Iran Buka Peluang Kerja Sama Migas sampai Pesawat dengan AS
Ilustrasi Iran, bendera Iran(Shutterstock)
12:28
16 Februari 2026

Iran Buka Peluang Kerja Sama Migas sampai Pesawat dengan AS

Pemerintah Iran disebut membuka peluang meneken kerjas ama di bidang minyak dan gas (Migas), pertambangan, hingga pesawat terbang dengan Amerika Serikat (AS).

Wacana itu bergulir seiring sikap Iran yang melunak dalam proses perundingan mengenai program nuklir antara Teheran dan Washington.

Melansir dari CNBC, Wakil Direktur Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, pada Minggu (15/2/2026) mengatakan, pihaknya mempertimbangkan manfaat ekonomi yang bisa diterima AS secara cepat demi keberlanjutan kesepakatan.

“Kepentingan bersama di ladang minyak dan gas, ladang bersama, investasi pertambangan, dan bahkan pembelian pesawat terbang termasuk dalam negosiasi,” kata Ghanbari, merujuk pada media semi resmi Iran, Frans.

Baca juga: Harga Minyak Turun 1,4 Persen Usai AS-Iran Sepakat Gelar Pembicaraan

Menurut Ghanbari, dalam pakta nuklir 2015 tidak memberikan manfaat ekonomi AS.

Kesepakatan itu membuat sanksi atau cengkeraman politik luar negeri terhadap Iran lebih longgar.

Namun, pada 2018, Presiden AS, Donald Trump menarik AS dari kesepakatan tersebut dan kembali menekan ekonomi Teheran.

Oleh karena itu, pada negosiasi nuklir kali ini Iran akan mempertimbangkan tawaran keuntungan ekonomi bagi AS.

Selain sektor migas, pertambangan, dan pesawat, dalam forum perundingan Iran juga menyinggung sumber daya keuangan atau aset luar negeri Teheran yang dibekukan AS.

Pelepasan aset di luar negeri itu masuk dalam setiap perjanjian. Iran menuntut pelepasan aset ini bersifat permanen, baik bertahap maupun sekaligus.

Meski perundingan digelar secara serius, Ghanbari menekankan kementerian/lembaga Iran, termasuk menyangkut militer, tidak boleh ada yang menghentikan operasinya dengan alasan negosiasi yang sedang berjalan.

“Negara harus siap untuk semua skenario. Sementara pada saat yang sama tetap serius melanjutkan negosiasi,” kata dia.

Diketahui, hubungan AS dan Iran kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir karena Washington kembali mempersoalkan program nuklir Iran.

Di tengah tensi politik yang memanas, AS mengirim kapal induknya ke perairan Timur Tengah, menyiagakan armada militernya menyerang Iran.

Merespons situasi ini, Iran mengancam akan menggempur pangkalan militer AS di Timur Tengah jika negaranya diserang.

Adapun Iran ditakuti karena menjalankan program nuklir untuk sumber daya energi dan bisa memproduksi rudal balistik canggih.

Meski demikian, di tengah tensi yang terus meningkat kedua pihak sama-sama bersedia duduk di kursi perundingan.

Tag:  #iran #buka #peluang #kerja #sama #migas #sampai #pesawat #dengan

KOMENTAR