Trump Ancam Tarif 50 Persen untuk Pesawat Buatan Kanada
Amerika Serikat (AS) dan Kanada, dua negara tetangga yang selama puluhan tahun menjalin hubungan dagang erat, menghadapi gelombang baru ketegangan ekonomi.
Presiden AS Donald Trump dalam unggahan di media sosial menyatakan rencana untuk decertify atau meniadakan sertifikasi semua pesawat buatan Kanada.
Dikutip dari CNN, Jumat (30/1/2026), Trump juga mengancam tarif impor sebesar 50 persen terhadap pesawat-pesawat buatan Kanada jika perselisihan soal sertifikasi pesawat tertentu tidak segera diselesaikan.
Baca juga: PM Kanada Respons Ancaman Tarif Trump dan Tegaskan Komitmen CUSMA
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026.
Ancaman ini menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam dinamika hubungan dagang kedua negara yang telah memanas sejak 2025.
Pernyataan Trump soal tarif dan sertifikasi
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan mencabut sertifikasi semua pesawat yang diproduksi di Kanada dan mengenakan tarif tinggi terhadapnya.
Ini sebagai imbal balik atas apa yang disebutnya sebagai hambatan sertifikasi terhadap pesawat buatan AS di Kanada.
“Kanada secara efektif melarang penjualan produk Gulfstream di Kanada melalui proses sertifikasi yang sama ini. Jika, karena alasan apa pun, situasi ini tidak segera diperbaiki, saya akan mengenakan tarif 50% kepada Kanada untuk setiap dan semua pesawat yang dijual ke Amerika Serikat," tulis Trump.
Baca juga: Kesepakatan Dagang Kanada–China, Trump Ultimatum Tarif 100 Persen
Dalam pernyataannya, Trump secara spesifik menyebut model pesawat bisnis Global Express yang diproduksi oleh perusahaan berbasis di Quebec, Bombardier, sebagai bagian dari pesawat Kanada yang akan di-decertify.
Dia juga menyatakan akan berlaku sama untuk seluruh pesawat yang dibuat di Kanada.
Ilustrasi pesawat, penerbangan.
Latar belakang sengketa sertifikasi pesawat
Menurut laporan CNN, sengketa ini berakar dari kekesalan pemerintahan Trump atas apa yang disebutnya penolakan otoritas Kanada untuk memberikan sertifikasi kepada beberapa pesawat buatan Amerika, termasuk model dari Gulfstream Aerospace yang berbasis di Georgia, AS.
Trump mengatakan, negara tetangga secara efektif melarang penjualan produk Gulfstream di Kanada melalui proses sertifikasi yang sama.
Baca juga: Trump Naikkan Tarif Impor Kanada 10 Persen Gara-gara Iklan Reagan
Namun, sampai saat ini belum jelas apakah Trump memiliki otoritas hukum untuk benar-benar mencabut sertifikasi pesawat berdasarkan alasan ekonomi.
Richard Aboulafia, direktur manajer di firma konsultan AeroDynamic Advisory, mengatakan bahwa menggunakan keamanan pesawat sebagai alat dalam perang dagang adalah ide yang sangat buruk.
Biasanya sertifikasi pesawat berada di bawah kewenangan otoritas keselamatan seperti Lembaga Administrasi Penerbangan Federal (FAA), bukan keputusan politik.
Belum ada pernyataan resmi dari FAA soal apakah badan tersebut akan atau bisa mencabut sertifikasi pesawat secara ekonomi, karena secara normal sertifikasi hanya dapat dicabut jika ada masalah keselamatan.
Baca juga: Kesepakatan Tarif Resiprokal Rampung Tunggu Jadwal Pertemuan Prabowo dan Trump
Dampak potensial pada industri dan jadwal penerbangan
Ancaman Trump menuai kekhawatiran luas di kalangan industri penerbangan. Jika semua pesawat Kanada benar-benar di-decertify atau dikenai tarif 50 persen, ini akan berpotensi memengaruhi ratusan pesawat yang saat ini beroperasi di AS.
Data dari firma analitik penerbangan menunjukkan, lebih dari 648 pesawat penumpang produksi Kanada seperti model CRJ yang digunakan oleh maskapai regional di AS terdaftar di sana, dengan jadwal lebih dari 2.600 penerbangan harian dan total kapasitas sekitar 175.000 kursi penumpang setiap hari.
CEO Regional Airline Association, Faye Malarkey Black, kepada CNN menyatakan, hingga Jumat malam setelah pengumuman Trump, belum ada laporan maskapai regional yang menerapkan penghentian operasi pesawat mereka.
Namun, potensi gangguan tetap dipandang signifikan karena banyak bandara kecil di AS bergantung pada pesawat regional untuk konektivitas.
Baca juga: Trump Naikkan Tarif untuk Korsel Jadi 25 Persen, Ada Apa?
Pemimpin Partai Liberal Kanada sekaligus Perdana Menteri terpilih Mark Carney, pada 25 Februari 2025 berpidato di Montreal setelah debat kedua untuk menjadi pemimpin Partai Liberal yang akan menjadi PM Kanada berikutnya menggantikan Justin Trudeau. Pada Jumat (25/7/2025), Kanada siap akui negara Palestina di PBB, susul langkah Prancis dan kecam krisis kemanusiaan di Gaza.
Reaksi dari Kanada
Pernyataan Trump langsung memicu reaksi dari perusahaan pesawat Kanada dan pejabat negara tersebut.
Bombardier, pembuat pesawat yang menjadi sorotan, menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah mencatat unggahan dari Presiden AS tersebut dan saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Kanada terkait isu itu.
Sementara itu, dalam konteks hubungan diplomatik yang lebih luas, Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada hari yang sama mengatakan, ia mengharapkan pemerintahan Trump menghormati kedaulatan Kanada terkait masalah ini, sekaligus merujuk pada laporan pertemuan antara pejabat AS dengan separatis Alberta.
Eskalasi ketegangan yang lebih luas
Ancaman tarif 50 persen atas pesawat Kanada merupakan bagian dari ketegangan perdagangan yang lebih luas antara kedua negara yang memuncak sejak 2025.
Baca juga: Perjanjian Tarif Resiprokal dan Masa Depan WTO: Pelajaran dari Brexit
Beberapa hari sebelum peristiwa ini, Trump juga pernah memperingatkan akan mengenakan tarif 100 persen pada semua produk Kanada jika negara itu melanjutkan pembicaraan perjanjian dagang dengan China.
Pernyataan itu diunggah di media sosial Trump, yang menuduh bahwa hubungan perdagangan yang lebih dalam dengan China akan merugikan Kanada secara ekonomi.
Hubungan dagang AS–Kanada saat ini berada dalam rezim yang terpengaruh oleh perang dagang yang lebih luas sejak 2025, di mana kedua negara saling mengenakan tarif dan hak imbalan sebagai respons atas langkah satu sama lain dalam berbagai sektor industri.
Tantangan regulasi dan hukum
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya dikaitkan dengan upayanya untuk mengambil alih Greenland.
Sejumlah pakar juga mencatat, bahkan jika Trump mengeluarkan pernyataan di platform media sosial yang berpengaruh, kekuatan hukum atau mekanisme konkret untuk decertify pesawat asing tidak otomatis tersedia bagi presiden tanpa dukungan atau keputusan dari lembaga terkait seperti FAA.
Baca juga: Capai Kesepakatan soal Greenland, Trump Cabut Ancaman Tarif ke Eropa
Dalam konteks ini, regulasi sertifikasi pesawat biasanya berada di bawah otoritas badan keselamatan, yang memiliki standar ketat dan independen dari dinamika dagang.
Selain itu, belum ada rincian resmi kapan atau bagaimana tarif tersebut akan mulai diberlakukan, atau apakah ada proses legislasi maupun administratif yang akan dijalankan untuk mengimplementasikan kebijakan ini.
Tag: #trump #ancam #tarif #persen #untuk #pesawat #buatan #kanada