IHSG Sempat Loyo Tapi Berbalik Terbang  di Selasa Pagi, 322 Saham Hijau
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
09:17
10 Februari 2026

IHSG Sempat Loyo Tapi Berbalik Terbang di Selasa Pagi, 322 Saham Hijau

Baca 10 detik
  • IHSG dibuka melemah pada Selasa, 10 Februari 2026, tetapi kemudian berbalik menguat 0,29% ke level 8.055 pagi itu.
  • Samuel Sekuritas memproyeksikan pelemahan IHSG hari itu karena adanya sentimen negatif dari pasar regional Asia.
  • Pada perdagangan pagi itu, tercatat 322 saham menguat, 189 saham melemah, dan transaksi mencapai Rp 1,22 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah di awal perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. IHSG Dibuka melemah ke leve 8.031.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG berbalik melonjak 0,29 persen ke level 8.055.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,03 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,22 triliun, serta frekuensi sebanyak 155.400 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 322 saham bergerak naik, sedangkan 189 saham mengalami penurunan, dan 447 saham tidak mengalami pergerakan.

Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia [Ist] PerbesarIlustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia [Ist]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, IFSH, LINK, ALKA, NZIA, RLCO, PURI, LRNA, KOCI, LUCY, GRPM, MGLV.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ZONE, SKBM, CBRE., GOLD, MTMH, AEGS, SOTS, SMKL, FLMC, TIFA, CHEM.

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Selasa, seiring sentimen negatif yang datang dari pasar regional. Proyeksi tersebut disampaikan Samuel Sekuritas dalam riset Morning Market Update edisi 10 Februari 2026.

Samuel Sekuritas menilai tekanan dari bursa Asia berpotensi membayangi pergerakan IHSG, meskipun pasar saham global, khususnya Amerika Serikat, ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya.

"Untuk hari ini, kami memperkirakan IHSG bergerak melemah, didorong sentimen negatif dari pasar regional," tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya.

Pada perdagangan Senin (9/2), indeks saham AS ditutup di zona hijau. Dow Jones menguat tipis 0,04 persen, S&P 500 naik 0,47 persen, dan Nasdaq melonjak 0,90 persen. Penguatan tersebut dipimpin oleh saham-saham teknologi, sekaligus mendorong Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru.

Samuel Sekuritas mencatat reli di Wall Street terjadi jelang rilis sejumlah data ekonomi utama dan berlanjutnya musim laporan kinerja emiten, setelah pasar sempat diliputi volatilitas pada pekan sebelumnya.

Dari pasar obligasi, yield US Treasury tenor 10 tahun tercatat turun 0,5 basis poin ke level 4,20 persen. Di sisi lain, indeks dolar AS (USD Index) melemah 0,79 persen ke level 96,86, yang mencerminkan berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven dolar.

Di dalam negeri, IHSG pada perdagangan sebelumnya tercatat menguat 1,2 persen ke level 8.032. Namun, Samuel Sekuritas menilai penguatan tersebut berpotensi tertahan seiring tekanan dari sentimen eksternal kawasan Asia.

Dari sisi aliran dana asing, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih pada saham ANTM, BUVA, dan DEWA. Sementara itu, saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI justru menjadi sasaran aksi jual bersih, bersama dengan saham BUMI.

Untuk komoditas, harga emas dunia melonjak 1,9 persen ke level USD 5.058 per troy ounce, sementara harga minyak Brent menguat 1,5 persen ke USD 69 per barel. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terpantau melemah dengan kurs USD/IDR berada di level 16.803.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ihsg #sempat #loyo #tapi #berbalik #terbang #selasa #pagi #saham #hijau

KOMENTAR