Chip Memori Langka, Xiaomi Ungkap Imbasnya ke Harga Ponsel di Indonesia
Ringkasan berita:
- Xiaomi Indonesia menyebut kelangkaan memori global memberi tekanan biaya, tetapi tidak otomatis membuat seluruh harga ponsel naik.
- Marketing Director Andi Rareng menyatakan pasar smartphone Indonesia masih lesu sepanjang 2025.
- Xiaomi menegaskan tidak menunda peluncuran produk dan akan menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif di tengah isu kelangkaan RAM/DRAM.
– Xiaomi buka suara soal potensi dampak kelangkaan komponen memori (RAM/DRAM) terhadap pasar smartphone di Indonesia.
Isu ini belakangan ramai dibicarakan karena dinilai dapat memengaruhi harga perangkat elektronik, termasuk ponsel.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Rareng, mengatakan kondisi industri global memang memberi tekanan pada struktur biaya, termasuk di pasar Indonesia.
Meski demikian, Xiaomi menegaskan tidak akan serta-merta menaikkan seluruh harga ponselnya.
“Bagaimana soal harga smartphone Xiaomi di Indonesia ke depan, tentu akan kami lihat pada strategi di masing-masing peluncuran," kata Andi kepada KompasTekno di sela peluncuran Redmi Note 15 Series di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).
"Namun yang jelas, prinsip kami tetap menghadirkan produk dengan harga terbaik, meskipun kondisi pasar sedang menantang,” imbuh pria yang akrab disapa Bung Andi tersebut.
Ia menambahkan, setiap penyesuaian harga akan mempertimbangkan kebutuhan serta daya beli konsumen Indonesia.
Pasar ponsel Indonesia masih lesu
Andi mengungkapkan pasar smartphone Indonesia secara bisnis masih mengalami perlambatan atau lesu, seiring melemahnya daya beli dan penundaan siklus pembelian konsumen.
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Xiaomi untuk terus menghadirkan produk baru di Indonesia.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng ditemui di sela acara peluncuran Redmi Note 15 Series di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).
Andi menyebut perusahaan tetap percaya diri membawa perangkat yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal.
“Tahun ini akan lebih menantang, tetapi kami tetap percaya diri. Jauh sebelum fenomena ini, kami sudah melakukan pemetaan teknologi dan produk apa yang akan dibawa,” ujar Andi.
“Jadi, sejauh ini tidak ada penundaan peluncuran produk, baik karena kelangkaan memori maupun isu pengurangan pengiriman (shipment) ponsel di pasar,” imbuh dia.
Kelangkaan memori jadi isu global
Seperti diwartakan sebelumnya, kelangkaan memori terjadi di tengah lonjakan permintaan komponen untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Kondisi ini membuat pasokan ke pasar konsumen menjadi lebih ketat dan memicu kekhawatiran akan kenaikan harga smartphone di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Andi menilai situasi tersebut merupakan tantangan bersama yang dihadapi industri teknologi, bukan hanya oleh Xiaomi. Karena itu, setiap merek perlu menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif dan bertahan di pasar.
“Kalau bicara secara industri, ketika permintaan tinggi sementara pasokan di market terbatas, itu bisa memunculkan fenomena kenaikan harga. Ini bukan hanya terjadi di satu merek, tetapi di industri secara umum,” tutur Andi.
“Dalam kondisi global yang menantang seperti ini, setiap brand perlu punya strategi jangka panjang. Bagi kami, fokusnya adalah tetap menghadirkan produk yang relevan dan menjaga value untuk konsumen, bukan bereaksi berlebihan terhadap satu isu,” tutup dia.
Tag: #chip #memori #langka #xiaomi #ungkap #imbasnya #harga #ponsel #indonesia