



Menteri Rosan Rayu Ratusan Pimpinan Perusahaan dan Pelaku Usaha Asal Inggris untuk Investasi di Sektor Prioritas Indonesia
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani merayu raturan pimpinan perusahaan dan pelaku usaha asal Inggris untuk berinvestasi di sektor prioritas Indonesia.
Diantaranya peluang investasi pada sektor pendidikan, renewable energy, serta hilirisasi. Hal ini disampaikannya saat membuka forum bisnis "Indonesia Investment Forum (IIF) 2024" di London, Inggris, pada beberapa waktu lalu.
Dari sisi energi, Rosan menyampaikan bahwa Indonesia menempatkan energi terbarukan sebagai prioritas. Terlebih potensi besar energi terbarukan di Indonesia yang mencapai 3.700 gigawatt yang berasal dari hidro, angin, tidal dan panas bumi.
Khususnya, kata Rosan, panas bumi menarik karena Indonesia merupakan negara dengan cadangan terbesar di dunia, yang mencapai hingga 23 gigawatt utamanya di pulau Jawa.
"Saat ini, kami masih banyak bergantung kepada energi berbasis bahan bakar fosil. Kami bertekad mengurangi ketergantungan tersebut. Namun, kami menyadari keterbatasan dalam hal sumber daya, teknologi, dan tenaga ahli. Karena itu, kami mengundang kolaborasi global untuk mewujudkan transformasi ini," ujar Rosan dalam keterangannya, Minggu (24/11).
Dia juga menyampaikan hingga kini Indonesia telah membuktikan daya tahannya di tengah tantangan global. Mulai dari dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, reformasi struktural, dan visi pembangunan berkelanjutan.
"Kami mengundang investor global untuk bergabung dalam transformasi ekonomi Indonesia. Dengan dukungan kuat dari pemerintah, kami optimistis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan," sambungnya.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa Inggris merupakan salah satu destinasi favorit bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri, berkat reputasi akademiknya dan kualitas pendidikan yang unggul.
Bahkan, komitmen Inggris dalam mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia semakin terlihat dengan hadirnya dua universitas asal Inggris.
"Yaitu Lancaster University di Kota Bandung, Jawa Barat dan King's College London (KCL) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Jawa Timur," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan catatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, investasi Inggris di Indonesia mencapai USD2,28 miliar pada periode 2019-September 2024. Pada periode tersebut, investasi Inggris di Indonesia didominasi oleh sektor pertambangan 22 persen; tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan 17 persen.
Lalu, industri makanan 11 persen; jasa lainnya sebesar 9,2 persen; serta properti, kawasan industri, dan kegiatan usaha sebesar 8,2 persen. Berdasarkan lokasi, investasi Inggris lebih besar berada di luar Pulau Jawa sebesar 64 persen dibanding Pulau Jawa sebesar 36 persen.
Adapun lokasi dengan investasi tertinggi adalah Jawa (36%), Papua (21%), Sumatera (19%), Kalimantan (12%), serta Bali dan Nusa Tenggara (8,7%).
Tag: #menteri #rosan #rayu #ratusan #pimpinan #perusahaan #pelaku #usaha #asal #inggris #untuk #investasi #sektor #prioritas #indonesia