KNKT Berhasil Unduh Data FDR Pesawat ATR yang Tabrak Gunung di Sulsel
Jajaran pejabat Komite Nasional Keselmatan Transportasi (KNKT) menggelar konferensi pers capaian kinerja tahunan di Jakarta, Rabu (28/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
15:16
28 Januari 2026

KNKT Berhasil Unduh Data FDR Pesawat ATR yang Tabrak Gunung di Sulsel

– Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh flight data recorder atau FDR pesawat ATR 42-500. Pesawat tersebut menabrak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

FDR terpasang di bagian ekor pesawat. Perangkat ini menjadi komponen utama dalam investigasi kecelakaan penerbangan.

“Saat ini kami sudah berhasil mengunduh flight recorder atau alat perekam penerbangan yang terpasang di dalam pesawat yang mengalami kecelakaan, di pesawat ATR tersebut,” kata Pelaksana Tugas Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Henry Poerborianto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: INFOGRAFIK: Foto Bangkai Pesawat ATR Ini Konten AI, Cek Faktanya

Henry menyebut data FDR berhasil dipulihkan. Pesawat tersebut mengangkut pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Data yang diunduh memuat 171 jam pengoperasian pesawat. Total terdapat 180 parameter penerbangan.

“Kami sudah bisa me-recover untuk flight data recorder,” ujar Henry.

KNKT juga mengamankan cockpit voice recorder atau CVR. Alat ini merekam suara dan percakapan di kokpit.

Rekaman percakapan pilot selama dua jam berhasil diunduh. Penerbangan tersebut melayani rute Yogyakarta menuju Makassar.

“Penerbangan tersebut terekam di dalam alat alat perekam penerbangan yang dipasang di pesawat udara,” kata Henry.

Materi FDR dan CVR belum dirilis ke publik. Proses investigasi masih berjalan.

Baca juga: Kelelahan di Tengah Duka, Menteri KP Pingsan Saat Lepas Korban ATR 42-500

Data yang diperoleh masih melalui tahap verifikasi. Tim investigator juga melakukan analisis lanjutan.

“Jadi terkait hal tersebut belum banyak, belum bisa kami sampaikan apa hasil dari isi yang ada di dalam alat perekam penerbangan tersebut,” tutur Henry.

Kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi pada Sabtu (17/1/2026). Insiden tersebut menewaskan 10 orang, termasuk pilot dan awak kabin.

Operasi pencarian melibatkan tim SAR, TNI, Polri, serta unsur terkait. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap di medan pegunungan.

Seluruh korban berhasil ditemukan. Evakuasi korban terakhir berlangsung pada Jumat (23/1/2026).

“Tadi dipastikan baru bisa berkomunikasi detail dengan koordinatnya pukul 09.16 Wita, korban 10 telah ditemukan,” kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi kepada wartawan di Posko Tompo Bulu, Pangkep, Jumat (23/1/2026).

Tag:  #knkt #berhasil #unduh #data #pesawat #yang #tabrak #gunung #sulsel

KOMENTAR