Dirut BEI Mundur Usai IHSG Anjlok, Purbaya: Kesalahan Dia Fatal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Dirut BEI Iman Rachman sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya IHSG. Ia menyebut ada kesalahan fatal terkait respons terhadap MSCI.(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
13:24
31 Januari 2026

Dirut BEI Mundur Usai IHSG Anjlok, Purbaya: Kesalahan Dia Fatal

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait mundurnya Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Purbaya, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari berturut-turut hingga perdagangan dihentikan sementara (trading halt) pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026).

"Saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Ia menilai BEI tidak segera menindaklanjuti masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk memperbaiki pasar modal Indonesia.

Baca juga: Deretan Pejabat yang Mundur Usai IHSG Anjlok, dari Dirut BEI hingga Ketua OJK

Laporan MSCI tersebut memberi sentimen negatif ke pasar sehingga investor berbondong-bondong melakukan aksi jual saham dan IHSG terkoreksi cukup dalam.

"Dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin," ucapnya.

Menurut Purbaya, kondisi tersebut dapat memunculkan persepsi bahwa ekonomi Indonesia tidak stabil, padahal fundamental ekonomi nasional dinilai cukup baik dan stabil.

"Dianggapnya ekonominya tidak stabil. Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh," kata Purbaya.

Sebagai Bendahara Negara, ia menyebut tengah melakukan pembenahan di sisi fiskal, mulai dari reformasi bea cukai hingga perpajakan, guna memperkuat penerimaan negara dan menopang pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Reli Sehari Tak Cukup, IHSG Masih Turun 6,94 Persen Sepekan

IHSG hari ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Dirut BEI Iman Rachman sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya IHSG. Ia menyebut ada kesalahan fatal terkait respons terhadap MSCI. IHSG hari ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Dirut BEI Iman Rachman sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya IHSG. Ia menyebut ada kesalahan fatal terkait respons terhadap MSCI.

Purbaya Ajak Investor "Buy, Serok-serok"

Purbaya menilai mundurnya Iman dapat menjadi sentimen positif yang harus dimanfaatkan investor.

"Wah ini positif kalau orang yang ngerti mah. Kalau ngerti mah bye, buy, serok-serok (beli saham)," ujarnya.

Ia optimistis langkah cepat pemerintah akan meningkatkan kembali kepercayaan investor terhadap Indonesia.

"Artinya investor di pasar modal maupun di real sector lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu mustinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di real sector, di FDI," tuturnya.

Berdasarkan data RTI, IHSG anjlok sekitar 6,84 persen dalam sepekan terakhir. Pada Jumat (30/1/2026), IHSG ditutup di zona hijau tepatnya di level 8.329,61.

Baca juga: Profil Mirza Adityaswara, Wakil Ketua OJK yang Ikut Mundur di Tengah Gejolak IHSG

IHSG Sempat Anjlok 8 Persen dan Trading Halt

Sebelumnya, perdagangan saham dihentikan sementara selama dua hari berturut-turut lantaran IHSG turun drastis hingga 8 persen.

Purbaya menilai gejolak tersebut dipicu faktor psikologis dan sentimen penilaian lembaga global, bukan karena persoalan mendasar pada ekonomi nasional.

Ia menyebut pasar saham domestik terkejut dengan pengumuman MSCI pada Selasa (27/1/2026).

MSCI meminta Indonesia memperbaiki transparansi data pasar modal hingga Mei 2026 dan akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, yang berpotensi turun dari pasar berkembang menjadi pasar frontier market.

"Ini mungkin orang shock akan possibility kita pasarnya dianggap pasar frontier level. Tapi saya kan gak akan turun ke sana karena fondasi kita bagus," kata Purbaya.

Ia juga menyinggung saham-saham spekulatif. "Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan," ucapnya.

Baca juga: IHSG Anjlok, Ini 5 Pejabat BEI dan OJK yang Mengundurkan Diri Beruntun

Purbaya memperkirakan guncangan pasar umumnya berlangsung singkat, sekitar dua hingga tiga hari sebelum kembali stabil.

"Kan akhir tahun kan? To the moon jangan takut. Fondasi kita bagus. Kan saya Menteri keuangannya. Optimis 10.000, enggak usah takut," ucapnya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia optimistis IHSG berpotensi menyentuh level 10.000 pada akhir tahun ini.

Langkah Strategis Perkuat Pasar Modal

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kondisi fundamental perekonomian nasional tetap kokoh. Hal ini didukung koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terjaga, stabilitas makroekonomi, serta kinerja korporasi yang baik.

Tekanan pada IHSG bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi maupun kualitas emiten secara keseluruhan, kata Airlangga.

“Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia melalui langkah strategis dan terukur,” ujarnya dalam keterangan pers Jumat (30/1/2026).

Langkah yang ditempuh antara lain percepatan demutualisasi BEI, yakni perubahan status menjadi perseroan terbatas, untuk memperkuat tata kelola dan profesionalisme.

Baca juga: Profil Inarno Djajadi, Pejabat OJK yang Mundur Usai IHSG Ambruk

Bersama OJK dan BEI, pemerintah juga berencana meningkatkan batas minimum free float emiten berkapitalisasi besar dari 7,5 persen menjadi 15 persen, sekaligus memperkuat transparansi dan pengawasan pasar modal.

Free float sendiri merupakan persentase saham yang beredar di pasar dan dapat diperdagangkan. Sebagai perbandingan, free float di bursa utama dunia berkisar 10–25 persen.

Pemerintah mendorong penguatan basis investor domestik dengan menaikkan batas investasi dana pensiun dan asuransi pada saham likuid dan berkualitas dari 10 persen menjadi 20 persen, termasuk saham dalam indeks LQ45.

Kebijakan ini diharapkan memperdalam pasar keuangan dan meningkatkan imbal hasil bagi peserta dana pensiun dan pemegang polis sesuai praktik negara OECD.

Seluruh agenda reformasi ini sejalan dengan aksesi Indonesia menuju keanggotaan OECD, mengadopsi best practices internasional untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif, efisien, dan berintegritas.

“Pemerintah menghimbau pelaku pasar untuk tetap tenang dan melihat kondisi ini sebagai momentum penyesuaian menuju pasar yang lebih sehat,” kata Airlangga.

Baca juga: Efek Domino IHSG Anjlok: Dirut BEI Mundur, Disusul Ketua OJK dan 3 Deputi Lainnya

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya. Berikut profil Iman Rachman Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya. Berikut profil Iman Rachman

Iman Rachman Mengundurkan Diri

Iman Rachman menyatakan pengunduran dirinya dari Dirut BEI sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional sebagai pimpinan tertinggi bursa.

"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman, Jumat (30/1/2026).

“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:

Dirut BEI Mundur Sebagai Sinyal Positif IHSG, Purbaya: Saatnya Serok-serok Saham

Purbaya soal Dirut BEI Iman Rachman Mundur: Kesalahan Dia Fatal sehingga IHSG Terkoreksi

Diwarnai Trading Halt, Purbaya Yakin IHSG To The Moon Capai 10.000 di Akhir Tahun

Tag:  #dirut #mundur #usai #ihsg #anjlok #purbaya #kesalahan #fatal

KOMENTAR