DPR Sebut Kenaikan Pengguna Wondr Perkuat Peran Keuangan Digital BNI
Ilustrasi aplikasi Wondr by BNI. BNI menawarkan kemudahan investasi Sukuk Ritel SR022 lewat wondr by BNI. Investasi mulai Rp 1 juta dan ada promo cashback hingga Rp 15 juta.(DOK. PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK)
18:44
12 Februari 2026

DPR Sebut Kenaikan Pengguna Wondr Perkuat Peran Keuangan Digital BNI

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Nadjib mengapresiasi kinerja digital PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang meningkatkan jumlah pengguna aplikasi wondr by BNI sebesar 14,8 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Capaian tersebut dinilai mencerminkan daya saing positif BNI sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di tengah kompetisi industri perbankan nasional yang semakin ketat, terutama dalam layanan berbasis digital.

“Dengan data tersebut saya menilai BNI melalui wondr by BNI memiliki kemampuan adaptif yang baik. Ini menunjukkan bahwa BNI mampu bersaing secara sehat dengan bank-bank swasta dalam transformasi digital,” ujar Nadjib dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Livin, BRImo, dan Wondr Dongkrak Lonjakan Transaksi Digital Bank Besar

Aplikasi Wondr by BNI. Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2025, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyediakan promo spesial untuk transaksi menggunakan Kartu BNI dan aplikasi wondr by BNI. Aplikasi Wondr by BNI. Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2025, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyediakan promo spesial untuk transaksi menggunakan Kartu BNI dan aplikasi wondr by BNI.

Menurut Nadjib, pertumbuhan jumlah pengguna digital menjadi salah satu indikator penting dalam menilai efektivitas strategi transformasi perbankan.

Di tengah perubahan perilaku nasabah yang semakin mengandalkan layanan berbasis teknologi, peningkatan pengguna aplikasi digital dinilai mencerminkan responsivitas bank terhadap kebutuhan pasar.

Ia menekankan, transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dalam mempertahankan daya saing industri perbankan.

Dalam konteks tersebut, kinerja wondr by BNI dinilai menunjukkan strategi yang dijalankan perseroan berada pada jalur yang relevan dengan dinamika industri.

Baca juga: Ragam Layanan Digital BNI (BBNI) Warnai wondr Jakarta Running Festival 2025

Namun demikian, Nadjib mengingatkan bahwa keberhasilan digital banking tidak semata diukur dari pertumbuhan jumlah pengguna. Ia menyebutkan sejumlah indikator lain yang juga menentukan keberlanjutan transformasi digital perbankan.

Ilustrasi aplikasi Wondr by BNIDok. BNI Ilustrasi aplikasi Wondr by BNI

“Tingkat keaktifan pengguna, retensi, kepuasan nasabah, serta efisiensi operasional digital juga menjadi indikator penting dalam menilai keberlanjutan transformasi ini,” ujarnya.

Dalam pandangannya, BNI telah menunjukkan fondasi yang kuat untuk memperkuat posisinya sebagai bank nasional dengan basis digital yang semakin solid.

Penguatan platform digital seperti wondr dinilai tidak hanya berkontribusi pada peningkatan transaksi, tetapi juga berpotensi memperluas jangkauan layanan perbankan.

Baca juga: BNI (BBNI) Bakal Perluas QRIS Pakai Wondr di 3 Negara Ini

Pertumbuhan platform digital tersebut juga dinilai memiliki implikasi lebih luas terhadap agenda inklusi keuangan.

Dengan penetrasi layanan digital yang meningkat, akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan dinilai semakin terbuka, termasuk bagi segmen yang sebelumnya belum terlayani secara optimal oleh sistem perbankan konvensional.

Nadjib menilai, perkembangan digital banking dapat menjadi katalis dalam mendorong inklusi keuangan nasional.

Digitalisasi memungkinkan proses pembukaan rekening, transaksi, hingga akses pembiayaan dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, tanpa keterbatasan geografis seperti pada model layanan tradisional.

Baca juga: Biaya Transfer BNI ke BCA via ATM dan wondr

Selain aspek daya saing dan inklusi, Nadjib juga menyoroti peran BNI dalam pembiayaan sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebagai bank milik negara, BNI dinilai memiliki mandat strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Ia menilai penguatan layanan digital dapat disinergikan dengan perluasan pembiayaan UMKM sehingga transformasi digital tidak hanya berdampak pada sisi transaksi, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gedung kantorBank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta. DOK. Humas BNI Gedung kantorBank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta.

“Bank Himbara, termasuk BNI, memiliki peran strategis sebagai agen negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan basis digital yang semakin kuat, peluang untuk memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan juga semakin terbuka,” katanya.

Baca juga: BNI Tawarkan ORI028 Lewat Aplikasi wondr, Ada Cashback hingga Rp 10 Juta

Menurutnya, integrasi antara digital banking dan pembiayaan sektor produktif dapat mempercepat proses penyaluran kredit, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas cakupan layanan hingga ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Di sisi lain, Nadjib mengingatkan pentingnya penguatan aspek keamanan sistem dalam pengembangan layanan digital perbankan. Ia menekankan, kepercayaan publik menjadi fondasi utama dalam pertumbuhan ekosistem keuangan digital.

“Penguatan transformasi digital juga harus diiringi dengan peningkatan keamanan sistem dan perlindungan konsumen. Aspek keamanan menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan perbankan digital,” ujarnya.

Keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta mekanisme penanganan pengaduan nasabah dinilai menjadi elemen penting dalam memastikan keberlanjutan pertumbuhan layanan digital.

Baca juga: BNI Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Undian Rejeki Wondr

Tanpa penguatan pada aspek tersebut, risiko gangguan kepercayaan dapat berdampak pada kinerja industri secara keseluruhan.

Dengan pertumbuhan pengguna yang konsisten sebesar 14,8 persen secara tahunan dan penguatan ekosistem digital yang terus dilakukan, BNI dinilai berada dalam posisi yang strategis untuk memperkuat daya saing di industri perbankan nasional.

Pertumbuhan tersebut sekaligus menunjukkan dinamika transformasi di tubuh bank-bank milik negara yang berupaya menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap industri keuangan.

Di tengah kompetisi dengan bank swasta dan pemain teknologi finansial, inovasi layanan digital menjadi salah satu kunci utama dalam mempertahankan relevansi.

Baca juga: BNI Beri Cashback Rp 50.000 untuk Pembayaran SMM PTN Barat lewat Wondr

Bagi Komisi XI DPR yang membidangi sektor keuangan dan perbankan, perkembangan kinerja digital bank-bank milik negara menjadi bagian dari pengawasan terhadap peran strategis BUMN dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam konteks tersebut, capaian peningkatan pengguna wondr by BNI dinilai sebagai indikator bahwa transformasi yang dijalankan mampu menjawab tantangan industri sekaligus membuka peluang perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Tanpa memberikan penilaian normatif lebih lanjut, Nadjib menegaskan bahwa konsistensi dalam menjaga kualitas layanan, memperkuat keamanan sistem, serta memperluas manfaat digitalisasi bagi sektor produktif akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan kinerja ke depan.

Tag:  #sebut #kenaikan #pengguna #wondr #perkuat #peran #keuangan #digital

KOMENTAR