Bos Maxim Nyamar Jadi Ojol, Apa Temuannya?
Sejumlah petinggi perusahaan transportasi daring Maxim turun langsung ke jalan dan menyamar sebagai pengemudi ojek online. Langkah ini dilakukan untuk mengecek kondisi operasional dan kualitas layanan dari sisi lapangan.
Kegiatan tersebut dijalankan Development Director Maxim, Dirhamsyah, bersama sejumlah Head of Subdivision wilayah Jabodetabek. Selama dua hari, mereka berperan sebagai pengemudi Maxim Bike dan menerima rata-rata belasan pesanan per hari, dari pagi hingga malam.
Dirhamsyah mengungkapkan, sebagian besar pengguna memilih layanan Maxim Bike karena tarif yang dinilai terjangkau, terutama melalui fitur Bike Sangat Hemat. Untuk mendapatkan pesanan, ia dan mitra pengemudi lain menunggu di sejumlah titik strategis seperti Sarinah, Sudirman, dan Tebet.
Baca juga: Ini Skema Tarif dan Komisi Aplikasi untuk Mitra Pengemudi Maxim
Uji Sistem dan Serap Masukan Penumpang
Turun langsung sebagai pengemudi membuat jajaran manajemen dapat berinteraksi dengan penumpang sekaligus menyerap masukan. Mereka juga menguji langsung aplikasi pengemudi untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan serta potensi perbaikan.
“Dengan turun langsung sebagai pengemudi, kami jadi bisa melihat sendiri bagaimana kondisi di lapangan sebenarnya. Mulai dari menerima order, bertemu penumpang, sampai menjalankan aplikasi, semuanya kami rasakan langsung. Dari situ, Maxim bisa tahu apa saja yang perlu tingkatkan demi kualitas layanan yang semakin baik ke depan,” ujar Dirhamsyah, melalui rilis pers, Senin (16/2/2026).
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan sistem dinilai berjalan baik, termasuk penerapan fitur verifikasi wajah yang digunakan untuk meningkatkan aspek keamanan. Meski demikian, perusahaan menyatakan akan melakukan sosialisasi lanjutan guna meningkatkan literasi mitra pengemudi terkait penggunaan fitur tersebut.
Baca juga: Ini Skema Tarif dan Komisi Aplikasi untuk Mitra Pengemudi Maxim
Tarif Hemat dan Kebutuhan Transportasi Harian
Menurut Dirhamsyah, layanan Bike Sangat Hemat mendapat respons positif dari masyarakat. Tarif yang lebih terjangkau dinilai sesuai dengan kebutuhan pengguna yang memanfaatkan layanan sebagai penghubung ke moda transportasi umum lain, seperti commuter line maupun LRT.
Ia menambahkan, langkah manajemen turun ke lapangan menjadi bagian dari evaluasi berkala agar perusahaan memahami tantangan yang dihadapi pengemudi dan penumpang secara menyeluruh.
Ke depan, program serupa disebut akan dilakukan secara berkala sebagai dasar perbaikan layanan, seiring dengan dinamika kebutuhan transportasi masyarakat perkotaan.
Tag: #maxim #nyamar #jadi #ojol #temuannya