9 Strategi Jitu Hindari Lonjakan Tarif Transportasi Saat Ramadhan dan Mudik Lebaran 2026
Mudik gratis Lebaran 2025. (PT PLN IP/Antara)
17:42
23 Februari 2026

9 Strategi Jitu Hindari Lonjakan Tarif Transportasi Saat Ramadhan dan Mudik Lebaran 2026

Setiap Ramadhan, satu hal yang hampir pasti terjadi adalah harga tiket transportasi yang pelan-pelan merangkak naik. Semakin dekat ke Lebaran, grafiknya makin menanjak. Kamu yang tidak bersiap dari jauh hari bisa-bisa hanya kebagian kursi dengan harga selangit.

Mudik Lebaran 2026 diprediksi kembali ramai. Tiket pesawat, kereta, hingga bus AKAP akan jadi rebutan. Tapi tenang, lonjakan tarif bukan sesuatu yang tak bisa diakali. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa pulang kampung tanpa harus menguras tabungan.

Berikut 9 strategi yang bisa jadi pegangan agar biaya mudik tetap terkendali.

1. Pesan Tiket Sejak Awal, Jangan Tunggu Mendekati Lebaran

Strategi paling klasik tapi tetap ampuh: early booking. Begitu penjualan tiket angkutan Lebaran dibuka, langsung pasang alarm.

Untuk kereta api misalnya, tiket biasanya tersedia jauh hari sebelum keberangkatan melalui kanal resmi seperti PT KAI. Sementara maskapai dan PO bus juga membuka pemesanan lebih awal menjelang periode mudik.

Idealnya, kamu sudah mengamankan tiket minimal tiga minggu sebelum puncak arus mudik. Semakin mendekati H-3 Lebaran, harga cenderung menyentuh batas atas.

2. Manfaatkan Program Mudik Gratis dari Pemerintah

Setiap tahun, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan rutin menggelar program mudik gratis menggunakan bus, kapal laut, hingga kereta api.

Kuotanya memang terbatas, tapi jika kamu sigap mendaftar saat pendaftaran dibuka, peluangnya cukup besar. Program ini biasanya ditujukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Pantau pengumuman resmi di situs dan media sosial Kemenhub agar tidak ketinggalan.

 

3. Rajin Berburu Diskon Khusus Lebaran

Menjelang Ramadhan hingga Lebaran, operator transportasi kerap memberikan promo khusus. PT KAI misalnya beberapa kali memberikan potongan harga untuk kelas tertentu.

Maskapai dan aplikasi perjalanan online juga tak mau ketinggalan. Diskon bisa berupa potongan langsung, flash sale, hingga kode voucher terbatas. Kuncinya: rajin cek dan jangan malas membandingkan harga.

4. Hindari Tanggal Favorit: H-3 sampai H+3 Lebaran

Inilah periode 'mahalnya maksimal'. H-3 hingga H+3 Lebaran biasanya menjadi puncak arus mudik dan arus balik.
Jika jadwalmu fleksibel, cobalah berangkat lebih awal di awal Ramadhan atau justru tepat di hari H Lebaran.

Banyak orang enggan bepergian di hari pertama Lebaran, sehingga harga tiket bisa lebih bersahabat. Strategi ini sering dipakai para pemudik berpengalaman yang ingin tetap hemat tanpa harus berebut kursi di hari favorit.

5. Cek Harga di Jam-Jam Sepi

Percaya atau tidak, waktu pencarian tiket bisa memengaruhi pilihan harga yang muncul. Cobalah berburu tiket pada pukul 23.00 hingga 05.00 pagi saat trafik pengguna relatif lebih rendah.

Meski tidak selalu menjamin harga lebih murah, setidaknya kamu bisa menghindari panic buying yang sering terjadi saat jam sibuk.

6. Gunakan Aplikasi Perbandingan Harga

Jangan terpaku pada satu platform. Gunakan beberapa aplikasi travel untuk membandingkan harga tiket pesawat, kereta, atau bus.

Selisihnya memang kadang hanya puluhan ribu rupiah, tapi untuk perjalanan keluarga, totalnya bisa signifikan. Pastikan juga memperhatikan detail tambahan seperti biaya bagasi atau asuransi.

 

7. Maksimalkan Cashback dan Poin Reward

Punya e-wallet atau kartu kredit? Cek apakah ada promo cashback khusus pembelian tiket mudik.

Beberapa maskapai juga menyediakan program loyalitas, misalnya poin yang bisa ditukar potongan harga. Jika kamu rutin bepergian, poin ini bisa sangat membantu menekan biaya saat musim Lebaran.

8. Pertimbangkan Moda Transportasi Alternatif

Saat harga tiket pesawat melambung, jangan ragu melirik opsi lain. Kereta api kelas ekonomi atau bus AKAP sering kali lebih stabil secara tarif.

Untuk rute antarpulau, kapal laut juga bisa jadi alternatif ekonomis meski waktu tempuh lebih lama. Kuncinya adalah fleksibilitas dan kesiapan menyesuaikan jadwal.

9. Berbagi Kendaraan untuk Tekan Biaya

Jika tujuanmu sama dengan keluarga atau teman, carpooling bisa jadi solusi. Biaya bahan bakar dan tol bisa dibagi bersama.
Selain lebih hemat, perjalanan pun terasa lebih santai karena kamu tidak terikat jadwal keberangkatan umum. Namun pastikan kendaraan dalam kondisi prima agar perjalanan tetap aman.

Kuncinya Ada di Perencanaan

Lonjakan tarif transportasi saat Ramadhan dan mudik Lebaran 2026 sebenarnya bisa diantisipasi. Polanya hampir selalu sama setiap tahun: siapa cepat, dia dapat harga terbaik.

Mulai dari pesan tiket lebih awal, menghindari tanggal favorit, hingga memanfaatkan program pemerintah dan promo digital, semua strategi ini bisa kamu kombinasikan.

 

 

Mudik seharusnya menjadi momen bahagia untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga, bukan stres karena harga tiket melonjak. Dengan perencanaan matang, perjalanan kamu bisa tetap nyaman tanpa membuat dompet menjerit.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #strategi #jitu #hindari #lonjakan #tarif #transportasi #saat #ramadhan #mudik #lebaran #2026

KOMENTAR