Pria vs Wanita: Siapa Lebih Pandai Menabung? Simak Data dan Fakta Ini
- Siapa yang lebih baik dalam menabung, pria atau wanita? Sekilas, data menunjukkan pria memiliki jumlah tabungan lebih besar. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, persoalannya bukan sekadar disiplin mengatur anggaran atau kebiasaan belanja.
Seperti dikutip dari Yahoo Finance, Senin (16/2/2026), riset mengungkap bahwa kesenjangan tabungan gender lebih banyak dipengaruhi faktor struktural seperti kesenjangan upah, interupsi karier, hingga minimnya dukungan sistem keuangan bagi perempuan.
Survei yang dilakukan Yahoo Finance bekerja sama dengan Marist Poll terhadap lebih dari 3.000 orang dewasa yang memiliki rekening giro atau tabungan pada 2025 menunjukkan fakta mencolok.
Baca juga: Gen Z dan Uang: Strategi Menabung, Investasi, dan Kelola Pengeluaran
Sebanyak 40 persen wanita menyatakan “sangat tidak puas” atau “sepenuhnya tidak puas” dengan tabungan mereka. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding pria yang hanya 28 persen.
Tak hanya itu, 53 persen wanita mengaku menabung lebih sedikit pada 2024 dibanding 2023. Sementara pada pria, angkanya 42 persen. Penurunan paling terasa terjadi pada wanita generasi milenial (57 persen) dan Gen X (59 persen).
Survei terpisah dari Newsweek juga memperlihatkan kesenjangan signifikan. Rata-rata total tabungan wanita tercatat 105.498,50 dollar AS, sedangkan pria hampir dua kali lipatnya, yakni 195.156,20 dollar AS.
Sekilas, angka ini bisa membuat pria terlihat lebih unggul dalam hal menabung. Namun menurut para ahli, gambaran tersebut tidak sesederhana itu.
“Ketimpangan ini tidak mengejutkan,” ujar Jenna Biancavilla, pendiri Svvy® dan pemilik Pearl Capital Management.
“Hal ini mencerminkan kombinasi norma budaya, realitas sistemik, dan pilihan pribadi yang sering kali terpaksa harus diambil perempuan,” tambah dia.
Mengapa pria punya tabungan lebih besar?
1. Kesenjangan Upah Gender Masih Terjadi
Data Pew Research Center menunjukkan bahwa pada 2024, rata-rata wanita hanya memperoleh 85 persen dari pendapatan pria. Untuk perempuan kulit berwarna, kesenjangannya bahkan lebih besar.
Meski partisipasi wanita di posisi profesional dan manajerial meningkat, mereka masih lebih banyak terkonsentrasi di pekerjaan dengan upah lebih rendah. Dampaknya jelas: lebih sulit menutup pengeluaran rutin, melunasi utang, apalagi menyisihkan dana untuk investasi dan tabungan jangka panjang.
2. Interupsi Karier karena Peran Pengasuhan
Data The Commonwealth Fund menyebutkan bahwa pada 2020, 53 juta warga Amerika menjadi pengasuh bagi anak atau orang dewasa dengan disabilitas, dan lebih dari 60 persen di antaranya adalah wanita.
Fakta ini menunjukkan ekspektasi sosial bahwa wanita lebih sering mengambil cuti kerja atau bahkan keluar dari dunia kerja untuk merawat anak dan orang tua lanjut usia.
“Wanita lebih mungkin mengambil cuti kerja atau memilih pekerjaan fleksibel dengan bayaran lebih rendah untuk merawat anak atau orang tua lanjut usia,” kata Biancavilla.
“Pilihan ini sering diambil karena cinta, tetapi berdampak pada penurunan pendapatan seumur hidup dan kontribusi pensiun,” lanjutnya.
Analisis Urban Institute tahun 2021 memperkirakan bahwa ibu yang lahir antara 1981 dan 1985 kehilangan potensi pendapatan sebesar 295.000 dollar AS sepanjang hidup akibat tanggung jawab pengasuhan tanpa bayaran. Sekitar 80 persen berasal dari kehilangan pendapatan langsung dan 20 persen dari hilangnya manfaat pensiun.
3. Minim Dukungan dan Representasi di Dunia Keuangan
Literasi keuangan memainkan peran penting dalam membangun kekayaan. Namun, perempuan masih menghadapi hambatan di ruang-ruang keuangan formal.
“Wanita masih kurang terwakili dalam percakapan dan ruang-ruang keuangan,” ujar Biancavilla.
“Banyak wanita yang kami tangani pernah diabaikan, ditekan, atau hanya dijadikan target penjualan oleh penasihat keuangan. Ketika industri terasa tidak ramah atau terlalu transaksional, wanita cenderung enggan terlibat,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan adanya stereotip bahwa wanita hanya berperan sebagai pengatur anggaran rumah tangga, bukan sebagai pembangun kekayaan.
“Banyak wanita tidak pernah merasa percaya diri untuk memprioritaskan masa depan finansial mereka sendiri,” kata dia.
Baca juga: Revenge Saving, Strategi Menabung Balas Dendam Saat Ekonomi Tak Pasti
Ilustrasi menabung, menabung harian.
Cara mengatasi kesenjangan tabungan
Meski faktor sistemik berperan besar, bukan berarti individu tidak bisa mengambil langkah strategis untuk memperkuat kondisi keuangan.
Beberapa langkah penting yang bisa dilakukan:
1. Buat anggaran bulanan untuk mengetahui arus kas dan menemukan ruang penghematan.
2. Bangun dana darurat terpisah agar pengeluaran tak terduga tidak memicu utang.
3. Mulai investasi sejak dini dan rutin. Studi menunjukkan bahwa meskipun wanita cenderung berinvestasi lebih konservatif, ketika mereka berinvestasi, hasilnya sering kali mengungguli pria.
4. Maksimalkan kontribusi pensiun dari perusahaan. Tidak memanfaatkan employer match sama saja dengan melewatkan “uang gratis”.
5. Naikkan kontribusi pensiun secara bertahap, bahkan 1% per tahun, untuk mengoptimalkan efek bunga majemuk tanpa terlalu membebani pendapatan bersih.
Bukan tanggung jawab wanita saja
Menutup kesenjangan tabungan gender tidak bisa dibebankan hanya kepada perempuan. Perusahaan, pembuat kebijakan, dan industri jasa keuangan juga memiliki peran penting melalui kebijakan cuti keluarga berbayar, fleksibilitas kerja, serta layanan keuangan yang lebih inklusif.
“Pada akhirnya, wanita tidak membutuhkan nasihat khusus, yang kami butuhkan adalah panduan keuangan yang bebas konflik, penuh rasa hormat, dan mudah diakses,” tegas Biancavilla.
“Kami telah melihat apa yang terjadi ketika wanita dibekali dengan alat yang tepat, tim yang tepat, dan kepercayaan diri untuk membangun kekayaan. Kesenjangan menyempit, dan dampaknya berlipat ganda,” kata dia.
Data memang menunjukkan pria memiliki tabungan lebih besar. Namun penyebabnya bukan semata karena pria lebih disiplin menabung, melainkan karena akses pendapatan, struktur sosial, dan sistem ekonomi yang masih timpang.
Dengan kebijakan yang lebih adil dan literasi keuangan yang inklusif, kesenjangan tabungan gender bukanlah hal yang tak teratasi.
Baca juga: Gen Z dan Uang: Strategi Menabung, Investasi, dan Kelola Pengeluaran
Tag: #pria #wanita #siapa #lebih #pandai #menabung #simak #data #fakta