Menteri Bahlil Cs Dilantik Jadi DEN, HKI Soroti Kepastian Energi Hijau
Presiden Prabowo Subianto melantik ketua harian dan anggota DEN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). [Antara]
14:08
2 Februari 2026

Menteri Bahlil Cs Dilantik Jadi DEN, HKI Soroti Kepastian Energi Hijau

Baca 10 detik
  • HKI mengapresiasi pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai titik balik kebijakan energi nasional.
  • Ketua Umum HKI, Ma'ruf Maulana, menekankan kepastian energi andal, terjangkau, dan ramah lingkungan kunci stabilitas investasi.
  • Penunjukan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebagai Ketua Harian DEN diharapkan menjamin harmonisasi regulasi dan implementasi EBT.

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) memberikan apresiasi tinggi atas langkah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang secara resmi melantik jajaran Dewan Energi Nasional (DEN).

Momentum ini dinilai sebagai titik balik strategis untuk mempertegas arah kebijakan energi nasional di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan energi yang terus melonjak.

Ketua Umum HKI, Muhammad Ma'ruf Maulana, menegaskan bahwa kehadiran DEN sangat relevan bagi sektor industri yang saat ini tengah memacu agenda transisi energi menuju sumber daya yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, kepastian pasokan energi adalah urat nadi bagi stabilitas pertumbuhan ekonomi di tanah air.

Bagi kawasan industri, ketersediaan energi tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga aspek keterjangkauan dan keberlanjutan. Ma'ruf menilai pelantikan DEN sebagai forum lintas sektoral akan mampu menciptakan harmonisasi kebijakan yang selama ini dinanti oleh para pelaku usaha.

“HKI mengapresiasi langkah Presiden melantik Dewan Energi Nasional sebagai forum strategis lintas sektor. Bagi kawasan industri, kepastian energi yang andal, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan merupakan prasyarat utama untuk menjaga iklim investasi,” ungkap Ma’ruf kepada media, Minggu (1/2/2026).

Penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebagai Ketua Harian DEN juga mendapat respons positif.

HKI meyakini penunjukan ini akan menjamin kesinambungan antara regulasi yang disusun dengan implementasi teknis di lapangan, terutama dalam mempercepat adopsi Energi Baru Terbarukan (EBT).

HKI melihat kawasan industri memiliki peran sentral sebagai ekosistem terintegrasi yang mampu mendukung target penurunan emisi nasional. Beberapa potensi yang siap dioptimalkan antara lain:

  • Pemanfaatan Energi Surya: Implementasi panel surya skala kawasan.
  • Efisiensi Energi: Optimalisasi pengelolaan beban listrik berbasis teknologi pintar.
  • Sistem Kelistrikan Hijau: Integrasi sumber energi rendah karbon tanpa mengorbankan daya saing harga bagi penyewa (tenant).

Ma'ruf menekankan bahwa transisi energi harus dijalankan dengan prinsip keseimbangan.

Di satu sisi harus menurunkan emisi, namun di sisi lain harus tetap mampu menjaga posisi kawasan industri sebagai magnet investasi dan penyerap tenaga kerja yang kompetitif di kancah global.

“Kami optimistis Dewan Energi Nasional periode ini mampu menghadirkan kebijakan yang konsisten. Transisi energi harus memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga daya saing industri,” tutupnya.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #menteri #bahlil #dilantik #jadi #soroti #kepastian #energi #hijau

KOMENTAR