Transaksi Luar Negeri Meningkat, Blu by BCA Siapkan Opsi Bebas Biaya Konversi
- Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk bepergian ke luar negeri turut mendorong perubahan pola transaksi keuangan. Sepanjang 2025, aktivitas pembayaran terkait perjalanan, baik untuk belanja, transportasi, hingga akomodasi, tercatat mengalami pertumbuhan, seiring pulihnya mobilitas global dan tren wisata internasional.
Namun di balik tren tersebut, transaksi lintas negara masih menyisakan sejumlah tantangan. Perbedaan nilai tukar, keterbatasan akses money changer dengan kurs kompetitif, hingga biaya tambahan akibat konversi mata uang kerap menjadi kendala bagi wisatawan yang mengandalkan kartu debit atau pembayaran non-tunai.
Merespons kondisi ini, bank digital mulai menghadirkan solusi berbasis valuta asing (valas) yang terintegrasi langsung dengan kartu debit. Salah satunya dilakukan blu by BCA Digital melalui fitur bluValas, yang memungkinkan transaksi debit di luar negeri tanpa dikenakan biaya konversi kurs, selama saldo tersedia dalam mata uang yang digunakan.
Head of Card & Personal Loan Business BCA Digital, Rainer Sutedja, menyebut kebutuhan transaksi lintas negara kini tidak lagi terbatas pada nasabah tertentu.
“Mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan itu diikuti dengan kebutuhan transaksi yang praktis, transparan, serta tetap terkontrol. Solusi pembayaran lintas negara harus bisa mengurangi ketidakpastian biaya,” ujar dia di Jakarta, Rabu (28/1).
Secara mekanisme, transaksi kartu debit akan otomatis mendeteksi mata uang lokal di negara tujuan dan langsung memotong saldo valas yang sesuai. Dengan skema ini, pengguna tidak perlu lagi menukar uang tunai dalam jumlah besar sebelum berangkat atau khawatir terhadap fluktuasi kurs saat bertransaksi.
Saat ini, fitur transaksi valas tersebut mendukung delapan mata uang utama, antara lain dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, euro, yen Jepang, pound sterling, dolar Australia, dolar Hong Kong, dan yuan Tiongkok (CNH).
Transaksi dapat dilakukan baik secara offline di merchant luar negeri maupun secara online di platform internasional yang menggunakan mata uang asing.
Selain pembayaran non-tunai, penarikan uang di ATM luar negeri juga tetap dimungkinkan dengan biaya yang dinilai lebih terkendali dibandingkan skema konversi otomatis berbasis rupiah. Pendekatan ini dinilai memberi alternatif bagi nasabah yang masih membutuhkan uang tunai selama perjalanan.
Fitur perencanaan keuangan juga menjadi perhatian. Dengan sistem penyimpanan saldo valas, nasabah dapat membeli mata uang asing lebih awal saat nilai tukar dianggap menguntungkan. Strategi ini memberi ruang perencanaan yang lebih matang dan mengurangi risiko lonjakan kurs mendadak menjelang atau saat perjalanan berlangsung.
Bagi pengguna kartu co-branding tertentu, transaksi valas juga dapat dikaitkan dengan program loyalti, seperti pengumpulan miles penerbangan. Meski demikian, pengamat menilai nilai utama dari layanan ini terletak pada efisiensi biaya dan transparansi transaksi, bukan semata insentif tambahan.
Seluruh pengaturan transaksi valas dilakukan melalui aplikasi perbankan digital, termasuk pemilihan sumber dana, apakah menggunakan saldo mata uang asing atau tetap mendebet dari rekening rupiah. Riwayat transaksi dan pemantauan saldo juga tersedia secara real time, sehingga arus keuangan tetap dapat dikontrol selama berada di luar negeri.
Dengan tren perjalanan internasional yang diperkirakan terus berlanjut, kehadiran fitur transaksi valas terintegrasi menjadi salah satu indikator bagaimana bank digital menyesuaikan layanan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat modern, yang menuntut kemudahan, efisiensi, dan kepastian biaya.
Tag: #transaksi #luar #negeri #meningkat #siapkan #opsi #bebas #biaya #konversi