Sri Mulyani Minta Pimpinan Bea Cukai untuk Rumuskan Perbaikan Layanan Jangka Pendek, Bakal Tagih Usai Pulang dari Luar Negeri
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Nurul F/JawaPos.com)
13:18
28 April 2024

Sri Mulyani Minta Pimpinan Bea Cukai untuk Rumuskan Perbaikan Layanan Jangka Pendek, Bakal Tagih Usai Pulang dari Luar Negeri

  - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberi tugas kepada pimpinan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) untuk memikirkan terobosan jangka pendek untuk memperbaiki layanan.   Tugas ini diberikan Bendahara Negara di tengah banyaknya kasus viral terkait pelayanan Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) di sepanjang bulan April 2024.   Sebagaimana disampaikan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, nantinya, usai pulang tugas dari Luar Negeri (LN) Sri Mulyani akan menagih para pimpinan Bea Cukai terkait terobosan itu dengan kembali menggelar Rapat Pimpinan.  

  "Usai dinas LN, beliau akan segera memimpin Rapim. Pimpinan DJBC diberi tugas memikirkan terobosan-terobosan dalam jangka pendek ini," kata Prastowo seperti dikutip dalam akun media sosial X pribadinya, @prastow, Minggu (28/4).   Lebih lanjut, Prastowo menyampaikan terima kasih atas segala masukan dan kritik dari masyarakat untuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu) khususnya Bea Cukai. Ia menilai, seluruhnya akan berguna untuk perbaikan layanan pemerintah, khususnya bidang kepabeanan.   Prastowo yang juga ikut hadir dalam Rapat Pimpinan Bea Cukai pada Sabtu (27/4) semalam, memastikan bahwa Sri Mulyani telah memberi arahan yang tegas dan konkret. Di sisi lain, ia juga menyadari bahwa masih banyak kebijakan pemerintah yang perlu disempurnakan.   Selain itu, Kemenkeu juga berkomitmen untuk terus menyosialisasikan kebijakan, menyempurnakan prosedur, dan mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat layanan publik.   "Kami menyadari masih terdapat kebijakan yang perlu disempurnakan. Ini akan terus dikoordinasikan dengan instansi terkait. Di lapangan juga tak dimungkiri kadang terjadi dinamika. Hal yang terus diupayakan utk dilakukan perbaikan," jelasnya.   "Anda semua para pembayar pajak yang sangat layak mendapat hormat. Kepada Anda sepantasnya seluruh kerja keras dipersembahkan. Saya percaya kita bisa lebih baik lagi," pungkasnya.   Untuk diketahui, sepanjang bulan April 2024 ada sejumlah kasus viral yang mencuat di media sosial terkait pelayanan Bea Cukai. Diantaranya, persoalan sepatu impor seharga Rp 10 juta yang dikenakan bea masuk sebesar Rp 31 juta.   Lalu, tertahannya alat belajar untuk Sekolah Luar Biasa (SLB)-A Pembina Tingkat Nasional dari Korea Selatan yang diharuskan membayar bea masuk sebesar Rp 116 juta hingga melampiran surat kuasa, NPWP sekolah, dan lampiran bukti bayar pembelian.   Terakhir, mainan berupa action figure (Robotic) yang merupakan kiriman bagi influencer RI untuk keperluan review yang sempat tertahan di Bea Cukai dan rusak. Kasus ini hampir mirip dengan sepatu impor yang dikenakan denda karena diduga melakukan praktik under invoicing karena nilai barang yang diinformasikan pihak ekspedisi tidak sesuai dengan harga sebenarnya.  

Editor: Nurul Adriyana Salbiah

Tag:  #mulyani #minta #pimpinan #cukai #untuk #rumuskan #perbaikan #layanan #jangka #pendek #bakal #tagih #usai #pulang #dari #luar #negeri

KOMENTAR