Penjualan Eceran Desember 2025 Naik, Ini Penopangnya
- Seiring dengan periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, penjualan eceran pada Desember 2025 tercatat meningkat karena menguatnya permintaan masyarakat di berbagai kelompok barang.
Bank Indonesia (BI) melaporkan, Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 mencapai 229,8 atau tumbuh 3,1 persen secara bulanan (month to month/mtm) dibandingkan November 2025 yang sebesar 222,9.
Secara tahunan (year on year/yoy), IPR juga tumbuh 3,5 persen dari posisi 222 pada Desember 2024.
Baca juga: Efek Libur Nataru, BI Prediksi Penjualan Eceran Desember 2025 Melesat
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kenaikan penjualan ritel pada Desember terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat pada akhir tahun.
"Sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat HBKN Natal dan Tahun Baru," kata Ramdan dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).
Menurut dia, pertumbuhan bulanan tersebut didorong oleh permintaan yang lebih tinggi pada mayoritas kelompok barang dibandingkan bulan sebelumnya.
Kelompok barang dengan kenaikan tertinggi secara bulanan antara lain peralatan informasi dan komunikasi yang tumbuh persen, serta subkelompok sandang sebesar 15,9 persen.
Selain itu, kelompok barang suku cadang dan aksesori naik 6,2 persen, barang budaya dan rekreasi 5,1 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau 2,7 persen.
"Seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat pada saat HBKN Natal dan Tahun Baru yang didukung oleh kelancaran distribusi," imbuhnya.
Kinerja Penjualan Eceran Secara Tahunan
Secara tahunan, kinerja penjualan eceran Desember 2025 menunjukkan penguatan yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
"Pada Desember 2025, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 3,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan IPR bulan sebelumnya sebesar 6,3 persen (yoy)," ujar Ramdan.
Pertumbuhan tahunan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori yang tumbuh 14,8 persen, diikuti makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,9 persen, serta barang budaya dan rekreasi 5,2 persen.
"Tetap kuatnya kinerja penjualan tersebut ditopang oleh beberapa kelompok yang masih tumbuh, meski pertumbuhan tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya," ungkapnya.
Proyeksi Kinerja Penjualan Eceran Januari 2026
Sementara pada Januari 2026, diperkirakan kinerja penjualan eceran akan meningkat secara tahunan.
Hal ini tecermin dari IPR Januari 2026 yang diprakirakan tumbuh sebesar 7,9 persen (yoy).
Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 0,6 persen sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah libur Natal dan Tahun Baru.
Meski demikian, kontraksi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,7 persen (mtm).