Apa Itu Virus Nipah? Penyakit Menular Berbahaya Mirip Flu yang Belum Punya Vaksin
Ilustrasi virus nipah. Virus Nipah adalah penyakit menular berbahaya yang ditularkan dari hewan ke manusia, memiliki tingkat kematian tinggi, dan hingga kini belum memiliki vaksin.(Shutterstock/Jarun Ontakrai)
18:06
26 Januari 2026

Apa Itu Virus Nipah? Penyakit Menular Berbahaya Mirip Flu yang Belum Punya Vaksin

Virus Nipah kembali menjadi perhatian setelah sejumlah kasus dilaporkan di India dan mendorong negara-negara tetangga meningkatkan kewaspadaan.

Penyakit ini dikenal berbahaya karena tingkat kematiannya tinggi serta belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus.

Asal-usul virus Nipah

Mengutip laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (5/10/2023), virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada 1999 di Malaysia, terkait wabah penyakit pada peternakan babi.

World Health Organization (WHO) mencatat bahwa reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar buah dari genus Pteropus.

Kelelawar tersebut tidak menunjukkan gejala sakit, tetapi dapat menularkan virus ke hewan lain, seperti babi, sebelum akhirnya menginfeksi manusia.

Ilustrasi virus Nipah di India. Virus Nipah adalah penyakit menular berbahaya yang ditularkan dari hewan ke manusia, memiliki tingkat kematian tinggi, dan hingga kini belum memiliki vaksin.BSIP/CDC via DW INDONESIA Ilustrasi virus Nipah di India. Virus Nipah adalah penyakit menular berbahaya yang ditularkan dari hewan ke manusia, memiliki tingkat kematian tinggi, dan hingga kini belum memiliki vaksin.

Perubahan lingkungan seperti penebangan hutan membuat kelelawar kehilangan habitat alami.

Kondisi ini mendorong kelelawar mendekati pemukiman dan peternakan, sehingga meningkatkan risiko perpindahan virus dari hewan ke manusia.

Virus Nipah termasuk kelompok Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga mencakup penyebab campak dan gondongan, namun memiliki karakteristik yang lebih berbahaya.

Cara penularan virus Nipah

Virus Nipah dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.

Penularan juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau daging hewan terinfeksi yang dimasak tidak sempurna.

Selain dari hewan ke manusia, The Independent melaporkan bahwa penularan antarmanusia juga pernah terjadi, terutama melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi.

Gejala infeksi virus Nipah

Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari sebelum gejala muncul. Gejala virus Nipah awal umumnya berupa:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot

Dalam kondisi yang lebih berat, pasien dapat mengalami sesak napas, muntah, kesulitan menelan, hingga peradangan otak atau ensefalitis.

Hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah gejala berat muncul, pasien dapat mengalami penurunan kesadaran, kejang, hingga jatuh ke kondisi koma.

Mengapa virus Nipah dianggap sangat berbahaya?

Dikutip dari Global Times, WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai priority pathogen karena potensi wabahnya yang tinggi.

Hingga saat ini, dunia medis belum memiliki vaksin khusus maupun obat antivirus untuk melawan virus Nipah secara langsung. Penanganan yang dilakukan saat ini barulah sebatas perawatan pendukung untuk menjaga kondisi fisik pasien tetap stabil.

Dalam berbagai wabah sebelumnya, tingkat kematian akibat infeksi virus Nipah dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Tidak seperti virus flu biasa yang menetap di saluran pernapasan, virus Nipah memiliki sifat neurotropik, artinya ia mampu menembus pelindung otak. Hal ini memicu peradangan otak hebat atau ensefalitis.

Mengutip WHO, ensefalitis merupakan komplikasi paling serius dan dapat berujung pada kematian.

Selain menyerang saraf, virus ini juga merusak jaringan paru-paru secara agresif, menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas parah yang sering kali berujung fatal jika tidak dibantu alat pernapasan.

Situasi global dan kewaspadaan

Kemunculan kembali kasus virus Nipah di India mendorong sejumlah negara, termasuk Thailand dan Nepal, meningkatkan kewaspadaan melalui skrining kesehatan pendatang.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lintas negara, mengingat virus Nipah dapat menular dari manusia ke manusia.

Upaya pencegahan yang dianjurkan

Pencegahan virus Nipah dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko, seperti kelelawar dan babi.

Masyarakat juga dianjurkan mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi serta memastikan daging dimasak hingga matang.

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit menjadi langkah pencegahan dasar yang penting.

Belum ada kasus virus Nipah di Indonesia

Meski hingga kini belum ada laporan kasus virus Nipah di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan.

Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa virus Nipah merupakan penyakit menular serius yang dapat menyebar cepat jika tidak diantisipasi sejak dini.

Pemahaman mengenai apa itu virus Nipah, cara penularan, dan gejalanya menjadi langkah awal untuk melindungi diri dan masyarakat.

Tag:  #virus #nipah #penyakit #menular #berbahaya #mirip #yang #belum #punya #vaksin

KOMENTAR