Israel Curi Barang-barang Antik dari Gaza, Dipajang di Knesset dan Dipamerkan di Media Sosial
Barang-barang antik dari Gaza dijarah Israel. Kepala Otoritas Purbakala menghapus postingan Instagram setelah mendapat reaksi keras, dan mengklaim artefak tersebut tidak diapa-apakan di lokasi. 
11:30
24 Januari 2024

Israel Curi Barang-barang Antik dari Gaza, Dipajang di Knesset dan Dipamerkan di Media Sosial

Foto dan video yang diterbitkan pekan lalu oleh kepala Otoritas Purbakala Israel menunjukkan militer Israel mencuri artefak dari Gaza yang kemudian dipajang di parlemen Israel, yang dikenal sebagai Knesset.

Dilansir Middle East Eye, pada 21 Januari, Eli Askozido, direktur Otoritas Barang Antik Israel, menerbitkan serangkaian postingan di akun Instagram-nya.

Ia mengatakan bahwa wakilnya pergi ke Gaza untuk memeriksa barang antik, yang sekarang dipajang di Knesset.

Salah satu keterangannya yang menyertai foto barang-barang yang dijarah tersebut berbunyi:

“Sebuah etalase kecil ditempatkan di Knesset.”

Dalam video lainnya, ia menjelaskan bahwa militer Israel menghubungi pihak berwenang untuk memeriksa gudang yang penuh barang antik di Gaza.

Video tersebut memperlihatkan sebuah gudang yang dipenuhi vas, sebagian di rak dan sebagian lagi di lantai sementara tentara berkeliaran.

Beberapa artefak rusak dengan retakan yang terlihat.

Menurut media Israel, dalam salah satu video, seorang tentara Israel terdengar memanggil tentara lainnya dan berkata, “apakah kau melihat gelangnya? Ayo lihat gelangnya.”

Askozido kemudian menghapus postingan tersebut.

Ia mengeluarkan pernyataan dalam bahasa Ibrani pada Senin (22/1/2024) dan mengaku bahwa barang-barang tersebut hanya diperiksa dan dibiarkan di tempat.

“Otoritas Purbakala Israel dipanggil oleh tentara Israel untuk memeriksa sebuah gudang di Gaza yang berisi barang-barang antik, atau barang-barang yang tampaknya kuno."

"Pemeriksaan pendahuluan dilakukan oleh seorang arkeolog dan laporan tertulis akan diserahkan kepada tentara Israel nanti,” bunyi postingan di Instagram story-nya.

Postingan tersebut dikecam oleh aktivis pro-Palestina, Khaled Yousry.

Ia mengkritik direktur tersebut dan menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan perang.

Dalam postingan Instagram-nya, Yousry menulis:

“Pencurian barang antik dianggap sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional."

"Perdagangan gelap kekayaan budaya, termasuk barang antik, merupakan kejahatan berdasarkan Konvensi Unesco tahun 1970 tentang Tindakan yang Harus Diambil untuk Mencegah Impor, Ekspor, dan Pengalihan Kepemilikan Kekayaan Budaya.”

Penjarahan

Awal bulan ini, kantor media pemerintah Gaza mengatakan bahwa sejak 7 Oktober, tentara Israel telah menjarah uang, emas, dan artefak senilai sekitar $25 juta.

Kantor media tersebut mengatakan pihaknya memiliki belasan kesaksian yang diberikan oleh penduduk Jalur Gaza mengenai pencurian tersebut.

“Operasi pencurian terjadi dengan berbagai cara, yang pertama di pos pemeriksaan, seperti Jalan Salah al-Din, di mana mereka mencuri tas-tas milik para pengungsi yang pindah dari Jalur Gaza utara ke selatan, berisi barang-barang berharga mereka, seperti uang, emas, dan artefak,” kata kantor itu dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, tentara Israel juga menjarah rumah warga Palestina setelah penghuninya terpaksa mengungsi.

Beberapa penjarahan didokumentasikan oleh tentara Israel sendiri.

Sebelumnya, beredar rekaman tentara Israel yang melakukan tindakan kekerasan dan provokatif yang tampaknya tidak ada hubungannya dengan tujuan mereka untuk menghancurkan Hamas.

Video yang dibagikan secara online menunjukkan pencurian, perusakan bisnis dan properti, vandalisme, dan pemasangan simbol Israel dan Yahudi di lingkungan Gaza.

Dalam salah satu video, seorang tentara membual tentang mencuri kalung perak dari Gaza untuk dibawa kembali ke pacarnya di Israel.

Tentara lain mencuri permadani dari rumah warga Palestina.

Di postingan lain, seorang tentara mencuri riasan untuk diberikan sebagai oleh-oleh.

Sementara itu seorang musisi Palestina mengatakan kepada Middle East Eye bahwa dia terkejut saat mengetahui bahwa seorang tentara Israel telah mencuri dan memainkan gitarnya di reruntuhan rumahnya yang hancur di Gaza bagian utara.

Genosida budaya

Setidaknya 195 situs warisan di Gaza, termasuk pelabuhan kuno dan biara-biara Kristen, telah hancur atau rusak sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober.

Situs-situs lain yang hancur termasuk perpustakaan umum utama di Gaza dan Hamam al-Sammara (pemandian orang Samaria) yang bersejarah.

Al-Sammara diyakini sebagai satu-satunya hammam aktif, yang juga dikenal sebagai pemandian umum, yang tersisa di Gaza.

Hammam memiliki arsitektur Ottoman dan memiliki beberapa ruangan, masing-masing dengan suhu berbeda.

Dikelola oleh Haj Salim Abdullah al-Wazeer dan bangunan tersebut berusia lebih dari 1.000 tahun.

Gambar yang diambil pada tanggal 6 Januari 2024 ini menunjukkan Masjid Al-Hassaina yang terkenal di Kota Gaza, rusak akibat pemboman Israel. Gambar yang diambil pada tanggal 6 Januari 2024 ini menunjukkan Masjid Al-Hassaina yang terkenal di Kota Gaza, rusak akibat pemboman Israel. (AFP)

Dua museum, Museum Rafah dan Museum al-Qarara, di Gaza juga telah diratakan, menurut Dewan Museum Internasional-Arab.

Museum Rafah memiliki koleksi koin kuno, pelat tembaga, dan perhiasan.

Sedangkan Museum al-Qarara dibuka pada tahun 2016 dan memiliki koleksi 3.000 artefak yang berasal dari zaman Kanaan.

Sekitar 1.000 dari 1.200 masjid juga telah rusak atau hancur sebagian di Gaza, termasuk Masjid Othman bin Qashqar di lingkungan Zeitoun Kota Gaza.

Masjid itu dibangun pada tahun 1220 di lokasi di mana kakek buyut Nabi Muhammad diyakini dimakamkan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Editor: Sri Juliati

Tag:  #israel #curi #barang #barang #antik #dari #gaza #dipajang #knesset #dipamerkan #media #sosial

KOMENTAR