Analisis Teknikal IHSG Hari Ini: Rawan Koreksi, Cek Saham Rekomendasi
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan terkoreksi pada perdagangan Selasa (27/1/2026), setelah indeks ditutup di zona hijau atau menguat sebesar 0,27 persen ke level 8.975,33 pada Senin kemarin, kendati pasar masih didominasi tekanan jual.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berada pada fase gelombang koreksi wave [iv] dari wave 5. Ini mengindikasikan tekanan koreksi belum sepenuhnya mereda, sehingga pasar saham domestik masih relatif rentan terhadap pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.
Karena itu, investor perlu mewaspadai potensi koreksi yang dapat membawa IHSG bergerak turun ke kisaran 8.708 hingga 8.790.
“Kami perkirakan, posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG masih rawan terkoreksi. Waspadai area koreksi yang berada di 8.708-8.790,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.
Dalam pergerakan harian, level 8.852 dan 8.816 menjadi area support terdekat yang berpotensi menahan tekanan jual. Sementara area 9.039 dan 9.120 menjadi zona resistance yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi berlanjutnya penguatan.
Berbeda, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.840-9.000.
Lantas, saham apa saja yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia?
Berikut rekomendasi dari dua sekuritas.
MNC Sekuritas:
Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) ditutup di level Rp 1.355 dengan rekomendasi speculative buy. Pergerakan AKRA dinilai masih berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [b], yang mengindikasikan peluang lanjutan penguatan dalam jangka pendek, meski tetap bersifat spekulatif dan memerlukan manajemen risiko yang ketat.
Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) ditutup pada harga Rp 2.250 dan direkomendasikan buy on weakness. BRIS berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1, yang menunjukkan tren naik masih terjaga. Namun, pembelian disarankan dilakukan saat terjadi pelemahan harga untuk mendapatkan level masuk yang lebih optimal.
Untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang ditutup di level Rp 60, rekomendasi yang diberikan juga buy on weakness. GOTO berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii], yang mencerminkan fase koreksi. Kondisi ini membuka peluang akumulasi secara bertahap apabila tekanan jual mulai mereda.
Saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) ditutup di harga Rp 3.650 dengan rekomendasi buy on weakness. JSMR berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i], yang menandakan potensi kelanjutan tren penguatan. Meski demikian, strategi pembelian tetap disarankan saat harga mengalami koreksi jangka pendek.
Pilarmas Investindo Sekuritas:
Saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) diperdagangkan di level Rp 685. Secara teknikal, level 660 menjadi area support terdekat yang perlu diperhatikan sebagai batas bawah pergerakan harga. Di sisi atas, resistance berada di Rp 715, dengan target penguatan jangka pendek di Rp 710, apabila MAPA mampu menjaga momentum kenaikannya.
Saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berada di harga Rp 1.235. Area support terdekat berada di Rp 1.215, sementara resistance berada di kisaran Rp 1.265. Dengan struktur pergerakan tersebut, ASSA memiliki target penguatan ke level Rp 1.260 selama harga mampu bertahan di atas area support.
Saham PT Sentul City Tbk (BKSL) ditutup di level Rp 161. Support berada di area Rp 151 yang berfungsi sebagai zona penahan tekanan jual. Sementara itu, resistance berada di kisaran Rp 175, dengan target penguatan jangka pendek di level Rp 173 apabila minat beli kembali menguat.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #analisis #teknikal #ihsg #hari #rawan #koreksi #saham #rekomendasi