Angkut Hampir 500.000 Penumpang, KA Brantas Jadi Denyut Ekonomi Jalur Jawa
Rangkaian KA Brantas tiba di Stasiun Madiun, Jawa Timur, Rabu (19/7/2023)(Dok. PT KAI Daop 7 Madiun)
10:16
26 Januari 2026

Angkut Hampir 500.000 Penumpang, KA Brantas Jadi Denyut Ekonomi Jalur Jawa

Arus mobilitas masyarakat antardaerah di Pulau Jawa tercermin dari tingginya jumlah penumpang Kereta Api Brantas sepanjang 2025. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, kereta relasi Pasar Senen–Semarang–Blitar (pp) itu melayani 488.998 penumpang selama satu tahun.

KAI mencatat 488.998 pelanggan menggunakan KA Brantas sepanjang tahun 2025,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Minggu (25/1/2026).

Anne mengatakan, capaian tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi massal yang andal, berbiaya terjangkau, serta memiliki kepastian jadwal.

Selain itu, KA Brantas menghubungkan berbagai pusat kegiatan ekonomi dan destinasi pariwisata di wilayah barat, tengah, hingga timur Pulau Jawa.

“KA Brantas melayani lintasan panjang dengan karakter penumpang yang beragam. Peningkatan sarana sejak Oktober 2024 semakin mendukung kenyamanan perjalanan jarak jauh yang konsisten,” ujar Anne.

Sejak 17 Oktober 2024, KA Brantas menggunakan kereta ekonomi New Generation Modifikasi. Pembaruan ini mencakup tata ruang yang lebih ergonomis, pencahayaan yang lebih baik, serta interior yang dirancang untuk menunjang perjalanan lintas provinsi.

Pembaruan sarana tersebut dinilai sejalan dengan pola perjalanan penumpang KA Brantas yang melintasi banyak kota dalam satu perjalanan. Dari sisi wilayah, lintasan kereta ini berada di kawasan dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wilayah Pantura Jawa Tengah seperti Cirebon, Tegal, Pekalongan, dan Semarang sebagai pusat perdagangan, jasa, dan industri pengolahan. Aktivitas ekonomi tersebut membentuk arus pergerakan penduduk antarkota yang aktif.

Sementara itu, di Jawa Timur, kota-kota yang dilalui KA Brantas, antara lain Madiun, Kediri, Tulungagung, dan Blitar, tercatat dalam Statistik Pariwisata Provinsi Jawa Timur 2024 sebagai wilayah dengan pergerakan penduduk domestik yang kuat serta aktivitas ekonomi regional yang berkembang.

“Konektivitas langsung dengan Jakarta dan Jawa Tengah mempercepat mobilitas masyarakat untuk kepentingan kerja, keluarga, dan sosial,” ujar Anne.

Lintasan KA Brantas juga berkaitan dengan perkembangan Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah. Berdasarkan BPS Jawa Tengah 2024, kawasan tersebut berkembang sebagai pusat manufaktur baru yang menyerap tenaga kerja lintas daerah.

Stasiun-stasiun di wilayah Pekalongan dan Tegal berada dalam radius keterjangkauan kawasan industri tersebut. Kondisi ini menjadikan jalur KA Brantas sebagai salah satu penopang mobilitas pekerja dan aktivitas pendukung industri di koridor Pantura.

Dari sisi pariwisata, jalur KA Brantas membuka akses menuju berbagai destinasi unggulan. Semarang berperan sebagai simpul wisata sejarah dan kuliner di Jawa Tengah, sementara Kediri dan Blitar dikenal sebagai kawasan wisata alam, religi, dan sejarah di Jawa Timur.

“Dengan melayani hampir setengah juta pelanggan sepanjang 2025, KA Brantas berupaya terus memperlancar mobilitas penduduk, memperkuat keterhubungan wilayah, serta mendorong perputaran ekonomi di kota-kota yang dilalui,” tegas Anne.

Tag:  #angkut #hampir #500000 #penumpang #brantas #jadi #denyut #ekonomi #jalur #jawa

KOMENTAR