Calon Deputi Gubernur BI Sebut Rupiah Masih Kompetitif
Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro menilai nilai tukar rupiah saat ini masih cukup kompetitif.
Meskipun pada pekan ini rupiah bergerak melemah mendekati level Rp 17.000 per dollar AS di tengah penguatan dollar AS dan dinamika global yang masih menekan pasar keuangan.
"Kalau kita lihat, kita masih cukup kompetitif baik secara jangka pendek maupun dalam jangka panjang sesuai dengan fundamental," ujar Solikin di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, nilai tukar rupiah saat ini masih sejalan dengan fundamental ekonomi. Artinya, nilai tukar rupiah sejalan dengan pencapaian target pertumbuhan ekonomi 2025 yang sebesar 5,4 persen dan target inflasi sebesar 2,5 persen.
Hal ini seiring dengan berbagai kebijakan yang telah dilakukan BI untuk menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot.
"Kita (BI) memiliki strategi yang cukup kuat untuk mengawal nilai tukar baik dari sisi fundamental, dari sisi pasar," ucapnya.
Pergerakan nilai tukar disebut tergantung pada sisi permintaan dan penawaran. Oleh karenanya, untuk mendukung stabilisasi rupiah diperlukan pengelolaan permintaan dan penawaran.
"Demandnya dari mana? Demandnya ya banyak, kebutuhan impor, kebutuhan bayar utang. Supply-nya dari mana? Hasil dari ekspor dan juga utang luar negeri. Inilah yang harus kita kelola sedemikian rupa," jelasnya.
Selain itu, dibutuhkan juga pendalaman pasar keuangan dengan pengembangan instrumen-instrumen investasi agar modal asing tertarik masuk ke pasar keuangan domestik.
Stabilisasi rupiah juga bisa dilakukan melalui kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang kini telah diperbesar porsinya menjadi 100 persen dan diperpanjang tenornya menjadi 12 bulan
Sebagai informasi, pada pekan ini atau tepatnya pada 20 Januari 2026, nilai tukar rupiah sempat tembus Rp 1.945 per dollar AS. Angka ini melemah sekitar 1,25 persen (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025.
Namun pada perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026), rupiah ditutup di level Rp 16.820 per dollar AS, menguat 0,45 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp 16.896 per dollar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mata uang Asia. Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar, naik 0,94 persen.
Dollar Taiwan menguat 0,15 persen, disusul dollar Singapura 0,14 persen, peso Filipina 0,10 persen, yen Jepang 0,09 persen, dan yuan China naik tipis 0,05 persen terhadap dollar AS.
Tekanan terjadi pada baht Thailand dan won Korea Selatan yang masing-masing melemah 0,16 persen. Rupee India turun 0,05 persen, sedangkan dollar Hong Kong terkoreksi tipis 0,02 persen.
Tag: #calon #deputi #gubernur #sebut #rupiah #masih #kompetitif