Investasi Deposito di BPR Lebih Likuid, Tenor Ada yang Satu Bulan
APLIKASI DIGITAL: Calon investor mengakses halaman web Deposito BPR, marketplace khusus produk deposito BPR di Indonesia. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)
07:36
6 Mei 2024

Investasi Deposito di BPR Lebih Likuid, Tenor Ada yang Satu Bulan

Investor yang ingin cari aman salah satunya akan memilih deposito sebagai instrumen investasi lantaran terjaminnya imbal hasil. Di BPR, produk tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

TIDAK ada jawaban yang benar soal investasi. Menurut AVP Marketing Communication Komunal Indonesia Vera Rosana, tidak ada instrumen investasi terbaik, melainkan yang paling cocok. Bagi investor yang ingin mendapatkan imbal balik besar dalam waktu cepat, deposito jelas pilihan terburuk.

Di sisi lain, investasi aset kripto jelas membuat investor yang takut merugi sangat cemas. ”Kami sering berbincang dengan investor saat membuat booth di pusat perbelanjaan. Ternyata, investor yang sudah lanjut usia pun beli kripto, namun hanya karena penasaran. Sebagian besar diletakkan pada instrumen dengan risiko kecil,” ungkapnya kepada Jawa Pos.

Salah satu instrumen yang paling aman adalah deposito. Produk investasi dari perbankan itu biasanya ditawarkan kepada nasabah yang menyetujui dananya disimpan di perbankan dalam jangka waktu tertentu. Sebagai imbalnya, nasabah bakal diberi bunga yang dijanjikan saat awal menyetor.

Menurut aturan, terdapat batas maksimal yang bisa ditawarkan oleh perbankan. Hal itu ditetapkan pemerintah melihat dampak ekonomi. Namun, batas tersebut sebenarnya dibedakan oleh bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR). Bunga maksimal yang diizinkan kepada BPR memang lebih tinggi dibandingkan untuk umum. ”Saat ini, bunga maksimal untuk bank umum sekitar 4,25 persen. Namun, BPR sendiri bisa menaikkan bunga mereka hingga 6,75 persen,” ungkap pengelola marketplace digital untuk deposito BPR tanah air tersebut.

Vera mengatakan, salah satu faktor perbedaan tersebut adalah agar BPR sebagai salah satu usaha lokal bisa mempunyai daya saing terhadap bank umum. Namun, hal itu rupanya belum cukup untuk menarik investor. Sebab, kebanyakan BPR memang berada di kota tier dua dan tiga. Padahal, investor biasanya berada di ibu kota.

Selain itu, BPR merupakan kelompok perbankan yang selalu dihantui risiko likuidasi. Tahun ini saja, sudah ada 10 BPR yang bangkrut dengan berbagai faktor. Hal itu diakui Vera menjadi salah satu keraguan bagi investor. ”Setiap kali bertemu dengan calon investor, pertanyaan yang muncul pasti apakah aman. Mereka takut dana hilang saat bangkrut,” jelasnya.

Menurut dia, hal tersebut hanya kurangnya edukasi mengenai produk keuangan yang satu itu. Seperti tabungan pada umumnya, dana nasabah bakal dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Asalkan, mereka memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.

Salah satunya, syarat tabungan maksimal senilai Rp 2 miliar per akun. Yang terpenting, suku bunga yang diberikan tak melewati batas maksimal. ”Aturan ini sebenarnya sama saja dengan bank umum. Kalau dipatuhi, seharusnya tidak akan rugi,” paparnya.

Memang ada risiko yang bisa menghilangkan dana deposito. Namun, hal itu biasanya terjadi dalam fraud. Misalnya, dana yang seharusnya disimpan oleh perbankan ternyata tak tersampaikan ke sistem. Karena itu, banyak pihak yang mengingatkan agar nasabah datang sendiri ke BPR untuk memastikan dana memang masuk ke sistem.

Pihaknya sendiri sebagai penyalur dana deposito ke BPR juga memastikan hal tersebut dalam platform. Karena itu, saat ini baru menampung sekitar 370 BPR meski jumlah BPR di tanah air sudah menembus 1.400 unit. ”Untuk platform kami, kami kurasi dulu BPR yang ada. Jangan sampai ada masalah keuangan atau bunga yang ditawarkan tak sesuai aturan,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, secara kondisi, produk tersebut memang mirip dengan surat berharga negara. Namun, deposito BPR lebih likuid. Bahkan, ada yang menawarkan tenor satu bulan. Meski sebagian besar menyediakan tenor selama tiga bulan.

Tak semuanya juga menjanjikan bunga yang maksimal. Biasanya, bunga mereka turunkan saat dana sudah terlalu banyak. Namun, beberapa investor tetap memilih produk tersebut karena merasa BPR itu dekat dengan lokasi mereka. ’’Ini kembali lagi ke preferensi tiap investor. Ada yang lebih tenang karena lokasi investasi mereka tak terlalu jauh. Ada juga yang sudah percaya dengan sistem kami sehingga memilih bunga maksimal,’’ jelasnya. (bil/c6/fal)

---

YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT BELI DEPOSITO

- Pastikan Anda menerima bilyet/surat berharga (deposito berjangka atau sertifikat deposito).

- Pada saat jatuh tempo, Anda berhak menerima pokok dan bunga deposito sesuai bunga yang berlaku setelah dipotong pajak.

- Pada saat pencairan deposito, Anda berkewajiban untuk menandatangani formulir pencairan.

- Perhatikan tingkat suku bunga deposito yang berlaku dan pastikan telah sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sumber: OJK

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #investasi #deposito #lebih #likuid #tenor #yang #satu #bulan

KOMENTAR