Tukak Lambung, Nyeri Perut yang Bukan Sakit Maag Biasa
Penyakit tukak lambung mungkin terasa asing, padahal gejala-gejalanya merupakan keluhan paling umum di masyarakat, misalnya saja nyeri ulu hati, sendawa, mual, dan muntah.
Tukak lambung (peptic ulcer disease) berbeda dengan gejala maag biasa, karena penyakit ini terjadi akibat adanya luka pada lapisan dinding lambung atau pun usus halus bagian atas.
Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan, penyebab utamanya adalah bakteri Helicobacter pylori (H pylori).
Dijelaskan oleh Dr. Reyaz Singaporewalla, konsultan senior endokrinologi dan ahli bedah umum di ACE Specialist Surgery & Endoscopy, H pylori adalah organisme tangguh yang bisa beradaptasi di lingkungan yang sangat asam di lambung.
Baca juga: Gastritis akibat Stres, Ketika Tekanan Emosi Menyerang Lambung
“Bakteri tersebut menghasilkan enzim yang disebut urease, yang menciptakan lingkungan mikro yang lebih basa di sekitarnya. Ini membantunya menetralkan asam dan bertahan hidup,” jelasnya.
Urease inilah yang memicu peradangan lambung, yang menyebabkan apa yang kita kenal sebagai gastritis kronis.
“Ini melemahkan lapisan lambung dan asam lambung pada akhirnya dapat mengikis lapisan lambung hingga membentuk tukak,” jelas Dr. Melvin Look, konsultan ahli bedah gastrointestinal di PanAsia Surgery.
Baca juga: James Van Der Beek Meninggal karena Kanker Usus Besar, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
Bagaimana bakteri ini masuk ke lambung
Infeksi bakteri H pylori paling sering dikaitkan dengan makan bersama, kurang menjaga kebersihan tangan dan sanitasi yang buruk.
"Mencicipi makanan dari mangkuk yang sama atau kontak fisik dekat yang melibatkan air liur, kebersihan tangan yang buruk sebelum makan atau memasak juga dapat meningkatkan risiko penyebaran fekal-oral,” kata Dr.Singaporewalla.
Penyebaran bakteri juga dapat terjadi selama masa kanak-kanak, kata Dr. Chua Tju Siang, konsultan senior gastroenterologi di AliveoMedical.
Baca juga: Permen Karet Tertelan, Benarkah Bisa Menempel di Usus?
Ilustrasi cuci tangan. Kebiasaan hidup versih dapat mencegah infeksi cacing.
“Meski jarang, tapi penyebarannya juga dapat terjadi melalui paparan muntahan atau orang dewasa mengunyah makanan sebelum memberi makan bayi,” katanya seperti dikutip dari CNA.com.
Walau begitu, tidak semua orang yang mengalami kontak dengan bakteri ini akan menderita tukak lambung. Hanya 10-20 persen saja yang bisa berkembang jadi tukak lambung.
"Pada mereka yang mengalaminya, biasanya terjadi setelah periode peradangan yang berkepanjangan, seringkali berbulan-bulan hingga bertahun-tahun,” kata Dr.Singaporewalla.
Baca juga: Kisah Steven, Sakit Radang Usus akibat Pola Makan dan Hobi Begadang
Meski begitu, bakteri H. pylori tidak boleh dianggap enteng. Seringkali, kanker di bagian bawah lambung disebabkan oleh infeksi H. pylori kronis dalam 90 persen kasus.
“H. pylori adalah infeksi yang sangat umum di Singapura dan beberapa bagian Asia seperti Vietnam dan Tiongkok,” lanjut Dr. Look.
Ia menambahkan, pada tahun 1994, bakteri ini diklasifikasikan sebagai karsinogen Kelas 1 oleh Organisasi Kesehatan Dunia, menjadikannya satu-satunya bakteri yang diakui sebagai penyebab pasti kanker pada manusia karena secara khusus dikaitkan dengan perkembangan kanker lambung dan limfoma lambung.
Baca juga: Bukan Maag Biasa, Kang Seo Ha Meninggal karena Kanker Lambung: Ini Bedanya
Gejala infeksi H pylori
“Banyak orang yang terinfeksi H. pylori tidak menunjukkan gejala sama sekali. Jika gejala muncul, biasanya terkait dengan iritasi lambung atau tukak lambung,” kata Dr. Chua.
Menurut Dr. Singaporewalla, gejala yang mungkin menunjukkan tukak lambung biasanya menetap lebih dari beberapa minggu atau berulang kali terjadi.
Waspadai jika gejala berikut tidak kunjung sembuh:
- Rasa tidak nyaman atau terbakar di perut bagian atas
- Perut kembung atau cepat kenyang
- Mual
- Sering bersendawa
- Gangguan pencernaan berulang
Baca juga: Dokter: Mengunyah dengan Baik Cegah Kanker Lambung
Menurut Dr. Look, ketika terjadi tukak lambung, rasa tidak nyaman ringan dapat menjadi lebih intens dan menetap.
“Rasa sakit dapat membangunkan Anda di malam hari atau dapat menjalar ke bagian belakang tubuh. Tukak dapat mulai berdarah, sehingga Anda mungkin muntah darah atau mengeluarkan darah hitam seperti tar dalam tinja,” ujarnya.
Gejala lain yang lebih serius termasuk penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan atau anemia, yang mungkin mengindikasikan komplikasi dan perlu dilakukan evaluasi medis.
Pengobatan tukak lambung
Setidaknya dua jenis antibiotik diresepkan untuk memberantas bakteri H. pylori. Obat golongan penghambat pompa proton (PPI) sering ditambahkan untuk mengurangi produksi asam di lambung, dan membantu menyembuhkan tukak yang ada.
“Menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan sesuai resep sangat penting untuk keberhasilan pemberantasan,” tegas Dr.Singaporewalla.
Sayangnya, mengatur pola makan saja tidak cukup efektif untuk mengatasi penyakit ini karena H pylori sangat sulit dihilangkan tanpa obat.
“Meskipun perubahan pola makan dapat mengurangi gejala, peradangan, atau aktivitas bakteri, namun hal itu tidak sepenuhnya membunuh bakteri,” tambah Dr. Chua.
Baca juga: Sama-sama di Lambung, Dokter: Ini Beda Gastritis dan GERD
Tag: #tukak #lambung #nyeri #perut #yang #bukan #sakit #maag #biasa