OJK Segera Tunjuk Plt Dirut BEI Pengganti Iman Rachman
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut proses penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah berjalan dan sepenuhnya mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Regulator memastikan transisi kepemimpinan ini tidak mengganggu roda operasional pasar modal maupun agenda strategis bursa nantinya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan, Inarno Djajadi, mengatakan mekanisme pengisian jabatan Dirut BEI telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT) BEI, sehingga penunjukannya akan dilakukan Board of Directors atau dewan direksi otoritas pasar modal.
“Tentunya itu sudah diatur di Anggaran Dasar, di Bursa Efek Indonesia, dan ini masih dalam proses. Jadi penunjukannya nanti akan dilakukan oleh Board of Directors IDX. Tapi itu sudah ada ketentuannya,” ujar Inarno saat konferensi pers di gedung BEI, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: OJK Pastikan Pengunduran Diri Iman Rachman Tak Ganggu Operasional Bursa
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, saat pembukaan perdagangan bursa tahun 2026, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Pada 30 Januari 2026, Iman Rachman umumkan mundur sebagai Dirut BEI usai perdagangan bursa trading halt dua hari berturut-turut pada 28 dan 29 Januari 2026. Meskipun posisi Dirut masih diisi sementara, seluruh aktivitas bursa tetap berjalan normal. Termasuk agenda penting yang melibatkan pengelola indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). BEI sendiri dijadwalkan melangsungkan pertemuan dengan MSCI pada Senin pekan depan.
“Tentunya yang kemarin, yang hari Senin (pertemuan dengan MSCI), segala macam itu akan tetap kita jalankan,” paparnya.
OJK juga yakin bahwa pengunduran diri Iman Rachman tidak akan mengganggu keberlangsungan operasional pasar modal. Regulator optimis seluruh fungsi bursa tetap berjalan normal, termasuk kegiatan, kliring, penjaminan, hingga penyimpanan efek.
Inarno mencatat lembaganya menghormati keputusan Iman Rachman yang undur diri sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kondisi pasar modal yang masih bergejolak saat ini.
“Pertama-tama kami OJK menghargai keputusan Bapak Iman Rachman untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Keputusan tersebut kami pandang sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kondisi saat ini,” pungkas Inarno.
“OJK memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak akan mengganggu keberlangsungan operasional, baik itu dari bursa, kliring nya, dan juga,,,” lanjutnya.
Baca juga: Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Bos OJK Kini Ngantor di Bursa
Lebih jauh, OJK akan mengambil peran utama dalam agenda reformasi keberlanjutan pasar modal. Ia menyampaikan OJK mulai berkantor langsung di lingkungan BEI untuk memastikan proses pembenahan berjalan cepat, tepat, dan efektif.
“Seperti yang telah kemarin disampaikan oleh Pak Ketua dan juga kami, kami akan berkantor di sini, tentunya di OJK dan juga di sini, dan tentunya kami akan mengambil peran utama reformasi keberlanjutan yang telah kami sampaikan kemarin ini,” ucap Inarno.
OJK juga akan menjalankan sejumlah langkah prioritas. Pertama, pelaksanaan ketentuan keterbukaan (disclosure) kepemilikan saham di bawah 5 persen. Kedua, penerapan ketentuan free float minimal 15 persen bagi emiten.
Baca juga: IHSG Naik 1,18 Persen pada Sesi I, Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI
Ketiga, pengawalan atas berbagai perhatian dan masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang ditargetkan dapat diselesaikan sebelum Mei 2026.
Selain itu, OJK akan melanjutkan proses demutualisasi bursa, serta meningkatkan fungsi pengawasan (surveillance) dan penegakan hukum (enforcement) di pasar modal.
“Tentunya proses untuk demutualisasi, tentunya akan kami laksanakan. Dan surveillance dan juga enforcement itu akan kami tingkatkan,” pungkasnya.
Di sisi lain, OJK mengimbau seluruh investor untuk tetap tenang dan rasional dalam mengambil keputusan investasi di tengah dinamika pasar yang berlangsung saat ini.
“Tentunya sebagai penutup, kami semua mengingatkan kepada seluruh investor agar tetap tenang dan juga rasional dalam mengambil setiap keputusan untuk berinvestasi,” tuturnya.