5 Alasan Mengapa Kucing Oren Begitu Istimewa, Menurut Sains
Ilustrasi kucing oren yang dianggap sangat istimewa, menurut sains (freepik/ EyeEm)
07:40
13 Januari 2026

5 Alasan Mengapa Kucing Oren Begitu Istimewa, Menurut Sains

 - Kucing oren selalu berhasil menarik perhatian banyak orang, baik pecinta hewan maupun masyarakat umum.

Warna bulunya yang hangat dan mencolok sering kali membuatnya tampak lebih menonjol dibanding kucing dengan warna lain.

Tak sedikit pula yang merasa kucing oren memiliki daya tarik tersendiri dari segi perilaku maupun cara berinteraksi dengan manusia.

Menariknya, ketertarikan terhadap kucing oren ini tidak hanya muncul dari cerita atau pengalaman pribadi semata, tetapi juga mulai mendapat perhatian dari dunia ilmiah.

Dilansir dari laman Your Tango pada Selasa (13/1), berikut merupakan 5 alasan mengapa kucing oren begitu istimewa, menurut sains.

1. Mereka cenderung lebih ekstrovert

Kucing oren dikenal memiliki kepribadian yang berani, ramah, dan mudah berinteraksi dengan manusia.

Meskipun secara ilmiah belum ada bukti pasti yang menghubungkan warna bulu dengan kepribadian, banyak pengamat mengungkapkan bahwa kucing oren cenderung lebih sosial dan bersahabat dibanding kucing dari warna lain.

Hal ini karena kemungkinan gen yang memengaruhi perilaku juga bisa diwariskan bersamaan dengan gen yang menentukan warna bulu, sehingga terbentuk pola perilaku khas pada kucing oren.

2. Bulu mereka bisa terlihat lebih gelap atau lebih terang tergantung suhu

Warna bulu kucing oren dapat berubah sedikit sesuai dengan suhu tubuh dan lingkungan sekitar.

Hal ini terkait dengan mutasi pada enzim tirosinase yang bertanggung jawab dalam memproduksi melanin, yakni pigmen yang memberi warna pada bulu.

Pada bagian tubuh yang lebih hangat, enzim ini tidak aktif, sehingga bulu tetap terlihat terang.

Sebaliknya, di bagian tubuh yang lebih dingin, seperti telinga, kaki, wajah, dan ekor, enzim ini aktif dan memproduksi melanin lebih banyak, sehingga membuat bulu tampak lebih gelap.

Fenomena ini membuat warna bulu kucing oren bisa tampak berbeda di beberapa bagian tubuhnya.

3. Garis-garis mereka unik

Setiap kucing oren memiliki pola garis yang berbeda-beda, sama seperti sidik jari pada manusia.

Pigmen oren yang disebut pheomelanin menghasilkan berbagai nuansa garis krem dan merah di seluruh tubuh kucing.

Pola garis ini terbentuk melalui kombinasi faktor genetik dan kebetulan, sehingga tidak ada kucing oren yang memiliki pola garis yang sama persis.

Perbedaan dalam waktu dan proses pembentukan garis selama perkembangan bulu membuat setiap kucing memiliki tata letak garis yang unik, yang menjadi ciri khas masing-masing kucing oren.

4. Sebagian besar kucing oren adalah jantan

Sekitar 80%, mayoritas kucing oren merupakan kucing jantan. Hal ini karena gen yang menentukan warna bulu oren terletak pada kromosom X.

Kucing jantan memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY), sehingga hanya memerlukan satu salinan gen oren untuk memiliki bulu sepenuhnya oren.

Sebaliknya, kucing betina memiliki dua kromosom X (XX), sehingga harus memiliki gen oren di kedua kromosomnya agar bulunya sepenuhnya oren.

Jika hanya memiliki satu gen oren, kucing betina akan memiliki bulu campuran, seperti calico atau tortoiseshell. Inilah alasan mengapa kucing oren betina jauh lebih jarang ditemui dibanding jantan.

5. Mereka cenderung lebih besar dibandingkan kucing lain

Secara umum, kucing jantan memang memiliki tubuh yang lebih besar dan berotot dibanding kucing betina.

Karena sebagian besar kucing oren adalah jantan, maka secara keseluruhan kucing oren terlihat lebih besar dibanding kucing dari warna lain.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk semua kucing oren. Kucing oren betina justru cenderung lebih kecil daripada kucing betina dari ras lain.

Dengan kata lain, ukuran besar pada kucing oren lebih berkaitan dengan jenis kelamin daripada warnanya.

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #alasan #mengapa #kucing #oren #begitu #istimewa #menurut #sains

KOMENTAR