BUMN Pengelola Air Siapkan Mitigasi Atasi Cuaca Ekstrem hingga Maret 2026
- Cuaca ekstrem masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia dan berpotensi menciptakan banjir, genangan, dan tanah longsor. Sejumlah antisipasi disiapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pengelolaan air, Perum Jasa Tirta II (PJT II).
Mitigasi yang dilakukan PJT II meliputi optimalisasi operasi waduk dan bendung, peningkatan pemantauan hidrologi, inspeksi rutin infrastruktur sumber daya air (SDA), serta peningkatan kesiapsiagaan personel di lapangan.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso, mengatakan upaya tersebut difokuskan untuk mengoptimalkan fungsi pengendalian banjir dan meminimalkan potensi risiko terhadap masyarakat.
“Mitigasi kami lakukan secara terukur dan berkelanjutan dengan mengedepankan fungsi pengendalian banjir serta keselamatan masyarakat,” ujar Imam lewat keterangan pers, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Perum Jasa Tirta II Buka Lowongan Kerja untuk D3, Cek Syaratnya
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem di Indonesia diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret 2026. Untuk itu, Jasa Tirta II menyesuaikan pola operasi dan kesiapsiagaan di lapangan agar dampak cuaca ekstrem dapat diantisipasi sejak dini.
“Kami terus menyesuaikan pola operasi dan kesiapsiagaan di lapangan agar dampak cuaca ekstrem dapat diantisipasi sejak dini,” paparnya.
Contoh implementasi operasional berupa penanganan longsoran yang menutup Saluran Sekunder (SS) di Desa Darmaga, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang pada akhir Januari 2026. Pola ini dilaksanakan Unit Wilayah III PJT II.
Longsoran terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung secara terus-menerus di wilayah tersebut. Penanganan dilakukan secara manual dengan melibatkan perangkat desa, aparat setempat, serta partisipasi masyarakat.
“Keterlibatan berbagai pihak di lapangan menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” beber Imam.
Selain di Subang, implementasi penanganan banjir juga dilakukan oleh Unit Wilayah I PJT II di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Pada periode yang sama dilakukan perbaikan tanggul Saluran Sekunder Kedunggede yang berlokasi di Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Curah hujan tinggi menyebabkan terjadinya jebolan tanggul dengan panjang sekitar delapan meter. Menurutnya, penanganan menjaga fungsi dan keandalan saluran irigasi, mengingat saluran tersebut melayani area irigasi seluas lebih dari delapan hektar.
Perbaikan tanggul dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator, disertai pemasangan karung plastik berisi tanah, cerucuk bambu, bronjong berisi karung tanah, serta terpal sebagai penguat sementara tanggul.
Selain langkah teknis, PJT II juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pertukaran data dan informasi dilakukan secara intensif agar memastikan pengendalian banjir dan mitigasi bencana berjalan selaras.
“Kolaborasi lintas instansi menjadi fondasi penting dalam membangun respons cepat dan terpadu di lapangan,” ucap Imam.
Baca juga: Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi
Tag: #bumn #pengelola #siapkan #mitigasi #atasi #cuaca #ekstrem #hingga #maret #2026