IHSG Bergerak di Zona Hijau Pagi Ini, Analis Soroti Fase Rawan Koreksi
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di zona hijau pada Senin (26/1/2026). Sejak awal sesi, IHSG langsung menguat dan kembali bergerak di atas level psikologis 9.000.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga sekitar pukul 09.32 WIB, IHSG berada di level 9.029,35, naik 78,34 poin atau 0,86 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
IHSG dibuka di posisi 8.967,73, dengan pergerakan pagi ini berada di kisaran 8.957,69 hingga 9.039,06.
Aktivitas transaksi saham terpantau cukup aktif. Hingga pagi hari, volume perdagangan mencapai 10,03 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,807 triliun.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 776.500 kali, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai sekitar Rp 16.393 triliun.
Sejalan dengan penguatan IHSG, sejumlah indeks utama turut bergerak di zona hijau. Indeks LQ45 naik 0,73 persen ke posisi 879,97, sementara KOMPAS100 menguat 0,94 persen ke level 1.246,14.
Indeks saham berbasis syariah juga mencatatkan penguatan. Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,80 persen ke posisi 618,13, sedangkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,27 persen ke level 333,36.
Indeks lainnya turut menguat. IDX30 naik 0,30 persen ke posisi 450,32, JII70 menguat 1,68 persen ke level 228,50, dan IDX80 naik 1,37 poin ke posisi 138,62.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan hari ini terjadi setelah indeks pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah. Sejumlah pelaku pasar memanfaatkan momentum rebound, meski tekanan jual masih membayangi pergerakan indeks.
Meski menguat, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini dinilai masih berada dalam fase rawan koreksi. Tekanan jual yang meningkat membuat ruang penguatan indeks relatif terbatas.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berada pada bagian wave [iv] dari wave 5. Fase ini kerap diiringi aksi ambil untung setelah indeks mencapai target penguatan.
“Tren jangka panjang masih positif, tetapi tekanan belum sepenuhnya mereda. Kami perkirakan, posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG masih rawan terkoreksi, paling dekat untuk menguji area 8.988–8.956,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.
Meski demikian, peluang penguatan dinilai masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas area support. Herditya memproyeksikan potensi penguatan terdekat berada di kisaran 9.024–9.034.
“Area support berada di 8.956–8.905, sedangkan resistance di 9.120 dan 9.192,” katanya.
Pandangan senada disampaikan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus. Ia memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah terbatas dengan rentang support dan resistance di kisaran 8.840–9.000.
Tag: #ihsg #bergerak #zona #hijau #pagi #analis #soroti #fase #rawan #koreksi