Prabowo Diminta Pikir Ulang Ikut Iuran Rp 16 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump
Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal(Kompas.com/Aditya Mahendra)
19:54
31 Januari 2026

Prabowo Diminta Pikir Ulang Ikut Iuran Rp 16 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump

- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal kembali mengingatkan kepada pemerintah khususnya Presiden Prabowo Subianto untuk berpikir kembali menggelontorkan uang senilai 1 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 16,7 triliun (kurs 1 dollar = Rp 16.773) untuk iuran keanggotaan permanen Board of Peace bentukan Donald Trump.

Dia mengatakan, pemerintah sebaiknya bisa menjadi anggota biasa tanpa harus mengeluarkan iuran dengan anggaran fantastis sambil melihat dengan jeli arah dan tujuan Board of Peace dibentuk.

"Sebaiknya kita jadi anggota biasa saja dulu, dan kita lihat dulu Board of Peace ini arahnya ke mana, akuntabilitasnya bagaimana, dan apakah benar akan benar-benar berpihak pada Palestina," kata Dino, dalam keterangan video, Sabtu (31/1/2026).

Dino mengatakan, pemerintah tidak perlu terburu-buru menggelontorkan anggaran besar dengan alasan membantu Palestina.

Baca juga: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump, PBNU: Keputusan Prabowo Tepat

Karena saat ini, kemampuan keuangan Indonesia pun masih terbatas, terlihat dari berbagai efisiensi yang dilakukan untuk melaksanakan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dia menyarankan, jika ingin membantu Palestina Indonesia bisa memulai dari 10-20 juta dollar AS, tidak langsung 1 miliar dollar AS.

"Kalau kita merasa nyaman, baru tahun berikutnya kita bisa tambah lagi dengan kalkulasi yang matang tentunya," ucap dia.

Pertimbangan ini dinilai logis, karena anggaran 1 miliar dollar AS tersebut sangat besar dan merupakan anggaran fantastis untuk diplomasi Indonesia sepanjang sejarah.

Dia menyebut, anggaran itu bisa dipakai untuk 500 tahun iuran tahunan Indonesia untuk sekretariat Asean, atau sama dengan 50 tahun iuran Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di sisi lain, Indonesia bukan negara maju seperti anggota Board of Peace lainnya yang berasal dari timur tengah.

Dino mengatakan, negara-negara "petrodollar" seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirates punya sumber anggaran yang luar biasa besar.

Baca juga: Purbaya soal Iuran Dewan Perdamaian: Saya Pikir Sebagian Besar dari APBN

Indonesia juga masih punya pekerjaan rumah yang sangat urgent terkait dengan penanggulangan pascabencana di Sumatera.

"Dan jangan lupa, yang juga sangat urgent, saudara-saudara kita di Sumatera yang terkena bencana banjir dan longsor masih sangat memerlukan bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi," kata dia.

"Dan masih besar kemungkinan akan banyak lagi daerah-daerah di Indonesia yang akan terkena bencana alam terkait cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Dan ini pasti memerlukan pemerintah untuk mempersiapkan dana cadangan darurat," tandas Dino.

Indonesia ikut iuran 1 miliar dollar AS

Untuk diketahui, Indonesia akan ikut iuran sukarela untuk Board of Peace dengan besaran 1 miliar dollar AS.

“Presiden memutuskan untuk ikut berpartisipasi,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam konferensi pers usai rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI, Selasa (27/1/2026) di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Iuran itu bertujuan untuk menyelesaikan persoalan Gaza, termasuk rekonstruksi dan pembangunan kembali pasca genosida yang dilakukan Israel.

Baca juga: Adela Kanasya Adies, Anak Adies Kadir Calon Pengganti Bapaknya di DPR

Uang yang terkumpul dapat digunakan untuk merekonstruksi wilayah tersebut.

“Ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya bahwa pembentukan Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza pada khususnya dan Palestina termasuk upaya rekonstruksi. Terus rekonstruksi siapa yang bayar? Kan seperti itu. Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Kan seperti itu,” ungkap Sugiono.

“Oleh karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ yang tentu saja ada keuntungan lain yaitu merupakan anggota tetap,” ujar dia.

Tag:  #prabowo #diminta #pikir #ulang #ikut #iuran #triliun #untuk #dewan #perdamaian #trump

KOMENTAR