Standard Chartered Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen pada 2026
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Media asing soroti pertumbuhan ekonomi Indonesia.(PIXABAY)
14:36
28 Januari 2026

Standard Chartered Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen pada 2026

Standard Chartered Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2026.

Proyeksi ini meningkat dibandingkan perkiraan 5 persen pada 2025, meskipun perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan pengawasan fiskal yang lebih ketat.

Proyeksi tersebut disampaikan dalam ajang Global Research Briefing (GRB) H1 2026 yang diselenggarakan Standard Chartered Indonesia di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: IBC: Kapasitas SDM Kunci Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia 2025 akan tumbuh di bawah 5 persen. Sementara per kuartal II-2025, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI 5,12 persen. SHUTTERSTOCK/NUMBER1411 IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia 2025 akan tumbuh di bawah 5 persen. Sementara per kuartal II-2025, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI 5,12 persen.

Dalam forum tersebut, Edward Lee, Chief Economist ASEAN and South Asia Standard Chartered, bersama Aldian Taloputra, Senior Economist Standard Chartered Indonesia, memaparkan rangkuman riset global terbaru bertema An Uneasy Calm.

Tema ini menggambarkan kondisi ekonomi global yang relatif stabil, namun dibayangi meningkatnya risiko geopolitik dan kehati-hatian terhadap keberlanjutan fiskal.

Proyeksi ekonomi Indonesia

Aldian menjelaskan, perekonomian Indonesia pada 2026 diperkirakan mengalami pertumbuhan yang bersifat siklikal.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2 persen, didukung oleh konsumsi domestik yang stabil, belanja pemerintah yang tetap tinggi, serta momentum investasi yang terjaga, terutama yang sejalan dengan program prioritas pemerintah.

Baca juga: IBC Sebut Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Bertumpu pada Investasi Saja

“Konsumsi rumah tangga juga diperkirakan tumbuh sekitar 4,8 persen hingga 5 persen,” ujar Aldian.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh inflasi yang terkendali, belanja sosial pemerintah, serta perbaikan kondisi pasar tenaga kerja.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.THINKSTOCKS Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi kebijakan moneter, Standard Chartered memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan sikap yang berhati-hati sepanjang 2026.

Kebijakan ini ditempuh dengan menyeimbangkan stabilitas eksternal dan dukungan terhadap pertumbuhan domestik.

Baca juga: Indonesia Economic Summit 2026 Dibidik Jadi Ruang Temu Reformasi Ekonomi RI Bakal Bahas Pemikiran Global untuk Katalis Pertumbuhan Ekonomi

“Meskipun ruang penurunan suku bunga diperkirakan semakin terbatas, sekitar 25 basis poin tahun ini, kebijakan likuiditas dan kebijakan makroprudensial akan tetap digunakan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor-sektor prioritas,” kata Aldian.

Peran investasi dan keterbatasan fiskal

Dari sisi investasi, Standard Chartered menilai investasi tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pendorong tersebut antara lain pembangunan kapasitas industri hilirisasi, belanja modal pemerintah, termasuk badan usaha dan investasi pemerintah, serta pembangunan infrastruktur.

Namun, Aldian menekankan bahwa peran sektor swasta dan arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) akan semakin krusial, seiring dengan terbatasnya ruang fiskal pemerintah.

Baca juga: Rosan: Investor Global Lihat Indonesia Punya Pertumbuhan Ekonomi Stabil

Outlook global dan regional

Dalam kesempatan yang sama, Lee menyampaikan bahwa perekonomian global pada 2026 diperkirakan tumbuh stabil di kisaran 3,4 persen.

Stabilitas ini ditopang oleh kebijakan moneter yang masih akomodatif, sikap fiskal yang relatif suportif, serta meningkatnya investasi yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026. PEXELS/TOM FISK Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026.

Di kawasan ASEAN, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan sedikit melambat, terutama di negara-negara yang memiliki eksposur eksternal lebih besar seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Perlambatan tersebut terjadi seiring normalisasi percepatan ekspor ke Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2026 Meningkat di Kisaran 4,9-5,7 Persen

Sebaliknya, negara-negara dengan basis permintaan domestik yang lebih kuat, termasuk Indonesia, India, dan Filipina, diperkirakan akan relatif lebih tangguh dalam menghadapi dinamika global tersebut.

Lee juga menyoroti bahwa restrukturisasi perdagangan global dan fragmentasi geopolitik yang tengah berlangsung akan terus memengaruhi arah arus modal dan keputusan investasi di negara-negara berkembang.

Pandangan Standard Chartered Indonesia

Sementara itu, Donny Donosepoetro, CEO Standard Chartered Indonesia, menilai prospek pertumbuhan Indonesia tetap kuat memasuki 2026.

“Prospek pertumbuhan Indonesia tetap kuat memasuki tahun 2026, dengan ditopang oleh kuatnya permintaan domestik serta kerangka kebijakan makro yang relatif mendukung, meskipun sentimen global masih cenderung berhati-hati dan ketidakpastian geopolitik masih berlanjut,” ujar Donny.

Baca juga: Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 persen, RI Tandatangani Growth Partnership dengan Inggris

Menurut Donny, di tengah kondisi permodalan global yang semakin selektif, dunia usaha membutuhkan kejelasan arah kebijakan, konektivitas lintas pasar, serta mitra jangka panjang.

“Melalui jaringan global kami, kehadiran regional yang kuat, serta kemampuan pembiayaan lintas negara dan pembiayaan berkelanjutan, Standard Chartered berada di posisi yang tepat untuk membantu korporasi di Indonesia untuk mengakses modal, mengelola risiko, dan berpartisipasi dalam rantai nilai regional maupun global,” kata Donny.

Tag:  #standard #chartered #prediksi #pertumbuhan #ekonomi #persen #pada #2026

KOMENTAR