Cacar Api Tidak Sekadar Nyeri dan Ruam, Waspadai Risiko Komplikasinya
Cacar api atau herpes zoster tidak hanya menimbulkan rasa nyeri. Namun, risiko komplikasinya dapat ditekan dengan pencegahan yang tepat.(FREEPIK/ FREEPIK)
22:06
17 Januari 2026

Cacar Api Tidak Sekadar Nyeri dan Ruam, Waspadai Risiko Komplikasinya

- Cacar api atau herpes zoster tidak hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. 

Meskipun demikian, risiko komplikasi dapat ditekan dengan pencegahan yang tepat, termasuk menjaga daya tahan tubuh dan melakukan vaksinasi.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR menjelaskan bahwa komplikasi cacar api bukan hanya soal ruam dan rasa sakit.

“Komplikasi cacar api itu tidak hanya sakit saja. Ya sakit ini sudah mengganggu kualitas hidup, tidak bisa tidur, bisa melewatkan kegiatan yang penting,” ujarnya dalam acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).

Rasa nyeri yang muncul dapat membuat penderita sulit beristirahat dan membatasi aktivitas sehari-hari, sehingga juga berdampak pada emosional.

Risiko pada bagian wajah

Selain nyeri, cacar api juga dapat menimbulkan komplikasi di area wajah. Pada kondisi tertentu, hal ini dapat berujung pada kebutaan.

“Ada juga berbagai komplikasi yang lain selain dari komplikasi sakit. Jadi kalau kena di daerah wajah, dia bisa menyerang mata. Kalau terlambat, kita bisa mengalami gangguan penglihatan karena cacar api,” jelasnya.

Bukan hanya itu, bekas luka di wajah juga bisa menimbulkan masalah estetika.

“Dan bayangkan kalau ada bekas di wajah ini, akan mengganggu estetika ya, jadi tidak enak. Selain itu juga bisa menyebabkan komplikasi pada telinga, gangguan keseimbangan, bahkan mulutnya bisa mencong,” papar dr. Sandra.

Herpes zoster pada mata bisa sebabkan kebutaan

Lebih lanjut, dr. Sandra juga menjelaskan adanya jenis cacar api yang menyerang area mata.

“Jadi ada herpes zoster oftalmikus, dia mengenai saraf di daerah mata. Herpes zoster itu biasanya ada dermatom saraf tertentu. Bisa di dada, bisa di mata, bisa di telinga,” jelasnya.

Komplikasi paling serius dapat terjadi bila herpes zoster di wajah mengenai bagian mata dan infeksi mata terlambat ditangani.

Kondisi ini bsa menyebabkan gangguan pada kornea, yang selanjutnya bisa menyebabkan kebutaan.

Risiko lebih besar pada orang dengan imun rendah

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR saat ditemui setelah acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).KOMPAS.com/Aliyah Shifa Rifai Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR saat ditemui setelah acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).

Ditegaskan dr. Sandra, komplikasi lebih berisiko terjadi pada orang dengan sistem imun yang lemah, termasuk pada orang yang sudah sangat tua dan orang yang punya banyak penyakit.

Pada kondisi berat, komplikasi bisa menyerang organ vital, seperti otak dan paru.

“Bisa terjadi radang pada otak. Kemudian bisa terjadi radang paru,” katanya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa cacar api bukan penyakit yang bisa dianggap ringan, sehingga masyarakat perlu peduli terhadap pentingnya menjaga gaya hidup sehat.

Pencegahan lewat imun dan vaksinasi

Meski memiliki risiko serius, dr. Sandra mengungkap, bahwa cacar api dapat dicegah. Selain dengan menjaga imun, cacar api juga bisa dicegah melalui vaksinasi.

“Vaksinasi bukan hanya penting untk anak-anak. Banyak di antara kita yang tidak tahu bahwa orang dewasa juga butuh vaksin, tidak hanya cucu-cucu atau anak-anak kita, karena ada yang namanya vaksinasi dewasa,” jelasnya.

Dengan menjaga daya tahan tubuh, menerapkan pola hidup sehat, serta melengkapi vaksinasi, risiko cacar api dan komplikasinya dapat ditekan.

Cacar api memang bukan penyakit ringan, tetapi dapat dicegah dan dikendalikan bila ditangani dengan tepat sejak awal.

Tag:  #cacar #tidak #sekadar #nyeri #ruam #waspadai #risiko #komplikasinya

KOMENTAR