Ini Donasi yang Bermanfaat untuk Anak Korban Banjir Bandang
BANJIR SUMATERA: Petugas Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi Aceh mengambil sampel kayu gelondongan yang terbawa arus luapan Sungai Tamiang, di area pasantren Islam Terpadu Darul Mukhlishin, Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025). Kemenhut telah mengirim tim verifikasi dan membentuk tim investigasi gabungan bersama Polri untuk menelusuri asal-usul kayu gelondongan yang ditemukan pascabencana banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Provinsi Aceh.
17:36
6 Januari 2026

Ini Donasi yang Bermanfaat untuk Anak Korban Banjir Bandang

- Bantuan terus mengalir untuk para korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, baik dalam bentuk pakaian, uang, dan makanan.

Namun, tidak semua bantuan bermanfaat untuk korban anak-anak. Lantas, apa saja donasi yang sebaiknya disalurkan untuk mereka?

“Yang paling dibutuhkan dalam kesehatan anak mungkin donasi dalam bentuk makanan bergizi,” kata dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Adapun dr. Arifin adalah anggota Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) yang menjadi relawan di RSUD Aceh Tamiang sejak 27 Desember 2025.

Makanan bergizi

Ilustrasi makanan bergizi. Freepik Ilustrasi makanan bergizi.

Makanan ultra proses atau Ultra-Processed Food (UPF) sering menjadi pilihan makanan untuk didonasikan.

Menurut dr. Arifin, saat ini masih banyak yang memberikan bantuan makanan ultra proses berupa biskuit dan makanan kemasan, serta minuman berperisa, pada anak-anak korban bencana.

Padahal, makanan seperti itu bisa memperburuk diare dan tidak baik untuk kesehatan anak karena minim gizi esensial.

“Makanan ultra proses biasanya rendah zat gizi esensial, dan miskin protein, vitamin, dan mineral, yang justru malah dibutuhkan anak untuk menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh, dan saat pemulihan dari proses infeksi maupun kondisi sakit pascabencana,” ucap dia.

dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak, anggota Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) yang menjadi relawan di RSUD Aceh Tamiang sejak 27 Desember 2025.dok. Istimewa dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak, anggota Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) yang menjadi relawan di RSUD Aceh Tamiang sejak 27 Desember 2025.

Terlalu sering dan terlalu banyak mengonsumsi makanan ultra proses, berisiko menyebabkan penurunan status gizi, terutama pada bayi dan balita.

Air minum yang bersih juga dibutuhkan oleh anak-anak. Terbatasnya akses air bersih untuk dikonsumsi bisa membuat anak dehidrasi.

Fasilitas kebersihan yang memadai

Fasilitas kebersihan yang memadai, seperti toilet yang bersih dan akses air bersih, juga diperlukan karena bermanfaat untuk kesehatan anak.

Soal air bersih, misalnya, aksesnya yang sangat terbatas bisa membuat kuman lebih mudah masuk ke dalam tubuh anak.

“Pada anak-anak, terutama bayi dan balita, kuman dari tangan ke makanan, atau air yang terkontaminasi, itu sangat mudah masuk ke dalam saluran cerna, dan hal ini akan memicu diare akut,” jelas dr. Arifin.

Pakaian bersih dan layak

Ilustrasi donasi pakaian. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi donasi pakaian.

Korban bencana terutama anak-anak, membutuhkan pakaian yang bersih dan layak supaya tubuh mereka terhindar dari infeksi.

Misalnya, alas kaki yang tipis tidak melindungi kaki anak dari tertancap kayu atau besi, yang mana bisa menyebabkan infeksi.

Mainan atau buku

Ilustrasi mainan anak.UNSPLASH/JERRY WANG Ilustrasi mainan anak.

Salah satu fitrah anak adalah bermain. Namun, lingkungan yang baru dilanda bencana sering kali berisiko terhadap kesehatan mereka.

“Ada puing, serpihan kayu, logam di mana-mana. Bermain di tempat-tempat seperti itu akan menyebabkan risiko kemungkinan terjadinya luka, dan bisa menyebabkan infeksi,” ungkap dr. Arifin.

Bermain di tempat yang masih dilanda banjir, atau memiliki genangan air pascabanjir, juga berisiko meningkatkan terjadinya diare pada anak.

“Sehingga, perlu juga memerhatikan aspek psikologis mereka untuk bermain, dan dukungan psikologis mereka untuk tetap ceria dalam wilayah bencana ini. Sumbangan dalam bentuk mainan atau buku anak itu sangat diperlukan juga,” pungkas dr. Arifin.

Tag:  #donasi #yang #bermanfaat #untuk #anak #korban #banjir #bandang

KOMENTAR