Cacar Api Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini Cerita Keluarga Maia Estianty
Maia Estianty, musisi sekaligus Duta Kampanye Kenali Cacar Api dalam acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).(Dok. GSK Indonesia)
15:06
19 Januari 2026

Cacar Api Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini Cerita Keluarga Maia Estianty

- Cacar api atau herpes zoster kerap dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang lansia. Namun, pengalaman keluarga Maia Estianty menunjukkan bahwa penyakit ini juga dapat terjadi pada usia muda.

Maia Estianty, musisi sekaligus Duta Kampanye Kenali Cacar Api, menceritakan bahwa anaknya, Al Ghazali, dan keponakannya pernah mengalami cacar api saat masih berusia 20 tahun.

“Keponakan di umur 20 tahun kena cacar api. Al Ghazali kena dua, cacar api dan cacar air. Pertama cacar air dulu waktu bayi, cacar api di umur 20 tahun,” jelasnya dalam acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).

Pengalaman tersebut membuat Maia menyadari bahwa cacar api tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut.

Ia mengatakan, kejadian di keluarganya menjadi alasan utama dirinya ingin lebih banyak mengedukasi masyarakat tentang cacar api.

“Jadi itu yang membuat aku pengin, apalagi aku sudah 50 tahun, mengedukasi apa sih cacar api,” tuturnya.

Usia muda tetap bisa terkena

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR menguatkan pengalaman Maia bahwa usia muda bukan jaminan bebas dari cacar api, terutama bila sistem imun tubuh menurun.

“Kalau memang punya autoimun, asma, alergi, menggunakan steroid, ini juga berisiko karena obat-obatan tersebut bisa menurunkan sistem imun kita. Punya kanker, kemoterapi, itu juga meningkatkan risiko.”

Ia menambahkan bahwa usia produktif tetap dapat menjadi kelompok yang terdampak sehingga pencegahan perlu dipertimbangkan.

“Belum 50 tahun, tapi 35 tahun ada pengobatan kanker, itu menurunkan sistem imun, itu juga bisa jadi vaksin,” saran dr. Sandra.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa cacar api dapat terjadi pada usia muda, terutama pada orang dengan kondisi medis tertentu yang memengaruhi daya tahan tubuh.

Seseorang yang pernah cacar air tetap berisiko

(Ki-ka) dr. Johan Wijoyo - Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia, Maia Estianti - Duta Kampanye Kesehatan ?Kenali Cacar Api?, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Siloam Lippo Village, dalam acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).KOMPAS.com/Aliyah Shifa Rifai (Ki-ka) dr. Johan Wijoyo - Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia, Maia Estianti - Duta Kampanye Kesehatan ?Kenali Cacar Api?, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Siloam Lippo Village, dalam acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).

Cacar api disebabkan oleh virus Varicella Zoster, yaitu virus yang sama dengan penyebab cacar air. 

Virus ini tidak hilang dari tubuh setelah seseorang sembuh dari cacar air, melainkan tetap berada di dalam tubuh dan dapat kembali aktif ketika daya tahan tubuh menurun.

"Virusnya ini adalah virus yang sama pada saat kita dulu terkena cacar air pada waktu masa kanak-kanak," jelas dr. Sandra.

"Tapi pada saat kita terkena cacar air dan sembuh, virusnya ini tidak ikut sembuh. Dia tidak ikut mati, tapi dia menetap diam dalam tubuh kita," jelasnya lebih lanjut.

Oleh sebab itu, siapa pun yang pernah mengalami cacar air memiliki potensi mengalami cacar api di kemudian hari, baik di usia muda maupun usia lanjut.

Bukan penyakit khusus lansia

Meski kelompok lansia tetap menjadi populasi dengan risiko tertinggi, pengalaman keluarga Maia menunjukkan bahwa cacar api bukan penyakit eksklusif lansia. 

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja yang pernah mengalami cacar air, terutama ketika kondisi tubuh tidak sedang optimal.

Berdasarkan pengalamannya, Maia berharap masyarakat tidak lagi memandang cacar api sebagai penyakit ringan. Ia menilai, edukasi sejak dini penting agar orang lebih cepat mengenali gejala dan tidak menunda pemeriksaan ketika keluhan mulai muncul.

“Ini yang harus kita pikirkan bahwa kita yang alumni cacar air wajib untuk vaksin karena kita tahu di dalam tubuh kita sedang ada virus yang sedang tidur yang suatu saat bisa menyerang ketika imun kita lagi drop itu akan muncul lagi,” ucap Maia.

Tag:  #cacar #bisa #terjadi #usia #muda #cerita #keluarga #maia #estianty

KOMENTAR