Virus Nipah Menular dari Kelelawar ke Manusia, Ini Cara Penularan yang Perlu Diwaspadai
Wabah virus Nipah yang kembali muncul di India membuat perhatian tertuju pada peran kelelawar sebagai sumber utama penularan penyakit ini ke manusia.
Virus Nipah dikenal sebagai virus zoonosis, yakni virus yang berasal dari hewan dan dapat berpindah ke manusia melalui sejumlah jalur penularan.
World Health Organization (WHO) menyebut kelelawar buah sebagai reservoir alami virus Nipah yang berperan penting dalam awal terjadinya infeksi.
Kelelawar buah sebagai reservoir alami
Mengutip WHO, virus Nipah secara alami hidup pada kelelawar buah dari genus Pteropus.
Kelelawar ini umumnya tidak menunjukkan gejala sakit, tetapi dapat membawa dan menyebarkan virus melalui air liur, urine, dan kotorannya.
Keberadaan virus dalam tubuh kelelawar inilah yang menjadi titik awal penularan virus Nipah ke hewan lain maupun manusia.
Kontaminasi makanan oleh kelelawar
Kelelawar buah inang virus Nipah. Virus Nipah berasal dari kelelawar buah dan dapat menular ke manusia melalui jalur yang sering luput disadari, terutama saat wabah kembali muncul di India.
Salah satu jalur penularan virus Nipah yang paling sering dilaporkan adalah melalui makanan yang terkontaminasi.
WHO menjelaskan bahwa buah-buahan atau produk makanan yang terpapar air liur atau urine kelelawar dapat menjadi media penularan virus Nipah ke manusia.
Mengutip The Independent, dalam sejumlah wabah di India dan Bangladesh, konsumsi jus kurma mentah yang terkontaminasi kelelawar disebut sebagai faktor risiko utama infeksi.
Buah yang jatuh ke tanah atau dimakan sebagian oleh kelelawar juga berpotensi membawa virus jika dikonsumsi tanpa dicuci atau dimasak dengan baik.
Peran hewan perantara
Selain menular langsung dari kelelawar ke manusia, virus Nipah juga dapat berpindah melalui hewan perantara.
WHO mencatat bahwa pada wabah pertama di Malaysia tahun 1999, virus Nipah menular dari kelelawar ke babi, kemudian ke manusia.
Manusia terinfeksi setelah melakukan kontak langsung dengan babi yang terinfeksi, terutama melalui cairan tubuh atau jaringan hewan.
Meskipun wabah di India tidak selalu melibatkan babi, mekanisme penularan melalui hewan perantara tetap menjadi perhatian dalam pencegahan.
Penularan dari manusia ke manusia
Setelah virus Nipah menginfeksi manusia, penularan dapat berlanjut dari manusia ke manusia.
WHO menyebut penularan antarmanusia terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien, seperti air liur, darah, atau cairan pernapasan.
Mengutip The Independent, beberapa kasus terbaru di India melibatkan tenaga kesehatan, yang menunjukkan risiko penularan di fasilitas kesehatan bila pengendalian infeksi tidak ketat.
Faktor lingkungan memperbesar risiko
WHO menilai perubahan lingkungan turut meningkatkan risiko penularan virus Nipah.
Deforestasi dan perluasan aktivitas manusia ke habitat alami kelelawar meningkatkan peluang kontak antara manusia dan sumber virus.
Melansir Cosmopolitan, para ahli menyebut peristiwa spillover dari hewan ke manusia sering terjadi ketika batas antara habitat satwa liar dan manusia semakin kabur.
“Penularan virus Nipah biasanya terjadi ketika manusia melakukan kontak dekat dengan hewan atau lingkungan yang terkontaminasi, dan dalam kondisi tertentu dapat menyebar lebih lanjut antarmanusia,” ujar Dr. Suzanne Wylie, dokter umum dan penasihat medis IQdoctor, dikutip dari Cosmopolitan.
Mengapa penularan sulit dicegah?
Virus Nipah sulit dicegah karena reservoir alaminya tersebar luas dan tidak menunjukkan gejala sakit.
Selain itu, penularan dapat terjadi melalui berbagai jalur, mulai dari makanan hingga kontak langsung, sementara hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus.
Wabah di India menjadi pengingat bahwa memahami cara virus Nipah menular dari kelelawar ke manusia merupakan langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan.
Tag: #virus #nipah #menular #dari #kelelawar #manusia #cara #penularan #yang #perlu #diwaspadai