Cara Mengenali Paparan Timbal pada Anak
Ilustrasi anak makan bekal.(Freepik rawpixel.com)
19:06
22 Januari 2026

Cara Mengenali Paparan Timbal pada Anak

– Berbeda dengan penyakit infeksi yang cepat memunculkan keluhan, paparan timbal pada anak sering tanpa gejala jelas dan baru terlihat dampaknya dalam jangka panjang.

Direktur Kesehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Then Suyanti, MM menjelaskan, paparan timbal tidak menunjukkan efek yang langsung dirasakan.

Paparan timbal ini efeknya jangka panjang, karena kami juga memeriksa data-data yang ada, kondisi ini tidak terlihat dalam gejala langsung,” jelasnya dalam pemaparan hasil Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD) pada anak di Indonesia dan Risalah Kebijakan di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

Adakah gejala khusus dari paparan timbal pada anak?

Ia menambahkan, gejala paparan timbal tidak seperti penyakit pernapasan yang segera memunculkan batuk atau demam.

“Gejala paparan timbal ini tidak seperti ISPA yang muncul batuk-batuk atau demam, tetapi muncul dalam jangka panjang jika kadar timbal dalam darah tinggi,” ujarnya.

Karena tidak menimbulkan keluhan yang khas, banyak kasus paparan timbal pada anak tidak terdeteksi. Padahal, timbal bersifat kumulatif di dalam tubuh.

Zat ini dapat terus menumpuk di dalam darah dan organ tubuh anak, sehingga perlahan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Paparan timbal sulit dideteksi tanpa pemeriksaan darah

Menurut Then, sifat kumulatif timbal menjadi salah satu alasan utama mengapa paparan ini sulit dikenali sejak awal.

“Paparannya kumulatif di dalam darah menyebabkan gangguan yang lain seperti anemia tapi tidak langsung. Oleh karena itu, agak sulit mendeteksinya kalau tidak melakukan pemeriksaan darah,” kata Then.

Tanpa pemeriksaan laboratorium, orangtua cenderung tidak menyadari bahwa anaknya sedang terpapar timbal. 

Kondisi anak mungkin terlihat sehat, aktif, dan tidak menunjukkan tanda penyakit yang mencolok. 

Namun, di dalam tubuh, timbal dapat terus menumpuk dan perlahan memengaruhi sistem organ, termasuk sistem saraf, pembentukan darah, dan proses tumbuh kembang.

Situasi inilah yang membuat paparan timbal disebut sebagai ancaman kesehatan yang sunyi. Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi efeknya dapat bersifat permanen jika tidak ditangani sejak dini.

Anemia, salah satu tanda awal yang sering muncul

Epidemiolog dari Vital Strategies, Edwin Siswono menjelaskan, timbal memiliki hubungan erat dengan terjadinya anemia pada anak.

“Kadar timbal dalam darah itu seperti berlomba dengan zat besi dalam tubuh, jadi kalau kadarnya tinggi, anak bisa mengidap anemia,” terang dia.

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin di dalam tubuh anak menurun. Padahal, sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. 

Jika anak mengalami anemia, ia dapat menjadi mudah lelah, pucat, kurang berenergi, dan sulit berkonsentrasi.

Meski begitu, gejala anemia ini sering kali tidak langsung dikaitkan dengan paparan timbal.  Banyak orangtua mengira anemia hanya disebabkan oleh kekurangan gizi atau pola makan yang kurang seimbang, padahal timbal juga bisa menjadi faktor pemicunya.

Dampak pada tumbuh kembang anak

Selain anemia, paparan timbal juga berkaitan dengan gangguan tumbuh kembang. Edwin menegaskan, efek timbal bukan hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga pada kemampuan kognitif anak.

“Anak-anak yang tumbuh kembangnya terhambat, mengalami stunting, atau kecerdasannya menurun juga jadi efek jangka panjang dari paparan timbal,” katanya.

Keterlambatan tumbuh kembang dapat terlihat dari berat dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia, kemampuan motorik yang lambat berkembang, hingga keterlambatan bicara. 

Dalam aspek kognitif, anak bisa mengalami kesulitan belajar, sulit fokus, serta mengalami penurunan kemampuan berpikir.

Dampak ini sangat merugikan karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup anak di masa depan. Anak yang mengalami gangguan perkembangan akibat paparan timbal berisiko menghadapi kesulitan dalam pendidikan dan interaksi sosial.

Pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan darah

Karena tidak ada gejala yang khas, pemeriksaan darah menjadi satu-satunya cara yang akurat untuk mengetahui apakah anak terpapar timbal. 

Pemeriksaan ini dapat mengukur kadar timbal dalam darah dan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan.

Then menyarankan agar orangtua lebih proaktif dalam memeriksakan kesehatan, khususnya pemeriksaan darah anak.

“Itulah mengapa, kami menyarankan para ibu mengajak anak untuk melakukan pemeriksaan darah di faskes terdekat atau dengan bantuan para kader dalam mendeteksi kadar timbal dalam darah anak,” katanya.

Tag:  #cara #mengenali #paparan #timbal #pada #anak

KOMENTAR