IHSG Anjlok Imbas Isu MSCI, Bos BEI Sebut Pasar Dilanda Panic Selling
IHSG ditutup melemah 7,35 persen ke level Rp 8.320,56 pada perdagangan Rabu 928/1/2026).(Bursa Efek Indonesia (BEI))
16:52
28 Januari 2026

IHSG Anjlok Imbas Isu MSCI, Bos BEI Sebut Pasar Dilanda Panic Selling

– Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu (28/1/2026) dipicu sentimen negatif dari kebijakan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI memutuskan menghentikan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan emiten Indonesia.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menilai pengumuman tersebut memicu aksi panic selling di pasar modal domestik.

“Jadi hasil daripada apa yang terjadi hari ini memang menurut saya panic selling,” ujar Iman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta.

Baca juga: Trading Halt BEI Dibuka Pukul 14.13 WIB, IHSG Kian Tertekan

Iman menjelaskan tekanan pasar muncul dari dua isu utama. Isu pertama terkait pembekuan rebalancing indeks MSCI pada Februari 2026. Kondisi itu membuat tidak ada penambahan maupun pengurangan saham Indonesia di indeks MSCI pada periode tersebut.

“Panic selling karena dua hal yang disampaikan, pertama untuk di bulan Februari rebalancing di freeze. Jadi kalau kita terjemahkan apa yang disampaikan tidak ada penambahan atau pengurangan konstituen perusahaan tercatat kita di MSCI,” kata Iman.

Isu kedua dinilai lebih sensitif bagi pelaku pasar. Kekhawatiran muncul terkait data free float yang diminta MSCI. Data yang diajukan otoritas pasar dinilai belum memenuhi kebutuhan MSCI.

Persepsi tersebut berkembang cepat di pasar dan memicu aksi jual secara luas.

“Tetapi memang yang jadi concern adalah kalau data yang mereka minta, jadi mereka artinya data yang kami usulkan mereka merasa tidak cukup,” ujar Iman.

MSCI sebelumnya menyampaikan peringatan lanjutan. Indonesia diminta menunjukkan kemajuan signifikan terkait transparansi data hingga Mei 2026. Kegagalan memenuhi permintaan tersebut berisiko menurunkan status pasar Indonesia.

Baca juga: Trading Halt Warnai IHSG Anjlok 8 Persen, Pasar Ditekan Isu MSCI

Iman menyebut penurunan peringkat dari emerging market ke frontier market menjadi skenario yang diperhitungkan.

“Kita sudah sampaikan, kalau data yang mereka harapkan itu tidak terpenuhi sampai dengan transparansi itu ya mereka kan transparansi dipenuhi sampai dengan bulan Mei mereka akan menurunkan peringkat kita dari emerging market menjadi frontier market,” kata Iman.

“Artinya kita mungkin sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Karena sekarang kan di emerging market sama dengan Malaysia,” lanjutnya.

BEI telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk menindaklanjuti masukan MSCI. Otoritas bursa menegaskan tetap menghormati metodologi serta independensi MSCI.

Iman menilai surat dari MSCI menjadi momentum untuk memperkuat transparansi pasar. Fokus diarahkan pada data kepemilikan saham di bawah 5 persen.

“Kita menghormati independensi masing-masing dalam tata cara penilaian. Kami juga berterima kasih justru bahwa dengan adanya surat tersebut menjadikan ada pihak yang meminta transparansi atas data kita yang pre-vote di bawah 5 persen,” ujar Iman.

Perdagangan saham kembali dibuka pada pukul 14.13 WIB setelah sempat dihentikan sementara. IHSG tidak menunjukkan pemulihan. Tekanan jual justru berlanjut.

Sesaat setelah perdagangan dibuka, IHSG turun 742,58 poin atau 8,27 persen ke level 8.237,64. Posisi tersebut menjadi level terendah sepanjang hari. Trading halt sebelumnya diaktifkan saat IHSG turun 8,00 persen.

Tekanan sudah terlihat sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 8.393,51. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian 8.596,17 sebelum berbalik turun tajam.

Aksi jual kembali menguat usai trading halt dibuka. Indeks semakin menjauh dari area psikologis 8.300.

Tekanan terjadi hampir di seluruh saham. Sebanyak 767 saham tercatat melemah. Hanya 29 saham menguat. Delapan saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi mencapai sekitar Rp 32,6 triliun. Volume perdagangan tercatat 45,68 miliar saham dengan frekuensi hampir 3 juta kali.

Tag:  #ihsg #anjlok #imbas #msci #sebut #pasar #dilanda #panic #selling

KOMENTAR