Danantara Beberkan Skema Konsolidasi BUMN Reasuransi
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
17:04
14 Februari 2026

Danantara Beberkan Skema Konsolidasi BUMN Reasuransi

- Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantar membeberkan skema konsolidasi tiga perusahaan reasuransi BUMN menjadi satu entitas. Langkah ini merupakan bagian dari perampingan badan usaha milik negara (BUMN).

COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, pihaknya tengah mengkaji pengkonsolidasian PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re atau RIU, PT Reasuransi Nasional Indonesia (Persero) atau Nasional Re atau Nasre, dan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Persero) atau Tugu Re menjadi satu perusahaan reasuransi nasional.

"Reasuransi akan dikonsolidasi juga. Tetapi kan kita harus terbuka juga kepada masyarakat, ada banyak reasuransi kita yang menghadapi persoalan kan," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Mengapa Banyak Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Mengubah Nama Perusahaan? Ini Penjelasan OJK

Namun dalam prosesnya, pihaknya mengalami kendala karena salah satu dari perusahaan tersebut yaitu Nasre tengah bermasalah.

Oleh karenanya, Danantara tengah mempertimbangkan untuk menempuh opsi likuidasi atau merger. Keputusan ini akan bergantung pada kondisi fundamental dan kemampuan perusahaan.

"Nasre menghadapi masalah, ini sedang kita tinjau apakah kita lakukan proses likuidasi atau kita merger? Mampu atau tidak?" ucapnya.

Untuk diketahui, mengacu pada roadmap yang pernah dipaparkan Indoensia Re saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada Selasa (1/7/2025), target konsolidasi reasuransi akan dimualai pada 2026.

Tahun ini rencananya akan dilakukan merger dan akuisisi antara Indonesia Re dan Tugure. Selanjutnya pada 2027, Indonesia Re akan merger dengan Nasre sehingga proses konsolidasi reasuransi BUMN rampung pada 2028.

"Jadi pada prinsipnya, semua proses konsolidasi ini menuju perusahaan kita menjadi lebih baik. Nasrenya punya masalah, kemudian RIU dan Tugurenya nanti mungkin akan kita lakukan konsolidasi," kata Dony.

Dia menjelaskan, konsolidasi reasuransi BUMN dilakukan untuk menciptakan entitas yang lebih sehat, lebih terkontrol, serta memiliki kapasitas manajemen risiko yang lebih solid. I

Sebab menurutnya, keberadaan banyak perusahaan kecil tidak optimal dari sisi pengelolaan maupun pengawasan risiko. Dengan adanya konsolidasi, maka diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi BUMN.

"Nanti kita punya satu perusahaan cukup tapi kuat kan. Daripada kita punya banyak kecil-kecil, saya kasih contoh logistik, banyak tapi kecil-kecil gak ada manfaatnya kan," tukasnya.

Baca juga: OJK Lakukan Pengawasan Khusus terhadap 8 Perusahaan Asuransi dan Reasuransi

Tanggapan BUMN reasuransi

Sebelumnya, pada Juli 2025, Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu mengungkapkan, inisiatif untuk melakukan konsolidasi reasuransi BUMN sudah ada, tetapi detail skemanya belum dirumuskan.

"Belum, kalau masalah itu, nanti ini sedang dalam tahap diskusi," kata dia dalam acara Indonesia Re International Conference 2025, Selasa (22/7/2025).

Dia menambahkan, konsolidasi tidak sekadar memindahkan saham perusahaan ke perusahaan induk, tetapi meliputi banyak hal. Termasuk proses bisnis, fokus bisnis, Sumber Daya Manusia (SDM), hingga teknologi.

Dari sisi BUMN, Benny menerangkan, terdapat tiga reasuransi yang punya peluang untuk konsolidasi, yaitu PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasre), PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), dan Indonesia Re.

"Ini yang coba nanti kita lihat kemungkinan untuk konsolidasi," imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Delil Khairat menjelaskan, konsolidasi di perusahaan reasuransi diharapkan dapat mengurangi jumlah pemain di industri yang saat ini tergolong besar, dengan tiap perusahaan memiliki kekuatan baik secara modal maupun profesionalismenya.

"Sehingga bisa menahan risiko lebih banyak di dalam negeri," ujar dia.

Tag:  #danantara #beberkan #skema #konsolidasi #bumn #reasuransi

KOMENTAR