Apakah Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Pakar IDAI
Ilustrasi virus. Pakar IDAI menilai risiko virus Nipah menjadi pandemi global relatif kecil meski kewaspadaan tetap diperlukan.(Freepik)
19:06
30 Januari 2026

Apakah Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Pakar IDAI

Kekhawatiran virus Nipah berpotensi menjadi pandemi global kembali mengemuka seiring sorotan dunia terhadap penyakit mematikan ini.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. Dominicus Husada, menilai risiko virus Nipah menjadi pandemi relatif kecil dibandingkan Covid-19.

“Penularan virus Nipah tidak semudah virus yang menyebar lewat udara seperti SARS-CoV-2,” ujar Dominicus dalam webinar “Mengenal dan Mewaspadai Nipah” Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yang diikuti Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena potensi wabah lokal masih dapat terjadi.

Baca juga: Waspada Lonjakan Kasus Virus Nipah di India, Ini Langkah Antisipasi Kemenkes untuk Wilayah Indonesia

Penularan Nipah dinilai tidak secepat Covid-19

Dominicus menjelaskan bahwa salah satu syarat utama suatu penyakit menjadi pandemi adalah kemampuan menular secara cepat dan luas antarmanusia.

“Virus Nipah menular terutama melalui kontak dengan cairan tubuh atau paparan langsung, bukan melalui udara,” katanya.

Menurutnya, karakteristik penularan tersebut membuat virus Nipah lebih berpotensi menimbulkan wabah terbatas dibandingkan pandemi global.

Baca juga: Situasi Terkini Virus Nipah di Indonesia, Epidemiolog Ingatkan Gejala dan Pencegahannya

Wabah lokal tetap berpotensi terjadi

Tangkapan layar webinar IDAI, Kamis (29/1/2026). Pakar IDAI menilai risiko virus Nipah menjadi pandemi global relatif kecil meski kewaspadaan tetap diperlukan.Tangkapan layar webinar IDAI Tangkapan layar webinar IDAI, Kamis (29/1/2026). Pakar IDAI menilai risiko virus Nipah menjadi pandemi global relatif kecil meski kewaspadaan tetap diperlukan.

Meski risiko pandemi dinilai kecil, Dominicus menegaskan bahwa potensi wabah lokal tetap harus diwaspadai.

“Wabah bisa terjadi di tingkat lokal, seperti satu kota atau satu wilayah, terutama jika deteksi dan pencegahan terlambat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa negara dengan populasi kelelawar yang besar dan interaksi manusia-hewan yang tinggi perlu memiliki sistem kewaspadaan yang baik.

Baca juga: Bukan Lima Kasus, Ini Penjelasan Resmi India Soal Situasi Terkini Wabah Virus Nipah

Mutasi virus tetap jadi faktor risiko

Dominicus mengingatkan bahwa virus, termasuk Nipah, memiliki kemampuan untuk bermutasi seiring waktu.

“Virus itu makhluk hidup, dia bisa berubah untuk mempertahankan diri,” katanya.

Ia mencontohkan virus flu burung yang memiliki tingkat kematian tinggi, tetapi tidak menjadi pandemi karena tidak mudah menular antarmanusia, meski potensi mutasi tetap ada.

IDAI tekankan kewaspadaan dini dan deteksi

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), menegaskan bahwa kewaspadaan dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus Nipah.

“Kesiapsiagaan lebih penting daripada ketakutan, karena dengan deteksi dini, risiko penyebaran bisa ditekan,” ujar Piprim dalam webinar yang sama.

Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu memahami jalur penularan dan menerapkan pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: PHBS Jadi Kunci Cegah Virus Nipah, IDAI Ingatkan Warga Tetap Waspada

Waspada tanpa menimbulkan kepanikan

IDAI kembali mengingatkan bahwa isu potensi pandemi virus Nipah harus disikapi secara rasional. Menurut Dominicus, kepanikan justru dapat menghambat respons kesehatan yang tepat.

“Yang dibutuhkan adalah kewaspadaan berbasis data, bukan ketakutan,” katanya.

Baca juga: Anak Bisa Terinfeksi Virus Nipah, IDAI Jelaskan Risiko dan Cara Mencegahnya

Tag:  #apakah #virus #nipah #bisa #jadi #pandemi #penjelasan #pakar #idai

KOMENTAR