Ramai-ramai Taipan Dunia Pindah Tempat Tinggal, Negara Mana Tujuannya?
- Para miliarder di seluruh dunia tengah mengalami tren berpindah tempat tinggal antar negara secara masif. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakpastian politik, perubahan kebijakan, dan kekhawatiran keamanan.
Relokasi tempat tinggl oleh para taipan dunia ini meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Para pekerja yang bekerja dengan klien super kaya mengatakan, permintaan untuk layanan seperti perencanaan tempat tinggal global, program kewarganegaraan melalui investasi, dan dukungan relokasi lintas batas telah melonjak.
Melansir Business Standard, sebuah survei terbaru oleh bank Swiss UBS menyoroti skala pergeseran ini. Di antara 87 klien miliarder yang diteliti, lebih dari sepertiganya telah pindah ke negara baru setidaknya sekali pada 2025. Sementara itu, sebagian kecil mengatakan mereka secara aktif mempertimbangkan untuk pindah.
Para miliarder muda menunjukkan tren yang bahkan lebih kuat, dengan hampir setengah dari mereka yang berusia di bawah 55 tahun telah mengubah negara tempat tinggal mereka tahun lalu.
Baca juga: Tren Eksodus Miliarder, Larry Page Borong Rumah Mewah di Miami Rp 2,9 Triliun
Kebijakan pemerintahan berpengaruh
Para penasihat keuangan mengatakan hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran bahwa kebijakan pemerintah dapat berubah dengan cepat dan tidak terduga.
Bedasarkan data Deepesh Agarwal, salah satu pendiri perusahaan penasihat mobilitas Farro & Co. mengatakan keluarga kaya sekarang merencanakan pilihan tempat tinggal mereka dengan jauh lebih hati-hati karena lingkungan politik dan peraturan dapat berubah dengan cepat, demikian laporan berita tersebut.
Data dari Henley & Partners juga menunjukkan betapa luasnya tren ini.
Perusahaan tersebut melaporkan menerima pertanyaan dari orang-orang dari lebih dari 200 kewarganegaraan pada 2025, yang menghasilkan permohonan di puluhan program residensi dan kewarganegaraan di seluruh dunia.
Secara keseluruhan, volume permohonan meningkat hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara tradisional, keluarga kaya pindah ke luar negeri terutama untuk mencari peluang bisnis, keuntungan pajak, atau gaya hidup yang lebih baik. Namun, para ahli mengatakan motivasi tersebut telah berubah secara signifikan. Saat ini, keputusan relokasi semakin dipengaruhi oleh manajemen risiko.
Baca juga: Empat Keluarga Kaya Ini Dorong Anak-anaknya Belajar Bahasa Mandarin
Pindah untuk peluang bisnis hingga hindari risiko
Para penasihat mengatakan individu kaya sekarang memperlakukan risiko yurisdiksi dengan cara yang sama seperti mereka mengelola risiko keuangan.
Para konglomerat tersebut melakukan diversifikasi di berbagai negara daripada hanya bergantung pada satu negara.
Di Amerika Serikat (AS) sendiri, survei menunjukkan peningkatan tajam jumlah warga AS yang tinggal di luar negeri yang mempertimbangkan untuk melepaskan kewarganegaraan mereka.
Banyak yang menyebutkan ketidakpuasan terhadap arah politik dan kebijakan pemerintah sebagai alasan utama.
Baca juga: Dua Taipan Kuasai Industri Ayam, Pemerintah Bangun Peternakan Rp 20 T
Perubahan kebijakan bikin orang kaya pindah
Ilustrasi orang kaya. Tanda tersembunyi yang menunjukkan orang punya banyak uang.Perubahan kebijakan baru-baru ini di negara-negara ekonomi besar juga telah mempercepat migrasi kekayaan.
Salah satu contohnya adalah keputusan Inggris untuk mengakhiri rezim pajak non-domisili yang telah lama berlaku pada April 2025.
Menyusul reformasi tersebut, perkiraan menunjukkan bahwa Inggris mengalami arus keluar besar-besaran penduduk kaya, dengan ribuan jutawan meninggalkan negara itu dan membawa serta aset senilai puluhan miliar dollar
Para ahli juga mengatakan bahwa faktor geopolitik kini memainkan peran sentral dalam keputusan relokasi, di mana keluarga kaya dengan cermat menilai netralitas politik, stabilitas hukum, dan kekuatan institusi sebelum memilih tujuan.
Baca juga: 5 Perbedaan Pola Pikir Orang Miskin, Kelas Menengah, dan Orang Kaya
Tujuan pindah orang kaya
Terlepas dari sifat global tren ini, migrasi kekayaan tetap terkonsentrasi di beberapa destinasi utama.
Uni Emirat Arab telah muncul sebagai penerima manfaat terbesar.
Pajak penghasilan pribadi nol, tidak adanya pajak kekayaan, dan sistem Visa Emas yang fleksibel telah menjadikannya pusat utama bagi migran kaya.
Kemudian, destinasi Eropa seperti Portugal dan Yunani tetap populer karena program residensi melalui investasi.
Sedangkan negara-negara seperti Italia, Monako, dan Swiss menarik keluarga yang mencari stabilitas jangka panjang dan aturan pajak yang dapat diprediksi.
Singapura juga semakin menonjol, terutama di kalangan keluarga Asia yang memprioritaskan kekuatan regulasi dan infrastruktur keuangan.
Sementara itu, pilihan yang lebih baru seperti program Premium Residency Arab Saudi dan skema kewarganegaraan Karibia semakin populer sebagai strategi mobilitas tambahan.
Baca juga: 5 Kebiasaan yang Membuat Kelas Menengah dan Orang Kaya Beda Jauh
Tren pindah tempat tinggal meningkat di 2026
Menurut Laporan Henley Private Wealth Migration Report 2025, sekitar 142.000 jutawan diperkirakan akan pindah ke seluruh dunia selama tahun tersebut.
Angka tersebut diproyeksikan akan meningkat lebih lanjut pada 2026.
UEA diperkirakan akan mengalami arus masuk bersih terbesar, sementara Inggris diperkirakan akan mencatat arus keluar terbesar.
China berada di peringkat kedua dalam hal kepergian jutawan, diikuti oleh India dan Korea Selatan.
India diproyeksikan akan mengalami kehilangan bersih sekitar 3.500 jutawan pada 2025, meskipun angka ini lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya.
Tren yang lebih luas menunjukkan, pemindahan kekayaan lintas batas bukan lagi hal yang langka.
Sebaliknya, hal itu telah menjadi strategi utama bagi keluarga terkaya di dunia yang mencari keamanan dan stabilitas jangka panjang.
Baca juga: 10 Orang Terkaya Dunia Februari 2026, Elon Musk Unggul Jauh
Orang terkaya di dunia
Elon Musk memperingatkan Amerika Serikat berisiko bangkrut akibat lonjakan utang nasional. Ia menilai hanya terobosan AI dan robotika yang bisa menjadi solusi.Dalam beberapa tahun terakhir, daftar orang paling kaya di dunia dihuni oleh para miliarder yang tidak jauh berbeda.
Daftar orang terkaya di dunia pada Februari 2026 masih didominasi para raksasa teknologi, dengan Elon Musk yang memimpin jauh di puncak.
Mengacu data Forbes Real-Time Billionaires per tanggal 12 Februari 2026, Elon Musk masih kokoh di posisi pertama dengan kekayaan fantastis mencapai 857 miliar dollar AS atau setara Rp 14.405 triliun.
Perbedaan kekayaan antara peringkat pertama dan kedua sangat signifikan.
Elon Musk unggul lebih dari 600 miliar dollar AS dibanding Larry Page di posisi kedua dengan 255,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.288 triliun.
Selain dua nama di atas beberapa nama miliarder yang mengisi daftar 10 orang paling kaya di dunia yaitu Sergey Brin, Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, Larry Ellison, Jensen Huang, Bernard Arnault, Amancio Ortega, hingga Warren Buffet.
Tag: #ramai #ramai #taipan #dunia #pindah #tempat #tinggal #negara #mana #tujuannya