutu barat, Turki tidak menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.
Sebagi bentuk penyelidikan, pejabat keamanan Turki bekerja sama dengan polisi Turki dan badan intelijen MIT.
Mereka melakukan operasi gabungan di Istanbul dan Izmir.
Pada hari Jumat (2/2/2024), stasiun penyiaran negara TRT mengungkapkan MIT telah menetapkan bahwa Mossad menggunakan detektif swasta untuk mencapai targetnya.
MIT menduga, orang-orang ini memantau target dan juga memasang alat pelacak kepada target.
Hingga saat ini, Ankara belum mengomentari penangkapan 7 orang tersebut.
Sementara Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel tidak mau memberikan pernyataan terkait penangkapan ini.
33 Orang Diduga Mata-mata Israel Ditangkap
Sebulan lalu, 33 orang yang diduga menjadi mata-mata badan intelijen Mossad Israel telah ditangkap oleh pihak berwenang Turki.
Penangkapan ini tepatnya terjadi pada Selasa (2/1/2024).
Saat pihak berwenang menggerebek 8 provinsi sekitar Istanbul, 33 orang ini ditangkap.
Penangkapan tersebut menyusul penyelidikan yang dilakukan oleh Biro Investigasi Terorisme dan Kejahatan Terorganisir di kantor kejaksaan Istanbul, dengan fokus pada spionase internasional, dikutip dari Anadolu Ajansi.
Para tersangka diduga mengintai dan mengawasi para target.
(Tribunnews.com/Farrah Putri)
Artikel Lain Terkait Mossad
Tag: #turki #tahan #orang #yang #diduga #jual #informasi #mata #mata #israel #mossad