Kasus Virus Nipah Meningkat di India, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi demam. Gejala awal virus Nipah kerap menyerupai flu, tetapi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan dan radang otak yang berisiko fatal.(Freepik)
10:24
27 Januari 2026

Kasus Virus Nipah Meningkat di India, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Infeksi virus Nipah kerap diawali gejala ringan yang menyerupai flu, tetapi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan berat hingga peradangan otak.

World Health Organization (WHO) mencatat tingkat kematian akibat virus Nipah dalam berbagai wabah mencapai 40–75 persen, menjadikannya salah satu patogen paling mematikan yang diawasi secara global.

Peningkatan kasus terbaru di India, termasuk di wilayah Bengala Barat dan Kerala, membuat pengenalan gejala virus Nipah sejak dini menjadi sangat penting.

Wabah di India

Mengutip laporan The Independent, India saat ini tengah berupaya menahan penyebaran virus Nipah setelah sejumlah kasus terkonfirmasi, termasuk pada tenaga kesehatan.

Hampir 100 orang dilaporkan menjalani karantina, sementara beberapa pasien harus dirawat secara intensif karena kondisi yang memburuk dalam waktu singkat.

WHO menilai wabah ini masih bersifat lokal, tetapi tetap berisiko tinggi karena virus Nipah dapat menular antarmanusia dan hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus.

Gejala awal virus Nipah yang sering diabaikan

Ilustrasi wabah. Gejala awal virus Nipah kerap menyerupai flu, tetapi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan dan radang otak yang berisiko fatal.Freepik Ilustrasi wabah. Gejala awal virus Nipah kerap menyerupai flu, tetapi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan dan radang otak yang berisiko fatal.

Gejala virus Nipah biasanya muncul mendadak setelah masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari. Dr. Suzanne Wylie, dokter umum dan penasihat medis IQdoctor, menjelaskan bahwa tanda awal infeksi sering kali tidak khas.

“Gejala awal virus Nipah menyerupai penyakit flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, dan rasa lelah,” ujar Wylie, seperti dikutip dari Cosmopolitan.

Gejala virus Nipah yang dapat muncul meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan
  • Mual atau muntah

Menurut Wylie, kesamaan gejala inilah yang membuat infeksi virus Nipah kerap terlambat dikenali.

Gangguan pernapasan yang cepat memburuk

Pada sebagian pasien, infeksi virus Nipah dapat berkembang ke sistem pernapasan. Wylie menjelaskan bahwa pasien dapat mengalami batuk dan kesulitan bernapas, yang pada kasus tertentu berkembang menjadi gangguan pernapasan berat.

“Beberapa pasien mengalami gejala pernapasan seperti batuk dan kesulitan bernapas, yang dapat menjadi tanda infeksi semakin serius,” kata Wylie.

WHO menyebut keterlibatan sistem pernapasan sebagai salah satu faktor yang meningkatkan risiko kematian akibat virus Nipah.

Gejala neurologis dan risiko radang otak

Komplikasi paling berbahaya dari infeksi virus Nipah adalah keterlibatan sistem saraf pusat. Mengutip WHO, virus Nipah dapat menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak yang berpotensi fatal.

Wylie menegaskan bahwa kondisi ini dapat memunculkan gejala neurologis berat.

“Dalam kasus yang lebih parah, virus Nipah dapat menyebabkan ensefalitis, yang ditandai dengan kebingungan, kantuk berlebihan, kejang, hingga penurunan kesadaran,” jelasnya.

Gejala neurologis yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Kantuk berlebihan
  • Kebingungan dan disorientasi
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran hingga koma

Mengapa virus Nipah dianggap berisiko tinggi?

WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai priority pathogen karena tingkat kematiannya yang tinggi dan potensi wabah berulang.

Sebagian pasien yang selamat dari infeksi virus Nipah dilaporkan mengalami gangguan saraf jangka panjang, seperti kejang berulang dan perubahan perilaku.

Hal ini menunjukkan bahwa dampak virus Nipah tidak hanya berbahaya pada fase akut, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup pasien dalam jangka panjang.

Kapan harus segera mencari pertolongan medis?

WHO dan para ahli kesehatan menyarankan masyarakat segera mencari pertolongan medis jika mengalami demam yang disertai gangguan pernapasan atau gejala neurologis.

Langkah ini menjadi penting terutama setelah bepergian ke wilayah terdampak atau melakukan kontak dengan pasien terinfeksi.

Hingga kini, penanganan virus Nipah masih bersifat suportif dan berfokus pada pengelolaan gejala serta komplikasi yang muncul.

Lonjakan kasus di India menjadi pengingat bahwa virus Nipah bukan sekadar flu biasa, melainkan penyakit serius yang dapat berkembang cepat dan berisiko fatal bila terlambat ditangani.

Tag:  #kasus #virus #nipah #meningkat #india #gejala #yang #perlu #diwaspadai

KOMENTAR