Kondisi Terkini Pelayanan Pasien Anak di RSUD Aceh Tamiang Pascabanjir
Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).(kompas.com / Nabilla Ramadhian)
20:36
7 Januari 2026

Kondisi Terkini Pelayanan Pasien Anak di RSUD Aceh Tamiang Pascabanjir

- Setelah dilanda banjir bandang pada akhir November 2025, RSUD Aceh Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, menghentikan seluruh operasional.

Mulai 9 Desember, pelayanan kesehatan, termasuk untuk pasien anak, memang kembali aktif secara perlahan, dengan bantuan beberapa pihak, termasuk dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI).

Kendati demikian, fasilitas yang kala itu belum memadai, belum bisa menerima semua pasien anak. Ada beberapa kondisi kesehatan yang membuat anak harus dirujuk ke rumah sakt lain.

Namun, sebulan lebih setelah RSUD Aceh Tamiang dilanda banjir bandang, seperti apa kondisi terbarunya?

Kondisi terkini pelayanan anak di RSUD Aceh Tamiang

Ruang rawat jalan kembali seperti semula

dr. Senja Baiduri, Sp.A yang berpraktik di RSUD Aceh Tamiang.dok. Istimewa dr. Senja Baiduri, Sp.A yang berpraktik di RSUD Aceh Tamiang.

Menurut dr. Senja Baiduri, Sp.A yang berpraktik di rumah sakit tersebut, saat ini sebagian besar ruang rawat jalan sudah kembali seperti semula.

"Ruang rawat jalan sudah kembali ke ruangan sebelum banjir, dan rata-rata kunjungan 10-24 pasien anak per hari," ungkap dia saat dihubungi pada Rabu (7/1/2026).

Sebelumnya, saat Kompas.com berkunjung pada 27-29 Desember, ruang rawat jalan berada di satu ruangan seperti aula di gedung Poliklinik.

Sebagian besar poli hanya berupa meja dan kursi seadanya, serta kertas yang ditulis manual pakai pulpen untuk menandakan poli apa yang dilayani pada masing-masing meja.

Di antaranya adalah poli paru, poli penyakit dalam, dan poli anak. Sementara itu, beberapa poli yang berada di dalam ruangan khusus adalah poli psikiatri, poli kulit dan kelamin, dan poli saraf.

"Sudah kembali ke posisi masing-masing, walaupun sebagian masih di depan ruangannya, seperti poli THT dan poli mata," sambung dr. Senja.

Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).kompas.com / Nabilla Ramadhian Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Ia melanjutkan bahwa poli yang masih berada di ruangan besar itu belum bisa kembali ke ruangan khusus karena terkendala barang-barang lain yang belum dikeluarkan.

Ruang rawat inap menampung lebih banyak pasien

Saat ini, ada beberapa ruang rawat inap yang sudah dibuka, sehingga rumah sakit bisa menampung lebih banyak pasien.

"Ada dua ruangan yang sudah dibuka, yaitu Ruang Mayang Mengurai berkapasitas 28 orang, dan Ruang Sri Merun berkapasitas 16 orang," tutur dr. Senja.

Di Gedung Instalasi Gawat Darurat juga sudah dibuka ruang perawatan bernama Ruang Muda Sedinu yang bisa menampung 33 orang.

Lebih banyak pasien anak mulai bisa dirawat

Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).kompas.com / Nabilla Ramadhian Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Sebelumnya, tidak semua pasien anak bisa dirawat di RSUD Aceh Tamiang. Kini, kondisi kesehatan yang bisa ditangani sudah lebih luas.

Sebab, saat ini alat penunjang rawat inap seperti ventilator dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sudah ada.

Kendati demikian, belum ada alat penunjang lainnya, sehingga penanganan untuk beberapa kondisi khusus masih harus dirujuk ke rumah sakit lain.

"Pneumonia ringan bisa, yang tidak memerlukan alat bantu napas. Dan kejang demam komplikata atau yang tidak memerlukan pemeriksaan penunjang sepeti CT Scan, elektrolit, lumbal pungsi, atau EEG (Electroencephalography), dan pasien dengan edhidrasi berat tanpa komplikasi," ungkap dr. Senja.

Beberapa waktu lalu, dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak, mengungkapkan bahwa ada beberapa kondisi kesehatan yang mengharuskan anak dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih memadai.

Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).kompas.com / Nabilla Ramadhian Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Di antaranya adalah gangguan pernapasan karena penyakit pneumonia berat, sesak napas signifikan, serta gagal napas atau ancaman gagal napas yang memerlukan alat bantu napas seperti ventilator atau CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).

Selanjutnya adalah dehidrasi berat dengan gangguan elektrolit, atau gangguan keseimbangan basa tubuh atau garam tubuh.

Misalnya adalah diare berat dengan dehidrasi berat, syok hipovolemik, dan gangguan garam tubuh.

Lalu ada juga pasien anak yang memiliki penyakit metabolik dan endokrin akut, misalnya seperti ketoasidosis diabetik atau gangguan metabolik akut.

Selain itu, anak dengan gangguan kesadaran, kejang, dan masalah-masalah saraf yang berat seperti kejang berulang, kejang yang sulit dikontrol, penurunan kesadaran, dan kecurigaan infeksi di susunan saraf pusat.

Kemudian bayi dengan risiko tinggi, seperti bayi baru lahir dengan gangguan napas, infeksi berat, atau berat badan lahir yang sangat rendah, serta bedah anak dan trauma yang kompleks seperti cedera karena bencana.

Masih terkendala untuk beroperasi optimal

Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).kompas.com / Nabilla Ramadhian Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Belum ada ruang rawat inap khusus pasien anak

Meski pelayanan pasien anak sudah lebih meluas, tetapi dr. Senja menuturkan bahwa rumah sakit tersebut masih terkendala dalam beberapa hal.

Untuk ruang rawat inap anak, misalnya. Sebelumnya, ruangan tersebut berada di Ruang Mayang Mengurai dengan kapasitas 21 orang.

"Untuk sekarang, Ruang Mayang Mengurai juga digunakan untuk pasien dewasa, yaitu pasien penyakit dalam dan obgyn. Kapasitas tempat tidur untuk anak sebanyak delapan," tutur dr. Senja.

Karena ruangan yang terbatas dan partisi yang rusak karena banijr, delapan anak yang sedang dirawat inap karena infeksi saluran pernapasan dan diare, harus dirawat bersama orang dewasa.

Untungnya, masih ada ruangan lain yang bisa digunakan sebagai ruang isolasi untuk pasien anak yang menderita campak.

"Ruang rawat inap masih belum memadai dari segi jumlah tempat tidur maupun fasilitas ruangan seperti air dan kamar mandi," tutur dr. Senja.

Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).kompas.com / Nabilla Ramadhian Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Ruang PICU dan NICU masih bergabung dengan Ruang ICU

Kendala lainnya adalah Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) masih bergabung dengan Ruang Intensive Care Unit (ICU).

Adapun Ruang PICU khusus anak berusia satu bulan ke atas, sedangkan Ruang NICU khusus bayi baru lahir sampai 28 hari.

"Saat ini, kami sedang berusaha mengaktifkan ruang ICU lama untuk bisa digunakan. Kendala saat ini adalah AC sentral belum berfungsi, dan air belum ada," kata dr. Senja.

"Untuk bangunan PICU dan NICU lama, saat ini sedang proses pembersihan dari lumpur, dan membutuhkan waktu lama karena lumpur yang tinggi, dan ruangan bersekat-sekat," lanjut dia.

Tag:  #kondisi #terkini #pelayanan #pasien #anak #rsud #aceh #tamiang #pascabanjir

KOMENTAR