Mengapa Orang yang Pernah Cacar Air Masih Berisiko Cacar Api? Dokter Jelaskan
- Pernah mengalami cacar air saat kecil, bukan berarti tubuh sepenuhnya terbebas dari virus penyebab penyakit tersebut. Justru, riwayat cacar air menjadi faktor utama munculnya cacar api atau herpes zoster di kemudian hari.
Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR yang mengatakan bahwa cacar api berasal dari virus yang sama dengan cacar air.
“Cacar api ini kita kenal sebenarnya sebagai penyakit kulit yang disebabkan oleh virus. Nah, virusnya ini adalah virus yang sama pada saat kita dulu terkena cacar air pada waktu masa kanak-kanak,” ujarnya dalam acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).
Artinya, siapa pun yang pernah mengalami cacar air memiliki potensi untuk mengalami cacar api di kemudian hari.
Sebagai informasi, virus dari cacar air yang bisa menyebabkan cacar api di kemudian hari adalah virus Varicella Zoster (VZV).
Virus tidak benar-benar hilang
(Ki-ka) dr. Johan Wijoyo - Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia, Maia Estianti - Duta Kampanye Kesehatan ?Kenali Cacar Api?, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Siloam Lippo Village, dalam acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).
Dokter Sandra menjelaskan, meski cacar air terlihat sembuh, virus sebenarnya masih berada di dalam tubuh.
“Pada saat kita terkena cacar air dan sembuh, virusnya ini tidak ikut sembuh. Dia tidak ikut mati, tapi dia menetap diam dalam tubuh kita,” katanya.
Virus tersebut berada dalam kondisi tidak aktif dan bisa bertahan selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan.
Namun, kondisi ini bisa berubah ketika daya tahan tubuh menurun.
“Dia tinggal menunggu waktu di saat seseorang mengalami penurunan sistem imun, dia akan bangkit kembali dan terinfeksi sebagai si cacar api. Jadi infeksi keduanya adalah sebagai cacar api,” jelasnya.
Dengan kata lain, cacar api merupakan bentuk virus cacar air yang sudah lama berdiam di dalam tubuh yang aktif kembali.
Beda cacar api dan cacar air
Meski sama-sama disebabkan oleh virus yang sama, tampilan cacar api berbeda dari cacar air.
“Nah seperti apa cacar api itu? Kalau cacar air biasanya lentingnya di seluruh tubuh, kalau cacar api ini biasanya pada satu bagian tubuh tertentu, misalnya di dada, di perut, dan sebagainya," terang dr. Sandra.
Perbedaan pola inilah yang sering menjadi petunjuk awal untuk membedakan kedua kondisi tersebut.
Selain muncul sebagai kelainan kulit, cacar api juga kerap diawali dengan rasa nyeri di area tertentu sebelum ruam muncul. Rasa sakit inilah yang sering membuat penderita merasa tidak nyaman, bahkan sebelum terlihat perubahan pada kulit.
Jaga imunitas tubuh dan kelola stres
Menurut dr. Sandra, virus yang tetap berada di dalam tubuh, membuat risiko cacar api tidak pernah benar-benar hilang. Jika sistem imun mengalami penurunan, virus dapat kembali aktif kapan saja.
Menjaga imunitas tubuh dan mengelola stres bisa menjadi cara untuk mencegah terjadinya cacar api.
Tag: #mengapa #orang #yang #pernah #cacar #masih #berisiko #cacar #dokter #jelaskan