FTSE Tunda Rebalancing Indeks RI, Bagaimana Laju IHSG Sepekan?
Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
15:12
11 Februari 2026

FTSE Tunda Rebalancing Indeks RI, Bagaimana Laju IHSG Sepekan?

Penundaan peninjauan indeks Indonesia oleh FTSE Russell periode Maret 2026 dinilai membuat Indeks Harga Saham Gabungan bergerak terbatas dalam jangka pendek.

Keputusan tersebut tidak mengubah fundamental emiten maupun kondisi ekonomi domestik.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai keputusan FTSE berpotensi memengaruhi psikologis pelaku pasar, terutama investor asing. Dampaknya lebih pada sentimen jangka pendek.

Menurut dia, dalam sepekan ke depan IHSG berpeluang bergerak sideways dengan volatilitas relatif tinggi. Sikap wait and see investor asing memengaruhi pergerakan indeks. Investor domestik diperkirakan menjadi penopang stabilitas.

“Penundaan peninjauan indeks Indonesia oleh FTSE menambah ketidakpastian sentimen, namun tidak mengubah fundamental emiten dan ekonomi. Untuk sepekan ke depan, IHSG cenderung bergerak sideways dengan volatilitas tinggi, didorong oleh sikap wait and see investor asing dan peran investor domestik sebagai penopang utama,” ujar Reydi, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: FTSE Russell Tunda Peninjauan Indeks Saham Indonesia di Tengah Reformasi Pasar Modal

Kondisi ini mendorong rotasi ke saham defensif dan emiten dengan dividen yield menarik. Investor cenderung selektif sambil menunggu katalis baru dari faktor global maupun domestik.

“Pasar masih akan selektif dengan kecenderungan rotasi ke saham-saham defensif dan berdividen, sambil menunggu katalis baru yang lebih kuat baik dari global maupun domestik,” paparnya.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Ahmad Faris Mu’tashim menilai risiko penurunan IHSG mulai terbatas. Indeks sudah terkoreksi cukup dalam dari level tertingginya.

Koreksi mencapai 18,3 persen dari posisi all time high. Ruang pelemahan tambahan dinilai tidak sebesar sebelumnya. Konsolidasi masih berlangsung dengan rentang pergerakan 7.880 hingga 8.140 pada pekan ini.

“Terkait beberapa sentimen negatif mengenai outlook Indonesia yang mengalami downgrade, terakhir penundaan rebalancing dari FTSE secara downside risk IHSG sudah relatif terbatas, karena sudah turun 18,3 persen dari titik all time high. Minggu ini IHSG masih berkonsolidasi mencari pijakan dalam rentang 7880-8140,” ucap Faris.

Baca juga: Pasar Bergejolak Imbas Isu MSCI, Moody’s, dan FTSE, Investor Ritel Harus Ambil Sikap Apa?

Penundaan ini juga mendapat respons dari Bursa Efek Indonesia. Pengelola pasar menegaskan kebijakan tersebut tidak mengubah komitmen untuk melanjutkan reformasi pasar modal.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan hasil pertemuan dengan FTSE Russell. BEI memperoleh dukungan atas langkah reformasi bersama Otoritas Jasa Keuangan dan self-regulatory organization.

“Dalam pertemuan kami dengan FTSE kemarin dapat kami sampaikan bahwa FTSE memberikan support atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama dengan OJK dan SRO,” ungkap Jeffrey, Selasa (10/2/2026).

FTSE Russell lebih menekankan implementasi sesuai jadwal.

“Kami tentu mengapresiasi dukungan dari FTSE. Kita juga dapat memahami bahwa FTSE juga tidak menyampaikan concern terkait country classification,” lanjutnya.

FTSE Russell menunda peninjauan indeks Indonesia periode Maret 2026 di tengah proses reformasi pasar modal. Penundaan mengacu pada aturan 2.4 Exceptional Market Disruption.

Aturan ini berlaku saat klien dinilai tidak dapat memperdagangkan pasar atau efek secara optimal. Pertimbangan mencakup ketidakpastian penentuan porsi saham beredar di publik serta potensi gangguan transaksi selama masa transisi kebijakan.

FTSE Russell menghentikan sementara penambahan dan penghapusan saham Indonesia dalam indeks global. Penangguhan mencakup perubahan klasifikasi saham kapitalisasi besar, menengah, dan kecil.

Penyesuaian lain turut ditahan. Perubahan bobot investability, jumlah saham beredar, hingga aksi korporasi berupa right issue belum diberlakukan. Perubahan akan diterapkan setelah arah dan dampak reformasi dinilai lebih jelas.

Penghapusan konstituen akibat merger, akuisisi, suspensi, kebangkrutan, atau delisting tetap dilakukan. Distribusi dividen reguler dan dividen khusus tetap diproses sesuai metodologi.

FTSE Russell akan memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia. Pembaruan informasi akan disampaikan menjelang peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series untuk Juni 2026.

“Dan akan memberikan pembaruan menjelang pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026 yang dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026,” tulis FTSE Russell.

Tag:  #ftse #tunda #rebalancing #indeks #bagaimana #laju #ihsg #sepekan

KOMENTAR