Presiden Inter Blak-blakan Ciri-ciri Pelempar Flare ke Emil Audero, Rekaman CCTV Jadi Kunci
Ilustrasi suporter dan flare [Suara.com]
11:18
2 Februari 2026

Presiden Inter Blak-blakan Ciri-ciri Pelempar Flare ke Emil Audero, Rekaman CCTV Jadi Kunci

Baca 10 detik
  • Insiden pelemparan flare mengenai kiper Emil Audero terjadi pada Minggu (1/2/2026) di menit ke-48 saat laga Cremonese kontra Inter Milan.
  • Otoritas Serie A serius menyelidiki pelaku yang diduga berasal dari tribun pendukung Inter menggunakan rekaman CCTV stadion.
  • Inter Milan terancam sanksi berat oleh liga, sementara Presiden Beppe Marotta mengecam keras aksi tersebut dan mendukung investigasi.

Insiden pelemparan flare yang mengenai kiper Timnas Indonesia, Emil Audero di pertandingan Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Minggu (1/2/2026) waktu setempat, kini memasuki tahap penyelidikan serius.

Fokus utama otoritas Serie A dan aparat keamanan tertuju pada terduga pelaku yang berasal dari sektor pendukung Inter Milan.

Peristiwa tersebut terjadi pada menit ke-48, sesaat setelah babak kedua dimulai. Sebuah flare dilaporkan dilempar dari tribun tim tamu ke arah lapangan dan mengenai Audero yang sedang berada di area pertahanan Cremonese.

Pihak keamanan stadion bersama otoritas liga kini melakukan penelusuran intensif untuk mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab atas aksi berbahaya tersebut.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) stadion serta dokumentasi visual dari siaran pertandingan menjadi alat utama untuk mengungkap identitas pelaku.

Kiper Timnas Indonesia dan Cremonese tampil heroik ketika menahan imbang Lazio di Serie A Italia. (Instagram/@uscremonese) PerbesarKiper Timnas Indonesia dan Cremonese tampil heroik ketika menahan imbang Lazio di Serie A Italia. (Instagram/@uscremonese)

Jika pelaku berhasil diidentifikasi, sanksi berat berpotensi dijatuhkan, mulai dari larangan masuk stadion dalam jangka panjang hingga proses hukum sesuai regulasi yang berlaku di Italia.

Selain itu, Inter Milan juga terancam hukuman dari otoritas Liga Italia, meski aksi tersebut diduga dilakukan oleh oknum suporter.

Ancaman sanksi bagi Inter mencakup denda besar, penutupan sebagian sektor penonton pada laga kandang, hingga hukuman administratif lainnya, tergantung pada hasil akhir investigasi otoritas Serie A dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, secara terbuka mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan sikap klub yang sama sekali tidak mentoleransi perilaku tidak sportif dari suporter.

“Saya memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola dan ini adalah situasi yang belum pernah saya alami. Ini adalah gestur yang bodoh dan sangat jauh dari nilai-nilai olahraga,” ujar Marotta, seperti dikutip dari Il Messaggero.

Marotta menegaskan bahwa Inter sepenuhnya mendukung langkah penyelidikan yang sedang dilakukan pihak berwenang.

Ia juga menekankan bahwa klub siap bekerja sama untuk memastikan pelaku segera diungkap dan diberi sanksi setimpal. Marotta kemudian menyebut ciri-ciri terduga pelaku yang bisa saja tindikan individu bukan kelompok suporter.

“Otoritas sedang melakukan investigasi. Bisa saja ini hanya tindakan individu, tetapi tetap saja ini adalah situasi yang harus dikutuk. Kami ingin menyampaikan sikap tegas bahwa klub menentang keras kejadian seperti ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Marotta menyebut insiden pelemparan flare ini mencederai citra Inter Milan sebagai klub besar dan merusak nilai-nilai sportivitas yang selama ini dijunjung tinggi.

Ia juga mengapresiasi profesionalisme Emil Audero yang tetap melanjutkan pertandingan meski sempat mengalami insiden mengerikan.

Peristiwa tersebut terjadi pada menit ke-48, tak lama setelah babak kedua dimulai.

Dari tribun suporter Inter Milan, sebuah flare dilempar ke dalam lapangan dan mengenai Audero yang tengah berada di area pertahanan Cremonese.

Tim medis Cremonese pun segera masuk ke lapangan untuk memastikan kondisi sang penjaga gawang.

Suasana di Stadion Zini mendadak tegang, sementara wasit Davide Massa langsung menghentikan pertandingan selama tiga menit.

Beruntung, setelah beberapa menit mendapat perawatan, Audero mampu bangkit dan berdiri kembali.

Kontributor: M.Faqih

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #presiden #inter #blak #blakan #ciri #ciri #pelempar #flare #emil #audero #rekaman #cctv #jadi #kunci

KOMENTAR