Harga Emas dan Perak Dunia Koreksi Jelang Pengumuman Calon Ketua Fed
Ilustrasi emas. Apa prediksi harga emas untuk tahun 2030?(DOK. Pixabay/Global_Intergold.)
19:28
30 Januari 2026

Harga Emas dan Perak Dunia Koreksi Jelang Pengumuman Calon Ketua Fed

- Pada pekan terakhir Januari 2026, pasar logam mulia global mencatat gejolak luar biasa yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah perdagangan.

Harga emas dan perak yang sebelumnya mencetak rekor baru mengalami koreksi tajam dalam satu hari perdagangan, dipicu oleh dinamika pasar valuta asing dan harapan seputar calon ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed).

Pergerakan ini dipantau ketat pelaku pasar karena melibatkan faktor-faktor moneter, geopolitik, dan psikologis yang berimplikasi luas terhadap aliran modal internasional.

Baca juga: Prediksi Harga Emas 2030: Ekonom Sebut Bisa Tembus Rp 5 Juta per Gram

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Rekor harga emas dan perak di tengah ketidakpastian makro

Sejak awal 2026, harga emas dan perak menunjukkan kenaikan tajam, mencerminkan lonjakan permintaan safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Menurut data TradingEconomics, harga emas telah meroket sepanjang Januari 2026 dan mencapai rekor tertinggi di atas 5.432 dollar AS per troy ounce pada Kamis (29/1/2026), naik sekitar 25,2 persen dalam sebulan dan hampir 94,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, harga perak juga mencatat penguatan signifikan mengikuti momentum logam mulia lainnya.

Harga kedua logam mulia ini mencapai titik tertinggi yang belum pernah terjadi. Harga emas menembus level psikologis 5.000 dollar AS per troy ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Baca juga: UBS Revisi Proyeksi Harga Emas Dunia 2026, Bisa Tembus 6.200 Dollar AS

Adapun harga perak naik di atas 100 dollar AS per troy ounce, level yang sebelumnya belum pernah terjadi.

Selama periode kenaikan itu, emas dianggap sebagai aset pelindung nilai (safe haven) di tengah pelemahan dollar AS dan kekhawatiran perihal kebijakan moneter AS.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia melonjak tajam dan menembus level 5.500 dollar AS per ons pada perdagangan Rabu (28/1/2026) waktu setempat, atau Kamis (29/1/2026) pagi.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia melonjak tajam dan menembus level 5.500 dollar AS per ons pada perdagangan Rabu (28/1/2026) waktu setempat, atau Kamis (29/1/2026) pagi.

Kondisi ini juga didukung oleh permintaan logam mulia dari bank-bank sentral dan investor global yang mencari lindung nilai terhadap risiko inflasi serta volatilitas pasar modal.

Pemicu koreksi harga emas dan perak: kabar calon Ketua The Fed dan penguatan dollar AS

Pada Jumat (30/1/2026), pasar mengalami perubahan arah yang tajam. Terjadi penurunan signifikan harga kedua logam mulia, dengan harga emas melemah hingga sebesar 5 hingga 8 persen dalam satu sesi perdagangan.

Baca juga: Harga Emas Dunia Menguat Tipis Setelah Koreksi Tajam

Sementara itu, menurut Financial Times, harga perak turun tajam ke bawah level 100 dollar AS per troy ounce.

Penyebab utama koreksi ini adalah kabar tentang calon Ketua The Fed yang dipilih oleh Presiden Donald Trump. Mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, diproyeksikan menjadi calon kuat pengganti Jerome Powell.

Perkiraan ini memicu penguatan dollar AS di pasar valuta asing global. Penguatan dollar AS membuat aset yang dihargakan dalam mata uang tersebut, termasuk emas dan perak, relatif kurang menarik bagi investor yang memegang mata uang lain.

Indeks Dollar AS (DXY) meningkat sekitar 0,4 persen setelah kabar tentang Warsh, yang dipandang sebagai monetary hawk atau pihak yang cenderung lebih mendukung tatanan moneter konservatif, menjadi lebih kuat.

Baca juga: Apakah Harga Emas Akan Terus Naik Sepanjang 2026?

Kondisi ini dianggap mendorong imbal hasil obligasi AS dan memperkuat dollar AS, faktor yang secara tradisional memberi tekanan pada logam mulia non-yielding seperti emas dan perak.

Francesco Pesole, FX Strategist di ING, yang dikutip oleh Barron’s menyatakan bahwa jika Warsh menjadi Ketua The Fed, hal ini dapat lebih mendukung dollar AS dan menyingkirkan beberapa risiko dovish (longgar) untuk kebijakan The Fed.

Penurunan signifikan dalam satu sesi

Menurut laporan Financial Times, pergerakan harga emas dalam satu sesi perdagangan hari ini termasuk salah satu yang paling tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.Shutterstock/VladKK Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.

Harga emas sempat turun sekitar 8 persen dari rekor tertingginya, sebelum sedikit pulih ke level yang masih lebih rendah dibanding harga pembukaan hari itu.

Baca juga: Harga Emas Terus Menanjak, Geopolitik Jadi Penentu Arah

Turunnya harga emas juga diikuti oleh penurunan tajam pada logam lain seperti platinum dan perak.

Menurut The Economic Times, volatilitas pasar memaksa para pelaku pasar untuk melakukan profit taking, alias penjualan untuk merealisasikan keuntungan setelah rally panjang sepanjang Januari 2026.

Ini sekaligus menyebabkan lonjakan volume perdagangan yang tidak terkendali di beberapa bursa, termasuk Multi Commodity Exchange.

Pada sesi tersebut, exchange-traded funds (ETF) yang berbasis emas dan perak juga terpukul oleh aksi jual, dengan beberapa ETF mencatat penurunan nilai sekitar 14 persen dalam satu hari, mencerminkan tekanan luas yang terjadi di pasar logam mulia.

Baca juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus 27.000 Dollar AS

Analisis dinamika pasar: faktor psikologis dan teknis

Para analis pasar global mencatat bahwa beberapa faktor psikologis turut mempercepat tekanan jual emas dan perak.

1. Tingkat psikologis harga

Level harga 5.000 dollar AS per troy ounce untuk emas dan 100 dollar AS per troy ounce untuk perak dianggap sebagai batas psikologis penting. Setelah menembus dan bergerak jauh di atasnya, aksi jual profit taking menjadi lebih intensif.

2. Ekspektasi calon Ketua The Fed

Kabar tentang pemilihan calon Ketua The Fed yang dipandang lebih hawkish dibanding dovish turut memengaruhi arah pasar.

3. Penguatan dollar AS

Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak naik lebih dari 6,5 persen pada Jumat (9/1/2026) dan kembali menembus angka 80 dollar AS. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat turun cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.PIXABAY/PAUL (PWLPL) Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak naik lebih dari 6,5 persen pada Jumat (9/1/2026) dan kembali menembus angka 80 dollar AS. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat turun cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.

Penguatan dollar AS sebagai respons pasar terhadap berita moneter memberi tekanan pada aset berdenominasi dollar AS, termasuk emas dan perak.

Baca juga: Harga Perak Anjlok 6,5 Persen Setelah Sentuh Rekor 121,66 Dollar AS

4. Sentimen teknis pasar

Strategi perdagangan berbasis technical levels atau titik teknis, termasuk pergerakan rata-rata, relative strength index (RSI), dan tekanan jual berbasis momentum, juga memperkuat koreksi harga.

Konteks pasar yang lebih luas: geopolitik dan risiko finansial

Dalam beberapa minggu menjelang koreksi tajam ini, pasar logam mulia telah didukung oleh ketidakpastian geopolitik serta risiko finansial yang meningkat di pasar modal global.

Misalnya, lonjakan ketegangan politik dan pasar saham AS yang mengalami volatilitas memicu arus modal masuk ke safe haven seperti emas dan perak.

Selain itu, aktivitas internasional seperti potensi tarif baru, perubahan kebijakan moneter AS dan tekanan inflasi di beberapa kawasan turut menjadi bagian dari gambaran makroekonomi yang memperkuat flow ke aset aman.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Cetak Rekor Baru di Tengah Pelemahan Dollar AS

Prospek harga emas dan perak

Sebelum koreksi tajam terjadi, beberapa analis pasar global menilai bahwa reli harga emas dan perak didorong oleh kombinasi dolar yang melemah dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed.

Trump misalnya sempat menyampaikan komentar yang meremehkan kekhawatiran terhadap pelemahan dolar AS, yang memicu pelarian modal ke logam mulia.

Namun, tidak semua analis berpandangan bahwa rally itu akan berkelanjutan.

Marko Kolanovic, mantan quant chief di JPMorgan, memperingatkan bahwa harga perak yang melonjak tajam berisiko mengalami penurunan besar dalam 12 bulan ke depan, mengacu pada pola historis pada aset komoditas selama fase gelembung.

Baca juga: Harga Perak Tembus 100 Dollar AS, Reli Tajam Picu Euforia dan Kewaspadaan

Kolanovic menyatakan bahwa dalam periode kenaikan yang cepat, perak hampir dipastikan akan turun sekitar 50 persen dari level ini dalam waktu setahun.

Namun, ia juga menyoroti risiko tinggi berjualan short ketika volatilitas pasar masih ekstrem.

Pergerakan harga emas dan perak di akhir Januari 2026 mencerminkan siklus pasar logam mulia yang sangat volatil, dengan rekor harga diikuti oleh koreksi tajam.

Lonjakan awal dipicu oleh permintaan safe haven dan ekspektasi kebijakan moneter longgar, sementara aksi jual mendadak terjadi karena kekuatan dollar AS dan berita tentang calon Ketua Fed yang dipandang lebih hawkish, serta tekanan psikologis pasar di level harga tinggi.

Tag:  #harga #emas #perak #dunia #koreksi #jelang #pengumuman #calon #ketua

KOMENTAR