![](https://jakarta365.net/public/assets/img/icon/view.png)
![Resepsi 65 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kuba di Havana](https://jakarta365.net/uploads/2025/02/11/tribunnews/resepsi-65-tahun-hubungan-diplomatik-indonesia-kuba-di-havana-1212311.jpg)
![](https://jakarta365.net/public/assets/img/icon/clock-d.png)
![](https://jakarta365.net/public/assets/img/icon/calendar-d.png)
Resepsi 65 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kuba di Havana
Acara ini tidak hanya menjadi momen penting dalam sejarah diplomatik kedua negara, tetapi juga menampilkan sejumlah kegiatan dan penampilan yang menarik.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi dari pemerintah Kuba, di antaranya adalah Carlos Miguel Pereira, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Kuba, serta beberapa menteri lainnya.
Tercatat bahwa sekitar 170 tamu undangan hadir, termasuk Duta Besar dari negara sahabat.
Acara dimulai dengan pemutaran lagu kebangsaan Indonesia dan Kuba, diikuti dengan penampilan Tarian Cendrawasih oleh Yuliani Lancaster, seorang diaspora Indonesia di Amerika Serikat.
Selanjutnya, Duta Besar Indonesia untuk Kuba, Nana Yuliana, PhD, memberikan remarks yang diterjemahkan secara langsung oleh Asya Mathluba, seorang mahasiswi kedokteran di Latin American School of Medicine.
Asya, yang merupakan satu-satunya mahasiswa Indonesia di Kuba saat ini, mendapatkan kesempatan langka ini untuk menjadi pembaca translasi pidato tersebut dalam bahasa Spanyol.
Dalam pidatonya, Dubes Nana menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Kuba, terutama dalam bidang kesehatan.
Sejak 2012, Kuba telah memberikan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa kedokteran asal Indonesia, dan kerja sama di bidang kesehatan juga telah dimulai dengan ditandatanganinya MoU pada tahun 2017 antara Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta dan Rumah Sakit Anak Juan Manuel Marquez di Havana.
Setelah pidato Duta Besar Indonesia, Carlos Miguel Pereira juga menyampaikan sambutan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas dukungannya dalam berbagai hal, termasuk upaya penghapusan Kuba dari daftar negara yang mensponsori terorisme, serta blokade ekonomi yang selama ini dialami oleh Kuba.
Pereira juga mengingat kembali bantuan yang diberikan oleh Brigade Dokter Kuba saat bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 dan gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006, yang diakui dengan pemberian Bintang Kehormatan Sosial oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada dokter-dokter Kuba yang terlibat.
Usai serangkaian pidato, acara dilanjutkan dengan pemberian plakat suvenir oleh Dubes Nana kepada pejabat Kuba yang hadir dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng.
Momen hiburan diisi oleh penampilan dari beberapa musisi internasional, termasuk Yuyun George, saxophonist asal Indonesia, dan Abel Marchel, pianist asal Kuba.
Di tengah acara, Asya Mathluba juga mengajak teman-temannya yang berasal dari Palestina dan Kolombia untuk mengenakan busana tradisional Indonesia, menambah nuansa kebudayaan Indonesia dalam rangkaian acara tersebut.
Mereka adalah sesama mahasiswa kedokteran yang membantu menyambut tamu di pintu kedatangan.
Resepsi bilateral ini menjadi momen bersejarah bagi kedua negara, menggambarkan komitmen mereka terhadap kerja sama yang lebih erat, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Dengan pengakuan yang saling menguntungkan, hubungan Indonesia dan Kuba diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua pihak di masa mendatang.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Tag: #resepsi #tahun #hubungan #diplomatik #indonesia #kuba #havana