Bukan Sekadar Ketersediaan Buku, Literasi Keagamaan Menyangkut Kualitas Cara Berpikir dan Mengamalkan Ajaran Agama
Kemenag mengikuti CIBF ke-57 di Kairo, Mesir, Minggu (2/2). (Dok. Kemenag)
14:24
2 Februari 2026

Bukan Sekadar Ketersediaan Buku, Literasi Keagamaan Menyangkut Kualitas Cara Berpikir dan Mengamalkan Ajaran Agama

- Kementerian Agama (Kemenag) terus meningkatkan literasi masyarakat soal keagamaan. Ketersediaan bacaan itu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pemeluk agama dalam meningkatkan kualitas cara berpikir dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam Kemenag Lubenah mengatakan, literasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan bacaan, tetapi juga cara memahami dan mengamalkan ajaran agama. Tidak hanya itu, literasi keagamaan yang baik berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemahaman agama yang moderat dan kontekstual dapat tumbuh melalui akses terhadap bacaan keislaman yang beragam dan relevan dengan perkembangan zaman. “Literasi keagamaan bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi menyangkut kualitas cara berpikir, memahami, dan mengamalkan agama,” kata Lubenah di Kairo, Minggu (1/2).

Adapun Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam berpartisipasi dalam Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 yang berlangsung 22 Januari hingga 3 Februari 2026 di Kairo, Mesir. Dalam ajang tersebut, Kemenag memperkenalkan platform ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) sebagai koleksi literasi keislaman dalam format digital.

“Inilah yang kami perkenalkan dalam forum literasi internasional seperti CIBF,” ujarnya.

Lubenah menambahkan, partisipasi Kemenag dalam CIBF juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan berbagai pihak. Menurut dia, kehadiran Indonesia di pameran buku tersebut membuka peluang kerja sama dengan penerbit, lembaga riset, dan institusi keagamaan dari berbagai negara.

“Kami ingin literasi keagamaan Islam Indonesia terhubung dengan ekosistem literasi global,” katanya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam Nur Rahmawati menjelaskan, koleksi ELIPSKI diperkenalkan dalam bentuk cetak dan digital agar dapat diakses oleh pengunjung pameran.

“Di stan pameran, kami menampilkan buku, kitab, serta materi khotbah Jumat tematik yang selama ini menjadi bagian dari layanan literasi keagamaan Kementerian Agama,” ujar Nur.

Ia menyebut, koleksi ELIPSKI yang dipamerkan mencakup khazanah keislaman klasik hingga karya-karya tematik yang membahas isu kontemporer. Salah satu koleksi yang mendapat perhatian pengunjung adalah tema Ekoteologi Islam.

“Tema ekoteologi mendapat respons karena berkaitan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian global,” katanya.

Menurut Nur, respons pengunjung terhadap koleksi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap gagasan keislaman yang membahas relasi manusia dan lingkungan. Ia menilai, koleksi ELIPSKI dapat menjadi salah satu sumber rujukan dalam diskursus keislaman lintas negara.

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #bukan #sekadar #ketersediaan #buku #literasi #keagamaan #menyangkut #kualitas #cara #berpikir #mengamalkan #ajaran #agama

KOMENTAR