Bangun Kompleks Haji di Mekkah, Danantara Mau Jemaah Merasa Seperti di Rumah
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir saat ditemui di acara Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Rabu (4/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
05:44
5 Februari 2026

Bangun Kompleks Haji di Mekkah, Danantara Mau Jemaah Merasa Seperti di Rumah

- Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa pemerintah ingin proyek Kompleks Haji di Mekkah bisa membuat jemaah haji asal Indonesia merasa seperti di rumah.

Pandu mengatakan, Indonesia menjadi negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbanyak di dunia.

“Yang ingin kami lakukan adalah menciptakan sebuah desa tempat orang Indonesia dapat pergi dan merasa aman, merasa seperti di rumah,” kata Pandu dalam wawancara dengan Kompas Gramedia di Indonesia Economic Summit (IES), Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Bulog Sebut Arab Saudi Buka Peluang Ekspor Beras Indonesia untuk Jemaah Haji

Pandu menyebut, Kompleks Haji itu tidak hanya akan menjadi wadah yang melayani jemaah, melainkan instrumen untuk mengenalkan keramahan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Kehadiran KompleksHaji dinilai bisa membawa manfaat ganda karena memberikan pelayanan publik sekaligus mendapatkan keuntungan.

“Ini juga memecahkan salah satu pertanyaan kunci tentang pariwisata. Bagaimana kita dapat menciptakan budaya pariwisata di luar Indonesia dengan menggunakan Mekkah sebagai destinasi bagi warga Indonesia dan lainnya,” ujar Pandu.

Menurutnya, Danantara baru saja menyelesaikan proses investasi Kompleks Haji itu yang menjadi investasi asing terbesar bagi Kerajaan Saudi di sektor real estate pada 2025.

Tidak berhenti pada Kompleks Haji di Mekkah, Danantara saat ini juga mempertimbangkan akuisisi beberapa aset lain di Mekkah dan Madinah.

Meski demikian, Danantara tetap harus menyeimbangkan manfaat investasi dan dampak kepada pihak eksternal.

“Kami juga sedang mempertimbangkan beberapa aset di Mekkah dan Madinah yang diharapkan akan signifikan,” kata Pandu.

Akuisisi Hotel Rp 8,3 Triliun

Adapun investasi Danantara pada Kompleks Haji di antaranya mencakup hotel dan lahan di Mekkah seluas 5 hektar.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, capaian tersebut merupakan buah manis dari diplomasi Presiden Prabowo Subianto dengan Kerajaan Saudi.

“Kita telah memenangkan bidding (lelang), dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Mekkah, yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden,” ujar Prasetyo di Media Center kawasan Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan laporan Danantara, aset yang diakuisisi adalah Novotel Thakher Mekkah.

Hotel itu dilengkapi 3 unit menara atau tower dengan kapasitas 1.461 kamar yang bisa menampung 4.383 jemaah haji.

Kedepan, pemerintah akan mengembangkan proyek ini dengan membangun 13 menara baru.

Saat selesai, Kompleks Haji Indonesia akan dilengkapi 6.025 kamar.

Baca juga: Curhat BPKH Sulitnya Investasikan Dana Haji di Emas

Tag:  #bangun #kompleks #haji #mekkah #danantara #jemaah #merasa #seperti #rumah

KOMENTAR